Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Tuan Muda Si Duda


__ADS_3

Lou Xi menyantap makanannya untuk pertama kali, dan ia langsung menilai makanan tersebut. "Aku tidak pernah makan makanan manusia sebelumnya dan ini rasanya...."


Lou Xi sejenak tidak melanjutkan perkataannya, hal itu membuat Bella penasaran dan menatap Lou Xi menunggu lanjutannya.


"Aneh tapi enak." lanjut nya sambil menyantap yang kedua kalinya serta seterusnya.


"Baguslah." Kata Bella yang juga melanjutkan makannya.


Di sisi lain ternyata para koki dan para pelayan tadi ternyata sedang menatap pelanggan VIP mereka dari jarak jauh. Salah seorang berkata "Apa kau memasaknya dengan benar?" Tanyanya yang terlihat sudah berumur sama halnya dengan koki tadi.


"Haih tentu saja, masakan ku itu selalu nikmat dan lezat." Ucapnya.


"Kau benar, mereka terlihat menikmati hidangan kita." Kata salah satu pelayan pria yang terlihat berumur 25 tahunan.


"KALIAN SEMUA!!!" Seru pak bos restoran itu dari arah belakang mereka. Sontak mereka terkejut dan langsung mengambil sikap siaga.


"Lanjutkan pekerjaan kalian! Jangan bergibah!!!" Teriak bos itu dengan garang. Usianya sekitar 30an, penampilannya berpendidikan tapi wajahnya seperti orang bodoh.


"SIAP PAK." Serentak mereka semua sambil kembali ke tempatnya masing-masing. Di samping itu ternyata bos mereka diam-diam melirik ke tempat meja makan Bella dan Lou Xi. Namun karena gengsinya mengalahkannya terpaksa ia kembali ke ruangannya sendiri.


20 Menit berlalu


Setelah makan malam berdua di restoran, mereka kembali mengendarai mobilnya dan pergi menuju bar. Dan tak lama kemudian mereka telah sampai di tempat tujuan mereka. Setelah memarkirkan mobil Bella dan Lou Xi keluar dari sana dan dengan gerak cepat Bella merangkul lengan kiri Lou Xi agar tetap berada dalam pengawasannya.


"Jika ada yang bertanya namamu katakanlah Justin, namamu hari ini Justin B." Bisik Bella seraya mereka berdua berjalan memasuki Bar.


"B?" Tanya Lou Xi ingin tahu apa arti kata B.


"Baby (Sayang/untuk sepasang kekasih)." Dengan santainya Bella tersenyum riang pada Lou Xi dibalik itu Lou Xi merinding dibuatnya.


"Kamu pacarku sekarang." Tekan Bella.


Perbincangan mereka berdua terhenti setelah mendapat sambutan dari pelayan bar sana. Seperti yang telah di rencanakan sebelumnya mereka akan menunggu di kursi VIP yang ada tempat haram itu.


Sambil menunggu kedatangan Azriel, beberapa pelayan bar menyediakan minuman khamr dan juga cemilan di piring.


Tentu saja Bella dan Lou Xi tidak memakannya karena mereka anti terhadap hal-hal seperti itu. Kesehatan adalah yang paling penting untuk di jaga.

__ADS_1


A few moment later


"Bella, Azriel telah sampai kemari." Bisik Lou Xi di telinga kanan Bella.


"Di mana dia sekarang?" Tanya Bella dengan suara pelan.


"Lihat saja di sana." Sambil menunjuk dengan dagunya ke arah depan sana Bella mulai mengikuti dan benar saja ternyata Azriel sedang berjalan ke mari.


Bella spontan menempelkan tubuhnya pada Lou Xi dan segera merangkul tubuh itu dengan sangat panas. Jari lentiknya perlahan-lahan melingkar ke berbagai bagian tubuh Lou Xi.


"Diam atau rencana kita akan gagal." Bisik Bella tepat di depan Lou Xi.


