Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Menikahi Kaisar Wu


__ADS_3

"Wei Zifu!!!!"


Seru Putri Pingyang dengan langkahnya yang cepat sembari mendekat pada Bella.


"Kamu baik-baik saja?" Tanyanya khawatir.


"Saya baik nyonya. Saya tadi keluar sebentar untuk membeli bunga. Ini nyonya." Seraya memberikan bunganya pada Putri Pingyang, Kaisar Wu ternyata diam-diam meliriknya dengan begitu takjub melihat penampilannya yang berbeda saat menari tadi.


Setelah Putri Pingyang menerima bunga itu, ia lalu mendekat sambil berbisik.


"Kaisar mencari mu tadi, kurasa dia akan memilihmu." Setelah berkata seperti itu Putri Pingyang bergegas mengajak Bella menghadap Bella yang kebetulan masih berada di kediaman kakaknya.


Memilih? Apa yang dia maksud istri kedua? Batin Bella.


Sesampainya menghadap Kaisar, Bella pun dihadapkan dengan beberapa pertanyaan dari Kaisar Wu.


"Yang mulia, Wei Zifu sudah datang." Kata Putri Pingyang di hadapan Kaisar.


"Baiklah, kalian semua keluarlah aku ingin berbincang dengan Wei Zifu." Titah Kaisar.


"Baik yang mulia." Serentak orang-orang yang ada di sana. Termasuk Putri Pingyang ia juga membungkuk memberi hormat lalu pergi dari sana.


Kini tinggallah Bella dan Kaisar di ruangan itu, masih dengan Bella yang berlutut di lantai ia sudah siap mendengar perintah dari yang mulia.


"Nama mu Wei Zifu?" Itulah pertanyaan pertama yang dilontarkan yang mulia Kaisar Wu.


"Iya yang mulia saya Wei Zifu."


"Penampilan mu menari sebelumnya sangat menakjubkan dan membuatku mengikuti perasaan yang kau berikan saat menari." Basa-basi yang mulia dimulai.


"Terima kasih yang mulia atas pujiannya, sungguh kehormatan bagi saya menampilkan yang terbaik untuk yang mulia Kaisar."


"Hahaha benar, saat aku ingin memberi hadiah untukmu kau tidak ada di sana. Sebagai kaisar aku khawatir karena kau tiba-tiba menghilang." Menuju inti pembicaraan.

__ADS_1


Mendengar hal itu Bella sedikit menyunggingkan senyumnya sambil berkata...


"Saya hanya seorang penari dan sebatas pelayan di sini seharusnya anda tidak mengkhawatirkan orang seperti saya." Seraya berkata seperti itu Bella menundukkan kepalanya dengan sungkan.


Awalnya Kaisar Wu terdiam mendengar hal itu namun dengan egonya ia mampu menjawab "Kamu masih rakyatku sudah seharusnya aku khawatir atas keselamatan setiap orang di sini. Lagi pun hadiah ku masih belum kau terima."


"Maaf yang mulia saya lancang tadi."


"Tidak apa-apa aku tidak mempermasalahkannya."


"Baiklah karena kamu sudah ada disini aku akan langsung memberikan hadiah untukmu. Wei Zifu...."


"Iya yang mulia?" Bella mulai menunggu ucapan Kaisar selanjutnya. Nada Kaisar selalu terdengar keras layaknya seorang hakim di persidangan.


"Aku akan memberimu kehormatan sebagai selir utama kerajaan Han. Dengan kehormatan ini kamu diberi kemakmuran dan kesejahteraan. Itulah hadiah yang kuberikan untukmu Wei Zifu, apa kau akan menerimanya?"


Jantung Bella tiba-tiba berdebar dengan kencang. Perasaan ini seolah bukan dirinya saja.


"Wei Zifu apa kau menerimanya?" Tanya Kaisar sekali lagi.


"Bella kamu harus menjawab iya, itulah rencana misi kali ini." Tiba-tiba Meimei kembali bersuara di telinganya.


Dengan tubuhnya yang masih berkeringat serta deg-degan Bella berusaha menjawab yang mulia tanpa nada gemetar.


"Saya menerimanya yang mulia Kaisar, saya sangat senang dengan hadiah yang anda berikan. Hidup yang mulia Kaisar."


