
Kal membawa Bella ke belakang rumah sakit, dimana di sana sudah ada mobil yang disediakan khusus oleh Kal. Tentu saja Kal juga membawa dua orang bodyguard untuk menjaga mereka jika ada wartawan tak dikenal yang tiba-tiba mengerumuni mereka.
"Masuklah."
Keduanya pun masuk ke dalam mobil dan dengan cepat mobil pun melesat pergi. Di dalam mobil Kal tak henti-hentinya menghela nafas lega.
"Syukurlah, tidak ada wartawan." Ujar Kal sembari dirinya menyenderkan tubuhnya.
"Kenapa ada wartawan?" Tanya Bella penasaran.
"Oh yah aku lupa memberitahu mu. Dengar Bel, saat kau alami kecelakaan waktu itu semua media memberitakannya dan semua orang heboh di media sosial. Bukan tanpa sebab mereka seperti itu, pasalnya ada rekaman CCTV kalau kau berlari ke jalan saat ada truk yang melaju di sana." Jelas Kal walau terlihat ia belum sepenuhnya bercerita karena Kal menghela nafas.
"Dan jika wartawan tahu kau sudah sadar dari koma mungkin mereka akan menginterogasi mu dengan puluhan rekaman mereka. Saat di luar rumah sakit tadi, aku lihat mereka sudah berkumpul di sana. Untungnya aku ada rencana cadangan lalu membawamu ke belakang rumah sakit. Karena sepertinya informasi tentang dirimu bocor." Lanjut Kal yang masih membingungkan Bella.
"Informasi tentang diriku?" Tanya Bella sembari menunjuk dirinya sendiri.
"Kau kan sudah sadar sekarang, itu adalah berita hots." Jawab Kal.
Mendengar hal itu Bella mengangguk paham. Namun ia masih memiliki beberapa pertanyaan untuk Kal.
"Omong-omong Kal, kemana kita akan pergi?" Tanya Bella, ia melihat jalanan yang dilalui mobil ini berbeda dengan jalan yang menuju rumahnya.
"Ah itu, aku membeli rumah untukmu toh itu juga uangmu." Jawab Kal dengan santai.
Bella mengernyitkan keningnya, ia heran bagaimana bisa Kal menggunakan uangnya untuk membeli rumah lagian uang yang miliki tidak seberapa.
Tiba-tiba saja kepalanya berputar seolah sedang mengulang kembali apa yang dialaminya selama koma.
Jika semua itu memang benar-benar terjadi, kalau begitu mungkinkah uang yang dimaksud Kal adalah hadiah dari Lou Xi? Batinnya.
"Oh ya aku lupa mengatakan itu juga, saat polisi menggeledah rumahmu mereka tidak menemukan apapun. Tapi saat aku masuk ke rumahmu...."
"Kau masuk ke rumahku?" Potong Bella, lantas Kal menatapnya sambil menelan ludah. Gadis itu harus menjelaskan semuanya.
"Ah itu, bukan hal penting hanya saja saat marah karena polisi tidak becus menjalankan tugasnya. Ya sudah aku masuk ke rumahmu untuk mencari tahu, mungkin saja toh aku bisa menemukan sesuatu di rumahmu. Dan benar saja aku menemukan kotak berisikan uang, wasiat, emas, dan benda berharga lainnya." Jelas Kal yang langsung dilanjutkan kembali ucapannya.
__ADS_1
Di samping itu Bella terkejut bukan kepalang ternyata selama ini yang ia alami, berpindah dimensi dan segalanya itu semua nyata.
Oh my got, itu semua nyata...
Bella lalu menengadah Lou Xi, Meimei ternyata kalian nyata terima kasih juga atas hadiahnya.
"Sekarang katakan padaku, bagaimana bisa kau berbohong padaku kalau kau miskin!" Kata Kal dengan nada penuh tuntutan.
"Aish aku tidak tahu, lagian itu rumah nenekku mana mungkin aku tahu tentang kotak itu. Kau juga seharusnya percaya padaku, kalau aku tahu mana mungkin aku bekerja di supermarket."
Benar juga dia...Batin Kal seraya menatap Bella.
"Kau benar, baiklah ayo kita lanjutkan. Sampai mana tadi aku bahas?"
Seketika suasana menjadi hening karena keduanya lupa pembicaraan penting mereka.
