
Tak terasa rapat pun telah selesai dan kini Bella sudah keluar lebih dulu dari pada yang lainnya. Terutama Azriel yang berusaha mengejarnya pun tidak bisa karena keamanan Bella sudah diperketat.
Azriel hanya bisa mengepal tangannya dan langsung pergi dari perusahaan Bella bersama asisten pribadinya, Jhon.
"AKHHHH, benar-benar bodoh tidak bisakah mereka menjaga satu orang wanita!!!!" Teriak Azriel sesampainya ia di parkiran mobil.
"Saya akan menghukum mereka tuan." Ucap Jhon pada Azriel.
"PECAT MEREKA!" Dengan kemarahan yang tinggi Azriel masuk ke dalam mobilnya sambil melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya.
Jhon terpaksa mengikuti atasannya dan menerima amukan Azriel padanya. Walau dirinya duduk di kursi kemudi tetap saja ia masih dapat melihat wajah masam atasannya itu dari kaca mobil.
Mobil pun melesat jauh dari pandangan Bella yang melihatnya dari atas sana. Sambil menyilang kan kedua tangannya di depan dada, netra nya mengikuti arah mobil tersebut.
"Nona, apa yang akan anda lakukan setelah ini?" Tanya Tom dari belakang.
"Aku akan pergi ke Bar! Tapi aku masih butuh pengawal." Ucap Bella.
"Tentu nona pengawal anda akan selalu melindungi mu 24 jam." Jelasnya.
"Tom..." Seru Bella membalikkan tubuhnya menghadap Tom.
Tom lalu menatapnya balik menunggu kelanjutan ucapannya Bella.
"Persiapkan semuanya." Lanjut Bella.
"Apa itu Nona?" Tanya Tom
"Hanya saja aku tidak ingin kembali bersama Azriel, tapi sepertinya ia tidak akan menerima hal itu aku yakin dia akan melakukan segalanya untuk mendapatkan kembali diriku. Seperti penculikan kemarin." Ucap Bella dengan nada yang mulai merendah.
"Jadi..."
"Aku ingin kau persiapkan segalanya, takutnya dia mengambil jalur hukum." Lanjut Bella.
Tom mulai mengerti, ia yang semula berfikir segera mengiyakan perintah Bella.
"Baik nona saya akan persiapkan semuanya. Tapi, kenapa anda ingin pergi ke Bar?" Tanya Tom penasaran.
Sejenak Bella berfikir dan tidak terburu-buru untuk menjawab pertanyaan dari Tom.
"Mm, hanya saja....Aku menyukai tempat itu, ditambah ada seseorang yang ingin kutemui." Ucap Bella seraya tersenyum.
Tom mengangguk sambil pamit undur diri dari ruangan itu. "Kalau begitu saya pergi, jika ada yang nona butuhkan panggil saja saya."
"Baiklah."
Tom pun pergi dari sana dan kini menyisakan Bella yang duduk di kursi kerjanya.
__ADS_1
"Meimei." Panggil Bella.
"Ya Bella kamu butuh sesuatu?" Tanya Meimei yang langsung muncul di depan Bella melalui layar birunya.
"Dimana Lou Xi? Aku merindukannya." Ujar Bella dengan penuh harapan.
"Hoho kau merindukanku."
Tadaaaaa
Lou Xi muncul tiba-tiba di belakang Bella seperti biasa, tepatnya kini ia sedang duduk di kursi kerja Bella.
Bella terkejut walau ia tidak berteriak dengan kencang namun tangannya yang mengerat membuktikan ia cukup kesal dengan kedatangan Lou Xi yang selalu muncul secara mendadak.
"Orang yang anda cari sudah ada di sini, kalau begitu saya pergi. Dah Bella." Ucap Meimei sambil pergi dari pandangan.
Tinggallah mereka berdua di ruangan yang besar itu.
"Wah tempat ini cukup luas untukmu sendiri, apa kau tidak takut?" Tanya Lou Xi seraya menyentuh sana sini.
"Lupakan itu, kenapa kau tidak muncul-muncul dari kemarin dan kemarin nya lagi dan kemarin nya lagi?!!!"