Tubuh yang gemetar itu tiba-tiba hilang dan jantung yang tadi berdegup kencang kembali normal.


Apa ini? Apa Wei Zifu yang asli senang karena ini? Tidak mungkin dia sudah mencintai Kaisar Wu, apa mereka sudah bertemu sebelumnya???


Pertanyaan-pertanyaan aneh mulai muncul di benak Bella, tapi semua itu belum bisa di jawab karena Kaisar Wu sudah memeluknya saking bahagianya dia. Pelayan-pelayan yang tadi keluar kini masuk kembali untuk mematuhi perintah dari yang mulia.


Dengan suara lantangnya di hadapan semua orang ia berkata "Aku menghadiahkan Wei Zifu atas penampilan tariannya yang indah dengan menjadikannya selir utama kerajaan. Pernikahan akan di gelar secepatnya, keluarkan dekrit kerajaan dan beritahu kepada rakyat semuanya."

__ADS_1


Seperti itulah kira-kira titahnya, semua orang yang ada di sana terkejut terutama penasihat raja yang terlihat melebarkan bola matanya mendengar titah itu. Kecuali Putri Pingyang, dugaannya benar dan ia tidak mempermasalahkan hal itu. Toh Kaisar juga butuh seorang pewaris.


Setelah titah Kaisar dikeluarkan dan semua orang tahu, orang-orang mulai berbincang tentang pernikahan raja kali ini. Yah, walaupun Kaisar Wu tidak pernah menikah selain Chen Jiao namun pernikahan keduanya bersama seorang pelayan menjadi bahan gunjingan yang hangat.


Kebanyakan orang menyayangkan permaisuri Chen yang terpaksa harus di dua hanya karena tidak bisa memberikan pewaris, beberapa orang juga penasaran dengan wajah Wei Zifu yang masih belum banyak di ketahui oleh rakyat.


Pro kontra selalu ada di setiap kejadian yang bersangkutan dengan kerajaan. Bagaimana pun status Wei Zifu sebagai pelayan masih di perbincangkan oleh khalayak ramai.


Tak hanya rakyat, keluarga kerajaan yang tahu akan hal itu menjadi riuh. Banyak yang tidak suka dengan Wei Zifu, namun Kaisar tidak mengindahkan nya karena ia sudah terlanjur jatuh cinta.


Selain itu, Xin dan Zin yang sempat mendengar berita hangat itu mulai bertanya-tanya mengenai Wei Zifu, apakah dia adalah orang yang sama dengan wanita hari itu.


"Kak Xin, apa dia orangnya? Wei Zifu, namanya sama dengan calon istri kedua Kaisar." Ujar Zin.


"Itu bisa saja, hanya saja aku tidak yakin dia seorang pelayan. Kau ingat bukan pakaian yang dia kenakan hari itu, jika dilihat dari bahannya sudah pasti itu kain yang mahal tidak mungkin seorang pelayan mampu membeli pakaian seperti itu. Di tambah dia juga menyewa lantai dua di rumah makan sudah jelas dia bukan pelayan." Jelas Xin pada Zin. Keduanya memang selalu bersama setiap saat, tak hanya yatim piatu mereka berdua juga bisa dibilang anak jalanan.


"Hanya dua kemungkinan, dia bukan wanita yang sama atau dia hanya berpura-pura menjadi pelayan." Lanjut Xin.


"Bagaimana kalau kak Wei tidak bohong? bagaimana jika dia memang pelayan, majikannya bisa jadi memberikannya uang dan pakaian mahal." Sanggah Zin dengan sangat bijak.


"Ada benarnya juga, lagi pula katanya Wei Zifu adalah pelayan kediaman kakak Kaisar."


"Nah itu dia. Tapi apakah dia akan menemui kita lagi?" Tanya Zin dengan penuh harapan.


"Tidak mungkin, dia sudah menjadi orang kaya dia tidak akan menemui kita lagi." Jawab Xin dengan sorot matanya yang penuh keyakinan.


"Tapi Kak Wei sudah berjanji pada kita."


"Dengan Zin! Orang jahat selalu mengingkari janjinya. Kita juga tidak seharusnya mengharapkan kedatangan dia." Jelas Xin.


...Bersambung...


Jangan lupa like, komen, vote🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2