Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Aku kembali


__ADS_3

"Aku sangat mencintaimu." Bisik Kaisar tepat di telinga Bella.


Sebelum akhirnya Bella pun pingsan dan....


Ting


Bella dengan cepat membuka matanya, ia melihat ke atas dimana atapnya putih dan lebih modern.


Cahaya lampu dan ruangan yang besar, seketika membuatnya linglung sementara. Ia berusaha bangkit lalu menyenderkan tubuhnya di ranjang.


Tempat ini?


Tiba-tiba saja kepalanya pusing, berdenyut dan berputar. Namun setelah itu ia mengingat kembali ingatannya tentang mimpi itu.


Mimpi dimana ia terbaring di rumah sakit di temani oleh Kal.


Ternyata mimpi itu benar! Batin Bella seraya dirinya memegang kepalanya yang sakit.


Dari arah samping terdengar pintu kamar di buka, Bella melihat Kal sedang berdiri di pintu dengan wajahnya yang terkejut bukan kepalang.


"BELLA." Teriaknya dari pintu, Kal dengan cepat berlari menghampiri Bella dan ia kebingungan harus berbuat apa.


"Bella kau, dokter...dimana dokter??" Ucapnya dengan panik, tanpa mendapatkan kesempatan menjawab Kal langsung saja pergi untuk mencari dokter.


"Bella tetaplah di sini aku akan mencari dokter.... DOKTER!!!"


Melihat itu Bella tertawa, ia bahkan tak tahu harus bilang apa pada Kal tentang pengalamannya selama ia koma. Dan setelah bangun ia malah mendapat kejutan terindah dari Kal. Gadis itu benar-benar memperhatikannya.


Aku jadi tambah sayang padamu Kal. Pikir Bella.


Dan benar saja setelah Kal pergi, Dokter dan beberapa perawat masuk ke ruangannya dengan membawa alat-alat medis.


"Dokter, cepat dokter....." Ucap Kal yang tergesa-gesa membawa pak dokter.


Setelah dokter masuk, segera ia dengan cepat di tangani oleh para perawat termasuk pengecekan suhu dan sebagainya.


"Nona silahkan anda berbaring." Kata Dokter.


Bella lalu melirik Kal yang masih di ruangan itu, ia melihat Kal mengangguk dengan wajahnya yang terlihat sangat bahagia.


Beberapa saat kemudian


"Dokter bagaimana keadaan teman saya dok?" Tanya Kal di luar ruangan.


Karena pemeriksaan telah di laksanakan, maka kini pasien harus beristirahat terlebih dahulu.

__ADS_1


"Kami sudah mengecek semuanya dan tubuh pasien tidak apa-apa. Dia bahkan tidak mengalami amnesia, ini sangat menakjubkan karena biasanya jika pasien koma dengan waktu cukup lama kemungkinan besar pasien akan mengalami amnesia. Tapi ini seperti mukjizat, tuhan pasti melindunginya." Kata Dokter dengan penuh penghayatan. Ia bahkan mendongak ke atas, yakin kalau Tuhan itu ada.


"Haih syukurlah, aku sangat senang mendengarnya dokter." Ucap Kal dengan bahagia.


"Tapi nona, kalau wartawan tahu tentang ini. Pasti mereka akan membuat keributan di rumah sakit, lebih baik berita tentangnya siuman tidak diketahui banyak orang. Bagaimanapun juga, kejadian itu sudah sangat lama sekali tapi sampai sekarang masih ramai diperbincangkan." Ujar dokter sambil pergi dari sana.


Mendengar perkataan dokter, membuat Kal berfikir lagi tentang berita lama itu.


Kal lalu masuk ke ruangan, di sana Bella tertidur pulas di ranjangnya karena hari ini sudah malam Kal pun harus tidur. Kal pun mempersiapkan selimutnya untuk tidur di sofa. Namun ia malah memikirkan masa lalu.


Hari itu


Berita tentang kecelakaan tragis muncul di televisi dan berbagai media sosial. Kal yang mendengar kecelakaan itu dan tahu kalau korbannya adalah Bella. Kal bergegas pergi ke rumah sakit, ia bahkan sibuk ke sana kemari bolak-balik dari rumah sakit ke kepolisian.


Polisi memberi tahunya tentang kejadian malam itu, namun Kal tak percaya kalau Bella ingin bunuh diri sampai-sampai polisi menunjukkannya sebuah CCTV.


Namun Kal sangat percaya pada Bella, temannya itu tidak mungkin bunuh diri. Ia bahkan berulang kali ke tempat TKP dan mereka adegan di sana.


