
"APA!!" Teriak pejabat Choi menggema keras di ruangan kecil itu.
Setelah asistennya membisikkan sesuatu di telinga Pejabat Choi, terlihatlah wajah emosional yang di tunjukkan olehnya. Sedangkan Soo Ah anaknya bingung tak tahu apa yang sedang terjadi.
Pejabat Choi pergi begitu saja diikuti oleh asistennya keluar dari ruangan tersebut, di sisi lain Professor Jeong Yo linglung dan langkahnya terburu-buru untuk mengikuti pejabat Choi dari belakang.
"Tuan Choi, apa yang...Apa yang sedang terjadi?" Bisik Professor Jeong Yo di telinga asisten pejabat Choi.
"Ada sedikit masalah." Hanya tiga kata itu yang bisa di jawab oleh asistennya pejabat Choi, karena keduanya kini sedang terburu-buru untuk pergi ke suatu tempat.
Soo Ah yang juga mengekor dari belakang malah di tinggal oleh ayahnya begitu saja, walaupun ia berteriak kencang memanggil ayahnya namun mobil pejabat Choi melesat cepat keluar dari perkarangan kampus.
"PAPAH!!" Teriak Soo Ah memanggil ayahnya.
Namun tinggallah Soo Ah serta kedua temannya begitu juga dengan Professor Jeong Yo dan kedua anak buahnya. Mereka berdiri menatap kepergian mobil pejabat Choi di depan sana.
Setelah mobil pejabat tak terlihat lagi barulah Professor berbalik hendak kembali ke ruangannya.
"Soo Ah kau boleh pulang tapi mereka berdua tidak." Ujar Professor Jeong Yo.
"Kenapa prof? Kenapa papa saya pergi begitu saja?" Tanya Soo Ah dengan bola matanya yang membulat.
"Sepertinya tuan Choi sedang ada masalah." Ungkap Professor Jeong Yo.
Seketika Soo Ah terdiam dan mulai terbata-bata dalam berucap.
"A-Apa?"
Professor Jeong Yo tak menjawab apapun, pria tua itu langsung pergi begitu saja tanpa menjawab Soo Ah yang tangannya mulai bergetar.
"Oi Dae Yu, Kim Cha kalian berdua ikut aku. Kita akan absen dulu hari ini." Titah Soo Ah pada kedua temannya. Gadis itu pergi dengan cepat ke arah pagar kampus, di belakangnya ada Dae Yu dan Kim Cha yang mengekor dengan wajah mereka yang kusam.
Dae Yu dan Kim Cha memang sedikit merasa risih dengan tingkah laku Soo Ah, gadis manja yang selalu menginginkan apa-pun dan bertindak seolah dia seorang ratu.
Keduanya terpaksa harus selalu mengekor Soo Ah kemana pun mereka pergi karena kalau tidak mau bergantung pada siapa lagi kalau bukan sama Soo Ah.
Penthouse Bella
"Auh Lihatlah semua data ini Mei, ish-ish-ish mengerikan." Bella sampai menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan semua data yang ada di layar komputernya.
__ADS_1
Data-data itu bersalah dari situs keamanan pribadi yang dimiliki pejabat Choi, di mulai dari saham yang ia miliki, termasuk kekayaan baik di kartu kredit maupun rekening.
Namun pendapatan yang di dapat ternyata tidak hanya dari gaji dirinya sebagai seorang pejabat melainkan sebagai kriminalitas dari mulai Korupsi, bandar narkoba, tersangka kasus suap, kasus narapidana di berbagai kepolisian, serta yang lainnya semuanya ada padanya.
Bahkan Meimei yang melihat itu tak habis pikir dengan berbagai data yang tercatat lengkap di sana.
"Ck, mari kita lihat rekaman CCTV saja mungkinkah kita akan melihat hal yang menarik di sana?" Pikir Bella dengan memberikan ide gilanya.
Meimei hanya mengangguk menuruti perintah Bella, dengan bantuan Meimei akhirnya Bella bisa meretas rekaman CCTV yang ada di kediaman rumah besar Pejabat Choi.
Setelah berhasil tanpa di ketahui, Bella tersenyum senang dan kegirangan melihat Meimei mampu meretas alat yang hebat.
"Wah Daebak! Meimei, kau sangat hebat.." Saking senangnya Bella, gadis itu sampai memeluk sayang Meimei yang berwujud robot imut ini.
"Sepertinya kita berdua yang hebat."
"Aiyo 'Meimei ku' sangat pintar sekali." Sekali lagi Bella tersenyum senang melihat Meimei, dirinya sekarang bahkan menepuk bagian atas Meimei yang ia anggap itu adalah kepalanya.
"Baiklah mari kita lihat, bagaimana reaksinya kalau kita mengirim satu data penting yang dia miliki."
...----------------...
