
Tiba-tiba saja Liu Xi merubah penampilan Bella yang tadinya glamor menjadi lebih sedikit sederhana. Hal itu dilakukan agar dirinya tidak terlalu mencolok.
"Ayo kita pergi..." Ajak Lou Xi memimpin jalan.
Ternyata Lou Xi mengajak Bella dan menuntunnya masuk ke area pasar. Di sana banyak sekali orang-orang yang sedang transaksi jual beli, banyak orang pula berlalu-lalang walau hanya sebatas melihat dagangan saja.
Bella tersenyum melihat pemandangan, pasalnya ia jadi bernostalgia dan mengingat kembali drama-drama Korea yang pernah ia lihat sebelumnya.
Bau harum dari makanan yang didagangkan oleh beberapa pedagang membuat Bella ngidam.
"Lou Xi ayo kita beli itu." Tanpa pikir panjang Bella langsung menghampiri pedagang yang tadi menjual makanan yang berbau harum.
"Hei Bella tunggu.." Seru Lou Xi mengejar Bella.
"Saya beli tahunya 2."
Si penjual pun langsung memberikan pesanan Bella dan membungkusnya dengan rapi. Bella senang karena keinginannya akan terpenuhi, namun yang menjadi masalah ada bagaimana caranya ia membayar.
"2 Tahu 5 Koin." Ucap si penjual seraya meminta uangnya dari Bella.
Namun Bella malah fokus melahap tahunya, melihat itu Lou Xi langsung membuka kantongnya dan mengambil 5 Koin dan membayar jajanan Bella.
"Ini pak uangnya." Ujar Lou Xi pada si penjual.
"Terimakasih."
Lou Xi pun segera menarik tangan Bella dan menuntunnya pergi dari sana.
"Hei Bella bagaimana bisa kau membeli barang tanpa ada uang." Kata Lou Xi.
"Bukankah ada kau, anggap saja ini traktiran untukku okey."
"Haish kalau saja tadi aku tidak bawa uang mungkin kita berdua akan di bawa ke pengadilan." Jelas Lou Xi.
"Hei Hei mana ada seperti itu, memangnya aku mencuri."
"Membeli tanpa membayar namanya mencuri." Ungkap Lou Xi.
"Ck." Bella pikir masalah itu hal sepele, ia lupa kalau ini di zaman kuno karena yang namanya mencuri sudah pasti akan di bawa ke pengadilan. Berbeda Zaman modern mungkin ia hanya perlu mencuci piring sebanyak mungkin.
Mereka pun berjalan menuju tempat yang biasanya Xin dan Zin berada. Tempat itu berada di samping pohon besar dimana waktu itu Bella pernah mengatakan pada mereka berdua akan menemuinya suatu saat nanti di tempat itu.
"Bella lihatlah itu mereka." Tunjuk Lou Xi pada dua anak yang sedang duduk bersama di atas tikar dengan barang dagangan mereka yang tersisa beberapa batang saja.
__ADS_1
"Xin....Zin...." Panggil Bella dari sana.
Mendengar nama mereka di panggil, Xin dan Zin pun mendongak dan melihat Bella berjalan mendekat pada mereka. Melihat itu keduanya pun langsung berdiri dan berlari pada Bella.
Keduanya memeluk erat tubuh Bella, sepertinya mereka merindukan Bella setelah kejadian waktu itu.
"Bagaimana kabar kalian?" Tanya Bella.
"Baik, kami sangat baik. Oh ya kami juga sudah bisa menjual barang-barang kami, dengan itu kami berdua bisa makan dan hidup di sini." Jelas Zin yang terlihat sangat bahagia bersama Bella.
"Itu sangat bagus, kalau begitu aku akan melihat barang-barang kalian."
"Mari nyo...nya." Lanjut Zin yang bingung harus memanggil Bella dengan sebutan apa.
"Panggil saja aku kakak." Jelas Bella.
"Em, baik kak." Serentak Xin dan Zin.
Mereka bertiga pun duduk di atas tikar lusuh dan Bella mulai melihat karya yang dijual oleh Xin dan Zin. Untuk saat ini sepertinya mereka berdua telah berkembang pesat.