Bahkan beberapa bulan kemudian, Kal mencoba masuk ke rumah Bella dimana tempat Bella tinggal dulu. Walaupun polisi telah menyelidiki rumah itu, namun polisi tidak menemukan petunjuk apapun sebagai bukti alasan Bella bunuh diri.


Tetapi ia kemudian mendapat petunjuk, entah kenapa tiba-tiba saja ia mendapati seekor tikus yang menghampirinya dan menunjukkan sebuah kotak di bawah lemari kayu yang ada di rumah itu.


Di saat itulah Kal mulai merombak kayu tersebut dan mengambil kotak besar itu. Ia lalu membuka kotaknya dan Kal pun terkejut melihat isi kotak tersebut.


Apa ini? Surat wasiat, uang, emas, dan surat kepemilikan. Pikir Kal.


Setelah penemuan heboh itu, kepolisian pun menyediakan fasilitas yang mewah untuk perawatan Bella.


Semua isi kotak itu di simpan rapat di sebuah Bank ternama dan suatu saat nanti kalau Bella sadar barulah semua kejadian di masa lalu harus di klarifikasi.


Bella, kau berhutang penjelasan padaku. Ucap Kal dalam hati. Kal melihat ke arah Bella dimana Bella terbaring di ranjangnya.


Setelah itu, Kal pun mulai tertidur lelap di Sofanya.


"Selamat malam Bella." Ujar Kal.


......................


Pagi harinya.


"Tapi Bella, kamu baru saja sadar tidak mungkin kau langsung pergi dari rumah sakit setelahnya." Ucap Kal pada Bella.


Bella keukeuh ingin pulang ke rumahnya, sudah lama sekali ia merindukan kota dan zamannya ini.


"Aku baik-baik saja Kal, terima kasih telah menemaniku selama ini." Kata Bella yang langsung bangkit dari duduknya.

__ADS_1


Kal pun membuang nafasnya dengan kasar, ia lelah dengan Bella yang teramat sangat keras kepala.


"Haish, kalau begitu kau tetaplah di sini. Aku akan mengurus administrasinya." Ucap Kal sembari pergi keluar ruangan.


"Sekali lagi terima kasih Kal." Seru Bella dari belakang.


"Yaaa." Jawab Kal tanpa berbalik.


Setelah itu Bella langsung beres-beres tempat tidurnya. Ia bahkan merapikan ruangan itu sekali ia bisa merapikannya dengan tangannya yang masih di infus.


Beberapa menit kemudian


Seorang dokter dan perawat masuk ke ruangannya, diikuti oleh Kal di belakang mereka. Ternyata Dokter memberinya nasihat untuk tetap menjaga kesehatan dan berhati-hati saat di jalan.


Dokter juga melepas infusnya dan memberikan resep obat yang harus ia minum setiap harinya. Ia juga memperingatkan agar selalu kontrol setiap bulannya sampai tubuhnya benar-benar pulih.


"Kalau begitu kami pergi, Jangan lupa minum obatnya." Ucap Dokter mengingatkan kembali.


"Baik Dokter." Jawab Bella.


Setelah Dokter dan perawat pergi. Barulah Kal dan Bella bersiap pulang ke rumah.


"Hei Bella kau berhutang penjelasan padaku, aku akan menagihnya nanti." Kata Kal memperingati.


"Baik, siap saya laksanakan." Jawab Bella seraya memberi hormat.


Keduanya pun tertawa bersama, mereka pun pergi keluar kamar dan melangkah pergi keluar rumah sakit.


"Aku menyuruh pengawal untuk menjaga kita." Kata Kal saat mereka sudah hampir di pintu luar rumah sakit.


"Pengawal? Untuk Apa?" Tanya Bella yang masih bingung.


"Hanya berjaga-jaga, takut nanti ada warta...." Sebelum Kal membuka lebar pintu luar rumah sakit, sekilas di luar ternyata sudah banyak puluhan wartawan berjaga.


"OH MY GOD!!!" Pekik Kal yang langsung menutup kembali pintu tersebut.


Dari arah belakang dokter berlarian menghampiri mereka.


"Hei hei kalian, Kal...Warta-wartawan sudah menunggu kalian, sebaiknya kalian pergi lewat belakang." Kata dokter yang masih terengah-engah.


"Apa yang...."


Tiba-tiba saja Kal menarik tangan Bella pergi ke belakang Rumah sakit. Kal bahkan tidak sempat untuk menjelaskan kronologi yang terjadi.


"Bella, ikut aku..."

__ADS_1


"Tapi kal....."


Bersambung


__ADS_2