Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Memulai Hal Yang Baru


__ADS_3

Sesampainya di parkiran kampus Bella langsung mengejutkan Meimei dengan berkata dirinya tidak akan memperpanjang masalah yang ada sekarang.


"Meimei sepertinya aku berubah pikiran, mari kita lupakan semua masalah yang ada di sini setelah itu kita pergi dari sini." Ucap Bella seraya gadis itu melepaskan sabuk pengaman mobil lalu keluar dari sana.


Melihat itu Meimei langsung menghampirinya dengan bentuknya yang kini sudah tak berwujud lebih tepatnya ia kembali seperti awal, 'komputer tak kasat mata'


Bukan hal aneh kalau Meimei bisa merubah wujudnya sendiri toh ia punya super power, hanya saja di tengah-tengah perjalanan tadi Meimei segera mengubah bentuknya berharap tidak ada orang yang bisa melihat dirinya.


Dan sekarang, dirinya dibuat terkejut oleh Bella yang tiba-tiba saja membuat rencana yang begitu mendadak.


"Apa maksudmu Bella? pergi dari sini sebelum kau menyelesaikan kuliahmu?"


Tentu saja Meimei berbicara seperti itu, ia bahkan tak habis pikir dengan tindakan Bella yang menurutnya sedang bercanda saja. Namun ternyata Bella begitu yakin dengan ucapannya, terbukti gadis itu menggelengkan kepalanya dan menjelaskan pada Meimei.


"Jika kau berfikir aku sedang bercanda, kau salah Mei. Jujur saja setelah di pikir-pikir apa yang ku lakukan di sini seperti takdir, pergi ke Korea, kuliah di negara asing, bertemu dua orang pria aneh, dan semua kejadian yang ad di berita itu. Pikirkanlah Mei, niatku ke sini hanya untuk berkuliah dan mendapat gelar tapi ternyata aku sudah melalui banyak hal." Jelas Bella yang tentunya belum selesai menjelaskan.


"Jadi, apa yang akan kau rencanakan setelah memikirkan semua itu?" Tanya Meimei.


Bella menghentikan langkahnya yang sudah berada di tengah-tengah anak tangga.


"Aku akan pergi dari sini, menghentikan kuliahku untuk sementara lalu bertamasya keliling dunia setelah itu kita pikirkan kelanjutannya." Begitulah rencana Bella, gadis itu terlihat sudah sangat bersemangat.


"Bagaimana dengan pekerjaan mu? bagaimana dengan kuliah? Bagaimana dengan semua uangmu, apa kau tidak takut habis?"


"Jangan khawatir aku bisa mengatasinya."


Begitulah Bella dengan keras kepalanya yang sama sekali tiba di obati, gadis itu melangkah masuk ke dalam kampus berjalan menuju ruang kelasnya.


Tak ada yang aneh, seperti biasa Bella belajar dan memperhatikan dosen dengan baik. Lalu tak lama kemudian kelas pun berakhir dan semua orang mulai bubar keluar ruangan. Seperti yang lain Bella pun keluar dari sana dengan menggendong tasnya serta tambahan buku yang ia pegang di tangan kiri.


sesaat keluar dari pintu belum beberapa jengkal saja tiba-tiba ada dua orang pria yang menghampiri Bella. Mereka berdua adalah Zen dan Malik, dua pria yang kedatangannya sangat menganggu.


Bella hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


"Kalian?"


Bella berusaha mengingat kembali permasalahan yang ada dengan mereka, toh selama ini ia hanya fokus mengurusi kasus Soo Ah.


"Bisa minta waktumu sebentar nona?" Tanya Malik dengan ramah.


Bella mengangguk dan mengikuti mereka yang membawanya ke tempat yang khusus dimana tempat itu terlihat sepi dengan satu pohon bertengger di sana, pohon tidak tinggi akan tapi rantingnya bercabang sehingga menutupi bagian bawahnya dari sinar matahari.


Di bawahnya tersebut terdapat sebuah meja kayu serta dua bangku kayu yang memanjang dan saling berhadapan.


"Mari nona." Ajak Malik mempersilahkan Bella duduk di sana.


