Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Davin Menikahlah Denganku


__ADS_3

Pagi harinya


Kukuruyuk


Kukuruyuk


Ayam jantan berbunyi membangunkan Bella yang masih tertidur di kamarnya.


Dari zona nyamannya itu Bella tiba-tiba terbangun dan baru mengingat untuk menemui Davin hari ini.


"O yah aku lupa harus melamar Davin secepatnya jika tidak aku akan terperangkap di sini selamanya."


Duk


Duk


Duk


Bella bergerak cepat ke sana kemari, dari mulai ia bolak balik ke kamar mandi, ganti baju, bermake-up, dan keluar dari rumah.


"Silakan nona." Tom sudah bersiap membuka pintu mobil untuk Bella.


"Tom hari ini aku libur lagi."


"Ada apa nona? Anda akan pergi ke suatu tempat?" Tanya Tom.


"Iyah aku berencana menemui Davin. Kumohon Tom, ijinkan aku bertemu dengannya hari ini." Seraya menyatukan kedua telapak tangannya Bella berharap ia mendapat ijin dari Tom.


Tom tidak bisa menolak ia mengangguk dan memberi ijinnya pada Bella dengan satu syarat semua perjalanan nya akan di ikuti oleh bodyguard.


"Baiklah aku setuju. Sekarang aku harus pergi, terima kasih Tom."


Brak


Sambil masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya Bella melambai pada Tom yang tidak ikut menemani Bella hari ini. Karena Tom mesti pergi ke perusahaan.


"Pak tolong bawa aku tempat ini." Kata Bella sambil menyerahkan lokasi tujuan pada sang sopir.


"Baik nona."


Setelah beberapa menit melakukan perjalanan ke tempat tujuan tepatnya ke rumah Davin, Bella kini telah sampai di sana. Mobil berhenti dan Bella keluar dari sana.


"Meimei benarkan ini tempatnya?" Tanya Bella pada Meimei.


"Benar Bella, sistem tidak pernah salah." jawab Meimei di telinga.


"Baiklah terima kasih."

__ADS_1


"Sama-sama Bella."


Beruntung nya Bella yang berdiri di luar apartemen itu bertemu dengan Davin yang ternyata sedang bersiap membuang sampah. Bergegas Bella memanggilnya.


"Davin." Panggil Bella.


Davin berbalik dan menatap Bella dari sana, tatapannya terlihat terkejut dan heran akan kedatangan Bella ke tempatnya.


Setelah Bella berjalan mendekatinya Davin mulai bertanya "Nona, ada anda kemari?"


"Ah aku ingin bertemu denganmu." Ucap Bella.


Davin lalu menunjuk pada dirinya sendiri yang berarti "Aku?"


"Iya, ada hal penting yang ingin ku katakan padamu. Ikutlah denganku kita pergi ke restoran terdekat." Kata Bella.


"Restoran terdekat ada di sana." Davin menunjuk ke sebuah restoran kecil yang ada di depan apartemen tersebut. Bella lalu mengangguk dan mulai menyetujuinya.


"Baiklah mari kita bicara di sana." Bella berjalan ke arah restoran tersebut. Tentunya para bodyguard mulai ikut dari belakang.


Davin pun mau tak mau mengekor Bella di belakang.


Sesampainya di sana dan memesan makanan Bella mulai bicara ke intinya.


"Davin menikahlah denganku."


Davin terkejut dan sampai terbatuk-batuk di buatnya, mendengar Bella melamarnya tiba-tiba membuatnya tak percaya sekaligus ia tertawa.


"Hahaha anda sangat humoris."


"Aku serius." Ucap Bella dengan menunjukkan wajahnya yang serius.


Sejenak Davin terdiam dan mulai mengamati wajah Bella berusaha mencari celah aura candaan darinya. Setelah dirinya tidak berhasil mendapat celah tersebut lalu ia pun mulai berdeham dan berkata...


"Bukankah anda punya pacar?"


"Pacarku selingkuh." Dengan jawaban yang cepat Bella kembali membuat Davin melongo tak percaya.


"Tidakkah nona melalui masa berkabung? Maksudku masa-masa sedih saat mereka tahu di selingkuhi."


Bella tertawa kecil dan ia pun mulai menjawab "Tidak, aku bukan wanita selemah itu."