"Hahh aku sibuk seharusnya kau tahu itu!" Ujar Lou Xi sambil turun dari meja dan mulai berkeliling.
"Apa kau tidak merindukan ku?" Tanya Bella.
"Ck, aku merindukan mu saat kau dibutuhkan artinya dirimu tidak terlalu penting buatku."
"Apa? Memangnya apa yang kau inginkan dariku?" Tanya Lou Xi yang sudah berfikiran negatif.
"Pacar."
"Pa-pacar?" Ulang Lou Xi agar ia tidak salah dengar.
"Jadilah pacarku dan buat misi ini segera selesai." Ucap Bella.
"Aku tidak mau." Jawab Lou Xi spontan.
"Kau tidak bisa menolak."
"Atas dasar apa?" Tanyanya seolah menantang Bella.
"Atas dasar Kau Adalah Dalangnya." Tekan Bella pada ucapan tertentu.
"Pikir saja! Kau yang membuat semua masalah ini karena sistem mu yang rusak dan sekarang aku meminta bantuan mu kau menolak. Jujur saja aku ingin menonjok wajahmu." Kata Bella mulai kesal.
"Wajahku tampan kau tidak akan berani merusaknya."
__ADS_1
"Haih sepertinya pukulan waktu itu belum cukup untukmu." Seru Bella membuat Lou Xi mengingat masa lalunya waktu pingsan gara-gara Bella dan tentu saja hal itu membuatnya merinding seketika.
"Bukankah Meimei membantumu dia yang akan memfasilitasi semuanya." Ujar Lou Xi.
"Pokoknya aku tidak mau, pacarku harus dirimu." Kekeh Bella.
Lou Xi membuang nafasnya kasar dan terpaksa mengiyakan permintaan Bella.
"Baiklah aku mau melakukannya tapi atas dasar terpaksa, beritahu aku dulu apa rencana mu?"
"Rencananya adalah...."
Kita akan pergi ke bar milikku malam nanti, kita berdua akan menggunakan pakaian mewah dan serba mahal buat semua orang memusatkan perhatiannya pada kita berdua. Di sana kita akan bertemu dengan pekerja terbaikku, Davin. Setelah itu kita duduk di tempat VIP dan menunggu mantan suami Jeanne datang ke sana. Buat dia panas, marah, kesal, dendam dan buat keributan di bar...
"Lalu?" Tanya Lou Xi menunggu kelanjutan rencana Bella.
"Kita tunggu momen yang tepat."
Sontak Lou Xi menghela nafas dan mengusap wajahnya kasar, ia sungguh heran dengan Bella yang tidak punya rencana pasti.
Lou Xi terkekeh dan berkata "Kau memintaku untuk menjadi pacarmu tapi kau tidak punya rencana pasti?"
Bella langsung menganggukkan pertanyaan Lou Xi dan hal itu membuatnya lemah seketika.
"Why? Kau tidak percaya padaku?"
"Terserah tapi jangan sampai gagal." Kecam Lou Xi yang langsung mendudukkan dirinya di sofa seraya tertidur di sana.
"Ck, kita lihat saja nanti." Kata Bella dengan yakin.
Beberapa Jam Kemudian
"Woi bangun..." Panggil Bella membangunkan Lou Xi yang tidur pulas di sofa. Air liurnya bahkan menetes ke bawah namun walaupun begitu Bella tidak jijik dan ia tidak peduli.
Lou Xi menggeliat dan bangun dengan matanya yang masih layu.
"Ah jam berapa sekarang?" Tanya Lou Xi sembari menggaruk lehernya.
"Jam lima, cepat bangun setelah itu kita pergi ke Mall." Titah Bella seperti sedang menyuruh adik kandungnya untuk cepat bangun dari sana.
"Padahal kita bisa menggantinya tanpa pergi ke mall." Ucapnya.
"Intinya kota harus ke Mall, aku tidak mau kalau harus pakai sistem." Kata Bella sambil bersiap diri.
"Terserah."
"Kalau begitu ayo." Pekik Bella yang sudah berada di dekat pintu.
__ADS_1
Namun secepat kilat Lou Xi berjalan bersama anginnya serta merubah diri menjadi pria itu.