Bukan hanya itu ternyata mereka berdua memesan sebuah makanan yang di pesan dari kantin kampus, makanan itu di antar langsung oleh seorang pria yang memakai baju putih dan topi putih yang ada di kepalanya.


Setelah hidangan makanan tersedia di meja, kini mereka bertiga duduk bersama dalam satu meja. Seperti waktu di cafe Samcha, mereka berdua selalu mengulur waktu seolah ingin berlama-lama dengan Bella.


"Kami pikir kau lapar karena sekarang waktunya makan siang jadi kami pesankan beberapa makanan." Kata Zen menjelaskan.


Apanya yang beberapa makanan, meja sebesar ini di penuhi makanan semua. Sangat mubazir sekali, toh sepertinya gak bakalan habis. Batin Bella melihat di meja benar-benar penuh dengan aneka macam makanan.


Tidak apa-apa kan aku memakannya lagipula aku memang sudah lapar. Pikir Bella


"Bella berhati-hatilah sama mereka! mereka baik padamu pasti ada maksud." Teriak Meimei dengan kencang, komputer itu memang selama ini berada di samping Bella hanya saja Bella bersikap seolah tidak ada Meimei.


Sorry Mei.


Sama seperti sekarang Bella kini hanya fokus pada makanannya, gadis itu menguyah makanan itu tanpa mempedulikan mereka bertiga (Zen, Malik, dan Meimei)


"Ayolah Bella, berhenti makan bisa-bisa tubuhmu bertambah gemuk."


Jangan khawatirkan aku, kau harusnya bersyukur aku mendapatkan makanan gratis seperti ini di tambah enak pula. Jelas Bella melalui telepati mereka berdua.


Di sisi lain, Zen dan Malik menatap Bella dengan penuh rasa senang. Keduanya lalu ikut makan bersama Bella, menyantap hidangan itu bersama-sama.

__ADS_1


"Kau ini Bella! Sudahlah lebih baik aku pergi!"


"JANGAN!" Tanpa Bella sadari dirinya langsung berteriak pada Meimei, tentu saja hal itu membuat Meimei tak jadi menghilang akan tetapi karena tingkah anehnya itu membuat Zen dan Malik terkejut.


"Ada Apa Bella?" Tanya Malik dengan tatapan heran.


Begitupun dengan Zen yang terlihat mengkhawatirkan Bella yang bersikap seperti itu.


Mampus lah aku, bagaimana bisa aku berteriak seperti itu. Batin Bella menggerutu pada dirinya sendiri.


Lantas Bella hanya bisa tersenyum dan berusaha mencari-cari alasan yang tepat.


"Hehe maaf tiba-tiba saja aku teringat sesuatu, jadi bisakah aku pergi sekarang?" Bella sudah mulai bersiap-siap pergi dari sana, namun Zen menghentikannya dengan menangkap pergelangan tangan kiri Bella.


"Ah maaf, tapi kita masih belum berbicara apapun bisakah kau meluangkan waktumu sebentar lagi." Pinta Zen dengan tatapan penuh harapan.


Bella tak bisa menolak jujur saja ia juga penasaran hal apa yang ingin di katakan mereka berdua.


"Baiklah."


Setelah itu Malik pun memulai pembicaraan sesaat Bella sudah duduk kembali di kursi.


"Apakah kau masih ingat pembicaraan kita bertiga hari itu?" Tanya Malik.


Memang pertanyaan Malik sedikit ambigu karena pembicaraan yang mana yang ia maksud, apakah yang pertama kali atau yang kedua kali?!


"Di Cafe Samcha kah?" Tanya Balik.


Malik dan Zen menganggukkan kepalanya bersamaan seolah itu yang sedang mereka bicarakan sekarang.


"Aku tidak terlalu mengingatnya, kalian berdua pasti tahu kan masalahku akhir-akhir ini?"


Mendengar hal itu, Malik dan Zen saling bertatapan satu sama lain yang artinya ucapan Bella benar adanya.

__ADS_1


"Maaf karena kami tidak bisa membantu banyak." Ucap Zen sedikit menyesal.


Namun bukan itu masalahnya, masalahnya adalah 'Kenapa selalu mencari tahu informasi tentangku' bukankah itu bisa di katakan 'Penguntit'


__ADS_2