Bertepatan dengan Ariel yang menatap mereka membuatnya melotot tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang ini.


"Jeanne." Gumam Azriel.


"Peluk aku." Bisik Bella. Refleks Lou Xi memeluk dengan erat tubuh Bella, anehnya dia mau saja ikuti perintah Bella sampai seperti ini.


"Tatap mataku." Lanjut Bella.


Lou Xi yang memang sebelumnya melirik Azriel dengan sangat lama seketika berpindah tatapan. Dan kini mereka dua sedang dalam keadaan yang tidak pantas untuk di lihat oleh anak kecil.


Setelah kepergian Azriel, Bella mulai menghindar dari tubuh Lou Xi tak lupa ia juga membereskan gaunnya yang sempat kusut tadi.


"Apa itu? Kenapa dia pergi?" Tanya Bella.


"Dia cemburu."


"Apa kita harus menunggu lagi di sini?" Tanya Bella sekali lagi.


Lou Xi menaikkan kedua bahunya yang berarti 'tidak tahu'. Dan akhirnya Bella memilih untuk menunggu lagi di sana.


Beberapa saat kemudian


"Aaaaaa........" Teriakan para wanita yang berkunjung ke bar terdengar sampai ke tempat VIP di sini. Mereka berteriak karena ada beberapa preman yang masuk ke bar dengan paksa.


Mereka adalah bawahan Azriel yang juga pernah menculik Bella waktu itu. Dan kini mereka sekarang, sedang menjalankan tugas dari majikan mereka.

__ADS_1


"Dia datang." Kata Bella sambil bangkit dari tempat duduknya sontak Lou Xi pun ikut berdiri.


Kegaduhan di depan terdengar sangat jelas, sepertinya para preman itu sedang menghancurkan barang barang di sana. Pengunjung bar pun ada yang keluar untuk menghindari pertikaian itu.


Davin datang tepat waktu dan Bella langsung memberikan perintah padanya dengan tegas dan jelas.


"Davin bawa pergi semua orang, bar sementara akan di tutup hari ini. Ingat! Jangan sampai ada orang yang terluka." Ucap Bella.


Davin mengangguk dan langsung menjalankan perintah Bella dengan cepat.


"Baik."


Sementara itu Bella sudah siap dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Karena ia tahu rencana yang ia buat memang belum sepenuhnya selesai.


"Lou Xi! Kita harus melawan mereka. Azriel tidak kabur dan malah mengirim mereka datang ke sini(para preman)." Kata Bella dengan suara yang keras.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang Bella?"


Bella tidak menjawab pertanyaan Lou Xi ia malah mencari sebuah kayu dan setelah menemukannya dari potongan meja ia baru dipotong nya. Bella langsung memberikannya pada Lou Xi dengan cara di lempar.


"Gunakan itu dan kita akan bertarung." Ujar Bella dengan penuh semangat diri yang berkobar-kobar.


"APA?"


"Kenapa kita tidak kabur saja dari sini?" Lanjut Lou Xi yang terlihat sudah tak bersemangat untuk berkelahi dengan para pria berotot itu.


"Cuih pengecut."


"Ck, kau meremehkan ku kalau begitu ayo kita bertarung dengan mereka." Kata Lou Xi seraya bersiap dengan tingkat kayunya yang ia letakkan di bahu kanannya.


Apa yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Para preman itu sudah berdiri tegap di hadapan mereka berdua. Terlihat jika dari penampilan, Bella dan Lou Xi kalah jumlah dan kalah bentuk tubuh.


"Wanita, ikutlah dengan kami tuan muda ingin bertemu denganmu." Ucap salah satu dari mereka, tepatnya orang itulah yang paling depan berdirinya dari pada yang lain.


Bella terkekeh sembari berkata "Haha, tuan muda? Majikan duda mu itu ya?"


...Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen🥰🙏 Terimakasih juga untuk kalian selalu mendukung novel ini, sampai jumpa besok ya🤗


__ADS_2