
Setelah mengintimidasi Soo Ah, Professor Jeong Yo terlihat menyunggingkan senyumnya terlalu senang mengira dirinya berhasil memojokkan Soo Ah.
Soo Ah tak bisa berbuat apa-apa, gadis itu hanya bisa mengepalkan tangannya menahan emosi. Karena dirinya sudah tak bisa melakukan apapun, Soo Ah kembali mengambil kain miliknya sendiri lalu mengaitkannya kembali ke kepala untuk menutupi wajahnya.
Gadis itu lalu berbalik dan mulai membuka pintu ruangan dengan sangat kasar, para mahasiswa yang berada tepat di luar ruangan tersebut sontak terkejut dan mulai berbisik-bisik saat Soo Ah sengaja menutup pintu dengan begitu keras melepaskan amarah dalam dirinya.
Soo Ah berjalan dengan cepat berharap ia segera pergi dari sana, nun tiba-tiba saja di tengah perjalanan kakinya tidak sengaja keseleo dan membuat tubuhnya tumbang hal itu membuat kain yang menutupi wajahnya lepas.
Banyak orang-orang berlalu lalang di sana dan melihat wajah Soo Ah dengan jelas, mereka semua mulai bergunjing dan memberikan tatapan sinis pada Soo Ah. Sayup-sayup ia mendengar orang-orang mengatainya dengan begitu keji.
"Lihat itu, bukankah dia Soo Ah!"
"Iya benar itu Soo Ah hebat sekali ya dia datang kemari dengan wajah tebalnya!"
"Bukankah wanita itu baru saja keluar dari ruangan Professor Jeong Yo, apa dia Soo Ah?"
Orang-orang mulai membicarakannya Soo Ah yang mendengarnya merasa sakit hati, dirinya yang sedari tadi menahan amarah kini bertambah emosi akibat omongan mereka. Namun sekali lagi ia tak bisa melawan mereka semua yang begitu banyak.
Bullying! Kini ia merasakan bagaimana rasanya dijauhi, di hina bahkan dianggap seolah ia parasit, sampah masyarakat.
Professor Jeong Yo dan beberapa bawahannya tiba di sana saat mengetahui ada kegaduhan di luar. Pak tua itu hanya diam tak berbuat apa-apa, di belakang pada mahasiswa yang sedang menggunjing Soo Ah dengan kasar Jeong Yo tak berbuat apapun.
Bahkan.....
...Prak...
Satu botol air minum di lemparkan ke arah tubuh Soo Ah yang kini masih terduduk di lantai dengan rambutnya yang mulai basah terkena air. Gadis itu mulai menangis dalam diam saat semua orang kembali melemparkan beberapa barang padanya. Dari mulai botol minum, telur yang entah dapat dari mana, plastik sampah dan lain-lain.
__ADS_1
Kegaduhan itu mulai terhenti sesaat sebuah mobil mewah memasuki perkarangan kampus, mobil berwarna kuning Lamborgini itu menarik perhatian semua orang di sana. Pintu mobil terbuka dan seseorang keluar dari tempat tersebut dengan menggunakan celana hitam panjang dan baju putih membuat orang itu terlihat cantik.
Kakinya yang panjang melangkah maju dengan memakai hak tinggi, dada sedikit besar dan perut rata membuat gadis itu terlihat sempurna bak model papan atas. Rambutnya di gerai dengan tambahan jepit rambut di sebelah kanan.
Orang-orang terpaku pada gadis itu, dan tentunya mereka juga tertarik dengan sebuah robot kecil yang mengikuti dari samping.
Soo Ah yang gemetar berusaha mendongak menatap ke atas saat Bella melangkah mendekati nya. Setelah pandangan keduanya bertemu barulah Bella mengulurkan tangannya pada Soo Ah.
"Bangunlah, sepertinya kau ingin bertemu denganku." Kata Bella
Soo Ah masih gemetar tanpa menerima uluran tangan yang diberikan oleh Bella, melihat itu Bella kembali menarik tangannya gadis itu mengalihkan pandangannya pada satu titik yaitu tempat dimana Professor Jeong Yo berdiri di tengah para mahasiswa di sana.
