
Di samping itu Azriel telah di tangkap oleh kepolisian. Bersama pengacaranya ia berhak membela diri. Namun setelah polisi memberikan pernyataan bahwa dirinya dituntut oleh Bella atau yang tak lain adalah Jeanne Belt membuat Azriel terdiam seribu bahasa dan masih tak percaya.
Singkat cerita mereka kini sudah berada di pengadilan. Hakim yang tadi ada di pengadilan sebelumnya malah menggelengkan kepala karena kembali bertemu dengan Bella yang menuntut dua orang sekaligus dalam satu hari.
Seperti hal nya tadi, pembukaan dimulai dan keputusan akhir akan dilanjutkan nanti.
Tak menunggu banyak waktu Bella keluar lebih dulu dari Azriel dan ia pun kembali ke rumah.
Di sana benar saja Ella sudah menyiapkan makanan yang di pesan tadi pagi.
"Selamat datang nona." Sambut para pelayan.
"Mm Terima kasih."
Dari belakang Tom mulai pamit untuk kembali bekerja. "Nona saya akan kembali ke perusahaan, beristirahatlah dan jaga kesehatan dengan baik." Ucap Tom dengan nada memerintah.
"Iya aku akan melakukannya terima kasih telah membiarkanku libur kerja hari ini."
"Keselamatan nona adalah yang utama. Kalau begitu saya pamit dulu."
"Baiklah hati-hati di jalan."
Setelah kepergian Tom, Bella masuk ke dalam dan mulai memakan makanan yang telah di siapkan Ella.
"Sangat enak, Ella aku mendukungmu menjadi Chef. Semangat!!!"
Ella tersenyum senang melihat Bella memberinya semangat tinggi, ia pun mengucapkan kata-kata terima kasih berulang kali.
"O iya tadi aku sempat mampir ke Universitas ini, untuk mendaftarkan mu di sana. Minggu depan adalah tesnya dan mulai hari ini aku ingin kau fokus pada tesnya. Biarkan bibi yang mengurus semuanya." Jelas Bella.
Ella melongo tak percaya, wajahnya perlahan-lahan mulai memerah. Hal itu karena Ella bahagia, terkejut, senang, sedih dan semuanya tercampur aduk menjadi satu. Tidak ada lagi kata Terima kasih yang harus ia ucapkan pada Bella, ia sangat berharap suatu saat ia sukses dan menunjukkan pada Bella bahwa ia bisa.
"Nona, ini sangat berharga aku tidak tahu harus bagaimana lagi mengucapkan banyak terima kasih pada anda. Saya janji suatu saat saya pasti menjadi Chef dan membuktikan keberhasilan saya."
"Baguslah tetap semangat seperti itu. Pergilah beristirahat, aku akan kembali ke kamar."
"Siap nona."
Bella terkekeh seketika seraya dirinya berjalan menaiki tangga sana.
Satu Minggu kemudian
"Nona, saya sudah siapkan semuanya untuk di pengadilan nanti. Mohon anda percaya pada saya bahwa semua nya akan berjalan lancar." Ucap Yohan saat mereka bertiga hendak datang ke pengadilan.
"Yohan tenang saja aku selalu percaya padamu."
"Terima kasih nona."
__ADS_1
"Mm, ayo kita berangkat."
Akhirnya mereka pun berangkat menuju pengadilan dan bersiap untuk mengetahui hasil dari keputusan para hakim.
Sesampainya di sana, seperti halnya minggu kemarin Bella di sambut tidak ramah oleh saudara tirinya dan itu masih tidak ia pedulikan.
Tatapan sinis dari mereka semua selalu tertuju Bella, namun Bella tetap acuh dan fokus pada persidangan kali ini.
30 menit kemudian
"Sayang sekali kau kalah." Hardik Bella pada saudara tirinya.
"Mas gimana ini, kita harus hidup bagaimana kalau tidak ada uang. Bisnis kau pun sudah bangkrut bagaimana dengan anak-anak. Mas pikir dong!!!"
Perdebatan antara suami istri itu malah membuat sebuah kebahagiaan untuk Bella, yah walaupun sebenarnya ia tak ada hubungannya sama sekali dengan mereka namun Bella juga merasakan betapa sakit hatinya Jeanne dulu.