"Itu, tentang kotak nona." Kata sopir di depan, jelas keduanya langsung menatap si sopir.
"Saya janji gak bakal bilang-bilang siapapun nona." Ucap sopir yang sudah beruban itu.
"Sama-sama nona."
Kal pun melanjutkan pembahasan mereka tadi, dimana ia pun menjelaskan proses penemuan kotak tersebut sampai sekarang aman berada di tangannya. Ia juga menjelaskan bagaimana bisa membeli rumah dengan uang Bella.
"Maksud mu aku berhutang padamu begitu?" Ucap Bella yang masih tak percaya kalau Kal membeli rumah itu dengan uangnya namun tetap harus diganti oleh Bella.
"Yap, bagaimanapun aku masih membutuhkan uang. Jangan lupa langsung kontan ya." Kata Kal dengan senyum melengkung di wajahnya.
Bella menghela nafasnya dan ia pun mengiyakan Kal.
Beberapa menit kemudian
"Ini rumahnya?"
Kal mengangguk senang karena telah memperlihatkan rumah megah untuk Bella. Dimana rumah itu bak Vila mahal khusus orang kaya.
__ADS_1
"Otokke? Bagus kan? Rumah ini tidak seberapa, toh uangmu juga gak bakal habis." Ucap Kal dengan santai.
"Ck, lalu bagaimana dengan rumahku yang dulu?"
"Tenang saja, rumah itu aman tapi kau tidak aman kalau tidur di sana. Ingat! masih ada paparazi di luar sana." Kata Kal mengingatkan Bella dengan keras.
"Ah iya paparazi, Bella kalau kau pergi keluar jangan lupa pakai masker pakaian mu juga harus tertutup atau kalau bisa kau pakai selendang untuk menutupi kepala mu." Jelas Kal, ia sangat memperhatikan Bella dan berusaha menjaga Bella kapanpun dan di manapun.
Mereka berdua pun berbincang-bincang hingga masuk ke dalam rumah tersebut. Bella tiba-tiba teringat dengan misinya dulu, ia tersenyum mengingat dirinya pernah menjadi anak konglomerat dan bahkan CEO wanita yang terkaya dan termuda.
Jika mengingat kembali masa-masa itu Bella jadi rindu, ia teringat dengan Meimei yang selalu bersamanya dan Lou Xi dewa kecil yang super imut.
"Apa kau suka?" Tanya Kal dengan wajahnya yang mengharapkan jawaban yang bagus.
"Aku sangat suka, terima kasih Kal."
Kal tersenyum lalu ia memberikan kunci rumah tersebut beserta surat kepemilikan yang berada di dalam map.
"Ambillah ini semua milikmu, dan di map ini juga ada tanda kepemilikan mengenai kotak itu. Kapan pun dimana pun kau ingin memakainya, langsung saja ke bank. Plus, aku juga buatkan kartu tanpa batas milikmu. Semua itu ada di dalam kotak."
"Aku tidak tahu bagaimana lagi aku harus membalas semua jasamu." Bella pikir semua kebaikan yang diberikan oleh Kal sangat tidak terhitung jumlahnya, bahkan ribuan ucapan terimakasih pun mungkin belum mampu melunasinya.
"Jangan membalas jasaku, kehadiranmu saja sudah cukup untukku. Lain kali jangan pergi lagi yah, gunakan mobil ataupun motor. Jangan pulang malam-malam dan selalu berdoa di manapun kamu berdoa karena Tuhan itu ada."
Mendengar kata-kata mutiara yang diucapkan oleh Kal terasa sangat menyentuh, Bella memeluk Kal dan dengan menahan air matanya.
......................
Begitulah mereka berdua bersama, saling menyayangi satu sama lain sama seperti keluarga. Kekayaan memang bukan segalanya namun tetap ingatlah bahwa kasih sayang lebih berharga dari segalanya.
Ini bukan akhir dan bukan pula awal. Melainkan sebuah cerita yang begitu mengandung makna. Ingatlah bahwa Tuhan itu ada, dan jangan putus asa meminta doa.
Kisah ini akan berlanjut pada chapter selanjutnya, dan menjadi awal dari season 2.
Ayo semua semangat dan terus dukung novel ini, sampai jumpa di chapter berikutnya Dah🥰🥰
__ADS_1