"Halo Professor." Sapa Bella membuat orang-orang yang tadinya menutupi keberadaan Professor tiba-tiba menepi hingga Jeong Yo terlihat dengan jelas.
Professor Jeong Yo terlihat grogi, dia lalu membalas sapaan Bella dengan mengangkat tangannya.
"Ah iya, Hai!"
"Bukan kah tempat ini adalah kampus yang terkemuka! Tapi kenapa kualitasnya masih rendah sama seperti dirimu Professor Jeong Yo!"
Semua orang terkejut sekaligus Syok dengan ucapan kasar yang dilontarkan langsung oleh Bella di hadapan seorang profesor yang memiliki jabatan tinggi.
"Pembullyan seharusnya di larang di sini sama seperti aturannya tapi saya lihat anda membiarkan situasi seperti itu terjadi di sini."
Sesaat Professor Jeong Yo membuka mulutnya untuk menjawab tiba-tiba saja puluhan orang bahkan lebih berdatangan dengan membawa kamera yang di milikinya. Orang-orang itu mengerumuni keberadaan Professor Jeong Yo dan di balik itu Bella berbalik meninggalkan Professor dengan kesibukannya, gadis itu lalu menarik cepat lengan Soo Ah yang masih kebingungan dengan wajahnya yang dibanjiri oleh air mata. Bahkan beberapa jejaknya menempel di pipi.
Setelah memasukkan Soo Ah dengan paksa ke dalam mobil Bella langsung menjalankan mobilnya dengan begitu cepat. Gadis itu menyusuri jalanan hingga ke daerah yang jarang di lewati namun tetap saja tempat itu asri dengan di kedua sisi jalan adalah pepohonan.
__ADS_1
"Kyakkk kau akan membawaku ke mana? Tu-turunkan aku! Cepat turunkan aku!" Soo Ah berteriak sekencang mungkin membuat Bella merasa risih dan akhirnya terpaksa ia menepikan mobilnya. Soo Ah turun dari mobil dan langsung berjalan balik ke jalan sebelumnya.
Bella ikut keluar namun ia tak mengejar Soo Ah, ia pikir Soo Ah bakal balik lagi karena jalanan itu lumayan sepi membuat suasana juga lumayan ngeri.
Soo Ah yang bingung sendiri tiba-tiba terhenti, gadis itu berbalik menatap Bella yang santainya menyender di mobil dengan menyilangkan kedua lengannya di dada.
"Apa? Kenapa kau berhenti?!" Tanya Bella dalam bahasa Korea.
Soo Ah tiba-tiba saja berjalan dan kembali menghampiri Bella.
"Kenapa kau membawaku ke tempat seperti ini?" Tanya Soo Ah dengan raut wajah yang ketakutan.
Gadis itu memang tidak pandai menyembunyikan perasaannya, hal itu membuat Bella tersenyum tipis.
"Bukankah kau ingin bertemu denganku? Katakan apa yang ingin kau katakan padaku!"
Bella langsung menuju ke inti nya saja toh ia tidak ingin berlama-lama bersama Soo Ah.
"Hahaha kau benar aku memang ingin bertemu denganmu! Itu kau bukan? Semua berita itu karena mu kan?" Begitulah Soo Ah bertanya pada Bella dengan mata yang penuh kekesalan.
Namun Bella tetap tenang, ia lalu menjawab "Itu benar."
Soo Ah tidak terkejut pasalnya ia benar-benar yakin semua itu terjadi karena Bella, namun ia merasa marah hingga gadis itu memegang kerah Bella dengan kuat.
"Gara-gara kamu semuanya jadi hancur."
"Tidak! Kaulah penyebabnya jika saja kau tidak melakukan apa yang sudah ku peringatkan tidak mungkin semua ini terjadi!"
__ADS_1
"Apa katamu?"
"Aku melakukan semua itu hanya untuk memperingati dirimu!