
"Maksudmu apa?" Bella bertanya pada Malik dengan tatapan tajam.
Malik menghela nafasnya sebelum dia menjawab "Hahhh maaf Bella sebenarnya kami sedikit membantumu tentang masalah yang kau hadapi sekarang."
"Benar Bella, yang kami lakukan memang tidak seberapa tapi setidaknya itu mengurangi masalahmu." timpal Zen.
"Kami yang memenjarakan Professor Jeong Yo." Ujar Malik.
Jadi mereka, itu bagus kan toh aku jadi tak usah repot membalasnya dengan tanganku sendiri.
"Kalau begitu apa yang kalian inginkan karena telah membantuku?" Tanya Bella.
Gadis itu memang dari awal sudah tak percaya akan kebaikan seseorang yang tulus membantunya, Bella pikir hanya sedikit orang yang akan membantunya setulus hati.
"Bukan itu yang ingin kami katakan Bella, tolong jangan salah paham pada kami." Jelas Malik membuat suasana tenang.
"Baik, segera katakan apa yang ingin kalian bicarakan padaku."
"Bella, entah harus bagaimana kita mengawalinya agar kau tidak salah paham pada kami tapi ku harap kau mengerti." Ujar Zen dengan bola mata yang memancarkan keimutan di wajahnya.
__ADS_1
"Kami berdua menyukaimu Bella." Dengan cepat Malik berkata seperti itu pada Bella.
APA?? Mey aku tidak salah dengar kan?!! Teriak Bella di dalam.
"Tidak Bella kau tidak salah dengar."
Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan? pergi dari sini atau langsung tolak mereka? Berkali-kali Bella meributkan hal sepele itu dalam pikirannya, gadis itu bertengkar dengan Meimei di pikirannya sendiri.
"Tolak saja Bella kalau kau memang tidak menyukai mereka, setelah itu kau pergi dari sini." Ucap Meimei memberi saran.
"Maaf?" Tanya Bella sembari terkekeh seolah dirinya ingin menolak apa yang baru saja ia dengar.
C'mon Bella tolak saja toh kau memang tidak salah dengar
Oke oke Fine tenang Mei, i'm so confused
"Maaf semuanya aku harus pergi, jadwalku sangat padat. Aku tidak tahu harus menjawab apa karena ini terlalu mendadak, sekali lagi aku minta maaf. Permisi." Sembari bangkit dari duduknya Bella segera mengambil tas lalu membungkuk sebagai penghormatan serta ijin pamit pergi dari sana.
"Tunggu Bella." Seru Zen namun tak bisa menghentikan Bella yang berjalan dengan cepat.
__ADS_1
Malik hanya bisa diam dan menghentikan Zen agar tak mengikuti Bella. Pria itu memang selalu menghormati keputusan Bella walau dalam hatinya ia selalu menginginkan Bella agar selalu di sisinya.
Sedangkan kini, Bella...
"O My Goodness, rasanya sangat mengerikan! Mereka benar-benar menakutkan." Ucap Meimei dengan sedikit lantang sampai-sampai orang di sekitarnya sekilas melihat tingkah Bella yang lucu.
Gadis itu berlari ke tempat dimana mobilnya di simpan dan setelah sampai di sana barulah Bella masuk ke dalam. Segera ia melakukan mobilnya ke luar halaman kampus dan pergi ke butik.
"Aku tidak tahu kalau mereka menyukaimu Bella dan aku sangat terkejut." Ujar Meimei yang sekarang sudah muncul dalam layar birunya.
Mereka berdua masih di dalam mobil menyusuri jalanan dengan sedikit cepat.
"Memangnya hanya kau saja yang terkejut, Mei ingat saja tadi aku saja kehabisan kata-kata di depan mereka." Jelas Bella.
"Yah benar, namun untung saja kau menolaknya kalau tidak rencanamu tidak akan berhasil."
"Hm, aku tidak bisa menghancurkan rencana baruku." Kata Bella dengan anggukan kepala penuh tekad dan pendirian.
Lantas setelah itu mereka melanjutkan pekerjaan mereka dan malamnya mereka bersiap-siap untuk pergi dari Korea segera ia harus keluar negeri untuk liburan.
__ADS_1