"Kamu pasti tahu apa yang terjadi padaku baru-baru ini?" Lanjut Bella


"Tentu saja, apa persidangannya lancar?"


Bella mengangguk dengan tambahan senyum di wajahnya.

__ADS_1


"Aku butuh pernikahan, kau pasti tahu karakter netizen bukan? Jika mereka tahu aku masih lajang, pasti mereka akan memanfaatkannya." Ucap Bella yang mulai di dengar Davin dengan baik.


"Aku tahu kau orang yang baik Davin dan aku ingin kau yang menjadi suamiku." Lanjut Bella.


"Tapi pernikahan bukan lah permainan. Itu adalah ikatan yang sakral." Ujar Davin.


Bella sejenak menghela nafasnya, ia pun mulai memberi kesempatan pada Davin untuk memikirkannya sekali lagi.


"Davin jika kau mau menikah denganku aku akan memperbaiki kehidupan mu dan juga adikmu. Kau tidak perlu lagi bekerja di bar dan bekerja keras untuk mencari uang."


Mulailah dari sana, Davin terlihat berfikir keras karena Bella melihat jari-jarinya yang mengetuk meja beberapa kali.


"Ini kesempatanmu, aku akan memberimu waktu untuk mengambil keputusan. Dan tenang saja jika kau setuju, semua urusan pernikahan aku yang atur dan jika kau tidak setuju aku tidak akan memaksa."


"Hanya itu, aku pamit dan hubungi aku besok pagi." Ucap Bella sambil pergi dari restoran tersebut meninggalkan Davin yang masih berfikir keras.


Sesampainya di dalam mobil, Bella mulai menyuruh sang sopir kembali ke kantor.


"Nona anda kembali?" Tanya Tom saat Bella sudah berada di lantai atas.


"Iya kunjungan ku bersama Davin hanya sebentar. O ya Tom aku ingin berbicara denganmu di dalam." Sambil melangkah masuk ke dalam ruangannya Bella berjalan diikuti Tom di belakangnya.


Setelah keduanya duduk berhadapan di sofa, Bella pun mulai memberi tugas pada Tom.


"Tom aku berencana untuk menikah dengan Davin." Jelas Bella yang kembali membuat lawan bicara terkejut.


"Apa? Apa maksudmu nona?"


"Tom aku tidak suka mengulangi perkataan ku. Aku sudah memutuskan untuk menikah dengan Davin dan hanya dia yang akan ku nikahi. Dia orang yang baik Tom." Kata Bella menyakinkan Tom yang sepertinya kurang setuju dengan Bella.


"Percayalah padaku, aku kenal baik dia. Dan aku sudah melamarnya tadi."


"Hah????" Sekali lagi Tom terkejut mendengarnya, jantungnya berdetak tidak karuan.


"Kalau begitu nona, apa tuan Davin menerima lamaran anda?" Tanya Tom.


"Masih dia pertimbangkan. Besok pagi adalah waktu terakhirnya untuk mengambil keputusan, dan jika dia menerimanya aku ingin menikah langsung di hari itu oleh karena itu tolong persiapkan semuanya untukku. Tidak mewah juga tidak apa-apa asal ada saksi dan ada pendetanya." Jelas Bella membuat Tom pusing tujuh keliling walau begitu Tom masih mengerti apa yang dimaksud Bella.


"Jika Davin tidak setuju, maka aku tidak akan menikah. Hanya sesimpel itu dan juga aku ada tugas lain untukmu, kumohon bantu aku ya pleaseee....."


Nafas Tom mulai tak karuan sama halnya dengan jantungnya sekarang, ingin sekali Tom pergi keluar untuk menghirup udara segar di sana dan pergi dari ruangan yang terasa mencekik lehernya untuk tidak bernafas.


"Ah, baiklah nona. Semua permintaan anda pasti akan saya laksanakan, lalu apa tugas saya selanjutnya nona?"


"Tentang itu, aku memintamu untuk membantuku memberikan amal pada semua asrama di negeri ini baik itu asrama pengajian, sekolah, untuk anak yatim piatu, pati jompo, dan mereka semua yang membutuhkan."


...Bersambung Guys...

__ADS_1


__ADS_2