Di samping itu Lou Xi hanya berdiri sembari melihat mereka bertiga yang terlihat bergembira bersama.
Haih, jika saja ada misi lagi nanti mungkin aku tidak akan kesepian lagi. Batin Lou Xi.
Bella kamu gadis yang istimewa.
Beberapa Menit Kemudian
"Baiklah, sepertinya aku sudah cukup lama berada di sini. Kakak harus kembali." Ucap Bella pada Xin dan Zin.
Terlihat raut wajah mereka yang tiba-tiba berubah sedih, sepertinya mereka tidak ingin di tinggal oleh Bella. Namun bagaimana pun juga Bella tetap harus pergi supaya misi ini selesai.
"Hei Hei jangan sedih ya." Kata Bella memberi semangat pada keduanya. Ia mengusap kedua pipi mereka berdua dan menyemangati mereka.
"Ambillah ini." lanjut Bella seraya dirinya memberikan sekantung emas di dalamnya beberapa koin juga ada di dalamnya.
Kantong itu....Batin Lou Xi, ia tersadar dan langsung mencari kantongnya yang tadi dikaitkan di celananya. Dan benar saja...
Tidak ada..Oh tidak uangku.
Lou Xi memandang kantong miliknya dengan sayang, di samping itu Xin dan Zin terlihat sangat bahagia atas pemberian Bella untuk mereka. Keduanya lalu memeluk sayang Bella dengan sangat erat. Sekilas Bella melihat wajah Lou Xi yang cemberut karena kantongnya tidak ada dan Bella hanya tersenyum seraya mengedipkan matanya.
Harus ikhlas ya Lou Xi....Pikir Bella.
__ADS_1
Sebenarnya ia juga cukup bahagia bisa membuat Lou Xi memasang wajah cemberut seperti tadi. Yah sekilas untuk pembalasan kecil saja darinya.
"Kalau begitu aku pergi, dah." Ucap Bella sambil melambaikan tangannya.
"Dah kakak." Serempak kedua anak itu.
Setelahnya Bella dan Xin kembali dan mencari tempat yang sepi, di sana Lou Xi membuka teleport nya dan mereka pun masuk ke dalam. Langsung saja Bella dan Lou Xi berada di kamar, di sana ternyata sudah terdengar keriuhan dari luar. orang-orang sepertinya sedang sibuk mencari sesuatu.
Ternyata kaisar pun sudah ada di sana. Apakah mereka semua mencari ku?? Batin Bella.
"Lou Xi bagaimana ini, mereka sepertinya sedang mencari ku."
"Kau benar, sepertinya tadi kita kelamaan keluar istana mungkinkah gegara kau jajan tadi." Ungkit Lou Xi yang terlihat puas dengan raut wajah Bella yang khawatir.
"Ck, bisakah kau tidak mengungkitnya lagi pun itu hal yang lumrah toh aku lagi hamil." Ucap Bella berusaha membela diri.
"Iya iya, sekarang keluarlah suami mu terlihat khawatir melihat dirimu tiba-tiba menghilang." Jelas Lou Xi.
"Kalau begitu aku pergi." Lanjutnya.
Secepat angin Lou Xi pergi dari sana, kini hanya tersisa Bella di sana ia mau tak mau harus keluar dan mencari alasan kuat agar semua orang tidak curiga padanya terutama Chen Jiao dan ibunya.
Brak
Pintu kamar Wei Zifu terbuka dan Bella keluar dari sana, kaisar yang melihat itu bergegas mendekat Bella dan langsung memeluknya.
"Kemana saja kamu? Kau tahu aku sangat khawatir mendengar kau tidak ada di mana-mana." Ujarnya.
"Ah itu karena aku ada di suatu tempat."
Kaisar terdiam walaupun akhirnya ia pun berusaha mempercayai ucapan Bella.
"Yang penting kau ada itu sudah cukup bagiku. Aku takut kehilanganmu."
"Maafkan aku yang mulia karena sudah membuat mu khawatir." Ucap Bella.
"Tidak, kamu tidak salah. Kalau begitu ayo kita...."
Kruyuk Kruyuk
Tiba-tiba saja terdengar suara perut keroncong dari Bella.
"Ayo kita makan." Lanjut Kaisar.
__ADS_1
Bersambung