Begitulah Bella dan Meimei menghebohkan dunia entertainment dengan mengirimkan satu data pribadi Pejabat Choi, tepatnya data wanita-wanita muda yang nantinya akan di jadikan sebagai budak pelecahan yang akan di kirimkan ke luar negeri.
Dan sekarang ini pejabat Choi serta asistennya sedang ketar-ketir membereskan masalah yang menimpa mereka, para wartawan mulai berdatangan ke kediaman pejabat Choi begitu pula dengan acara televisi yang langsung di siarkan langsung di sore harinya tepatnya pukul 2 siang.
Aplikasi media sosial pun kini sedang membahas hangat berita mengenai pejabat Choi ini, terutama di YouTube Instagram Twitter dan aplikasi lainnya. Ribuan komentar jahat mulai berdatangan tertuju pada pejabat Choi, dari ribuan hingga ratusan ribu orang yang berkomentar yang paling hot adalah komentar mengenai pencabutan hak dan wewenang yang di miliki oleh pejabat Choi.
Serta penurunan jabatan pejabat Choi pun sangat banyak di dukung oleh masyarakat Korea dan warganet yang ada.
"Pejabat macam apa ini?!
"*TIDAK TAHU MALU! CEPAT TURUN DARI JABATAN SEKARANG JUGA!
"Dasar pejabat tak bermoral."
"Kalian harus tahu, anaknya bernama Choi Soo Ah dia mahasiswi baru yang masuk ke universitas...."
"Pasti anaknya juga tidak bermoral."
__ADS_1
"Katanya, Soo Ah bersikap seolah dia ratu di hadapan teman-temannya."
"Ada berita hot lagi di sebelah! Katanya Choi Soo Ah melakukan bullying di kampusnya!"
"Jinjja?! Wah Daebak! Anak dan Bapa sama saja, hahaha Wkwk*?!
Dan ada banyak lagi komentar jahat yang lainnya, Soo Ah yang sekarang ada di rumahnya sedang gemetar dan hilang akal setelah jari-jarinya bergerak melihat komentar-komentar jahat padanya.
"Siapa yang melakukan ini?!" Gumam Soo Ah sembari dirinya menggigit kuku jari ibunya, tubuhnya yang sedang duduk di pojokan kamar itu memperlihatkan Soo Ah yang sedang berkelamut dengan berbagai pikiran dan perasaan yang ada di hatinya.
Antara sakit hati, kesal, sedih, heran, penasaran dan yang lain kini sedang bercampur bergejolak di dalam hatinya.
Sekilas otaknya mengingat pada Bella sesaat dirinya memikirkan siapa yang berani melakukan itu padanya dan ayahnya yang seorang pejabat.
"Bella!!" Gertaknya hingga jari ibunya berdarah akibat gigitan keras yang dilakukan oleh Soo Ah.
Namun segera pintu kamar Soo Ah terbuka memperlihatkan ibu Soo Ah yang masuk lalu menghampirinya.
"Kya Soo Ah, kau baik-baik saja sayang?! Apa yang terjadi padamu?" Tanya ibunya dengan wajah yang sangat khawatir.
Soo Ah berdiri lalu berkata pada ibunya..
"Oma! Apa kau melihat beritanya?"
"Iya, tapi kau jangan khawatir karena ayahmu pasti akan mengatasi semua masalahnya dengan sangat baik. Jadi, sekarang kau istirahatlah ya?!"
Mendengar itu Soo Ah dan mulai berteriak di hadapan ibunya.
"TIDAK! Oma, apa kau tidak tahu sekarang semua orang sedang menghujat ayah dan putrimu di media sosial! Dan sekarang kau menyuruh ku beristirahat? Apa maksudmu aku harus bunuh diri begitu?"
Ibunya terkejut mendengar Soo Ah berkata seperti itu, karena bagaimanapun juga ia hanya khawatir dengan putrinya dan berharap Soo Ah beristirahat saja dan tak perlu memikirkan masalah yang terjadi pada mereka.
"Tidak Soo Ah bukan seperti itu maksud Oma."
"Seharusnya kau mencari tahu siapa pelakunya!" Soo Ah menghentakkan kakinya lalu pergi meninggalkan ibunya yang berdiri mematung di sana.
Walaupun hatinya sangat sakit dan terluka saat di perlakukan seperti itu oleh putrinya sendiri, tetapi ibu Soo Ah tetap sabar dan mengikuti Soo Ah untuk tidak pergi kemana-mana.
"Soo Ah jangan pergi!" Ucap sang ibu memperingati Soo Ah agar tidak keluar dari kediamannya.
__ADS_1
Namun Soo Ah tetap kekeuh dan pergi meninggalkan rumah lewat pintu jalur belakang.
Akan tetapi gadis itu tidak tahu, bahwa akan ada sesuatu yang menimpanya nanti!