"Mas, kamu bujuk anakmu yang satu itu untuk membebaskan kita dari kehancuran." Omong kosong dari ibu tirinya itu terus terlontarkan dari mulutnya.
Ayah Jeanne menatap sayu Bella, namun secepat mungkin Bella mengacuhkan tatapan penuh harapan itu. Bella memalingkan wajahnya dan pergi masuk mobil dengan keamanan ketat dari para bodyguard nya.
Teriakan tangis pilu terdengar keras sebelum Bella benar-benar meninggalkan tempat itu.
Rasakan pembalasan itu, ibu tiri....
Selepas dari tempat Bella kembali ke perusahaannya untuk mengatur bisnisnya yang sudah berkembang sangat pesat. Anak perusahaannya pun kini sudah semakin maju dengan banyaknya keuntungan yang diperoleh.
Hari ini tepatnya siang hari ia akan mengunjungi kembali pengadilan untuk mengetahui hasil dari persidangan sebelumnya atas kasus Azriel.
"Nona, keamanan akan kami perketat kembali. Jangan lupa pakai masker anda kami akan sebisa mungkin untuk menutupi wajah anda." Kata Tom.
"Baiklah ayo." Mereka bertiga pun kembali menaiki mobil menuju pengadilan. Sesampainya diluar perusahaan ia di sambut oleh para wartawan yang sudah bersiap dengan kameranya.
"Nona silakan." Ucap Tom membuka pintu mobil.
Setelah itu mereka pun berhasil keluar dari kerumunan para wartawan. Tidak sampai di situ ternyata setelah sampai di tempat tujuan ada lagi wartawan lain yang sudah berkumpul di sana hal itu malah membuat Bella merasa risih dan tidak nyaman.
30 menit kemudian.
Setelah persidangan berakhir dan keputusan pemenang pun telah diumumkan, Bella kembali di sambut oleh puluhan wartawan yang menunggunya keluar dari dalam sana. Hasil itu di menangi oleh Bella dan tentu saja Bella tahu hal itu karena walau Azriel berusaha keras untuk melindungi dirinya sendiri namun bukti berat tentang dirinya mengalahkan pengacaranya.
Kesal dan marah tentu saja di rasakan oleh Azriel bukan hanya itu dirinya juga merasa terhina karena ternyata perusahaan Bella lebih besar darinya.
Di sisi lain Bella sibuk dikejar oleh para wartawan dan itu membuat Bella kelelahan. Belum lagi ia harus bekerja di perusahaan dan Tom pun kena imbasnya karena harus mengatasi para awak media itu.
"Tom, apa kau bisa mengatasi mereka (Awak media)?"
"Tentu nona."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu aku tunggu kabar baiknya." Ujar Bella sambil melanjutkan pekerjaannya di depan komputer.
"Saya permisi nona."
"Iya baiklah."
Keesokan harinya
Bella dan Tom setuju untuk mengadakan acara pers untuk hari ini dan meluruskan berita tentangnya yang ramai di bicarakan oleh masyarakat.
Dan inilah sekarang Bella sedang berdiri di hadapan para wartawan dan memberikan penjelasan pada mereka.
Ia menceritakan detailnya dan menjawab pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan para wartawan.
Acara itu kembali menjadi berita hot dan trending dimana banyak masyarakat mendukung aksinya dan menyemangati Bella atas pekerjaannya sebagai CEO wanita termuda di negara ini.
Dan begitulah akhir dari misi kali ini.
"Bagaimana kau akan mengakhiri perjalanan hidup Jeanne Belt, Lou Xi?" tanya Bella pada Loh Xi yang sudah duduk di depannya sekarang.
"Bella aku punya ide, menikah lah dengan Davin dan berikan dia semua aset yang kau miliki. Lagi pun aku akan membuatmu meninggal setelah ini." Jelasnya.
Suasana di kamar ini seketika hening, di mana Bella merasa sangat lelah dengan semua yang ia lakukan sekarang.
"Jika ini berakhir apa aku bisa kembali ke dunia ku sendiri?" Tanya Bella dengan sangat berharap jawabannya akan sama dengan apa ya ia inginkan sekarang.
"Aku mohon maaf sekali lagi tapi masih ada misi lain yang harus kau selesaikan."
Bella menghela nafas setelah mendengar ucapan Lou Xi barusan. Ia sedang tidak ingin berdebat dengannya.
"Kalau begitu beritahu aku sekarang apa misi selanjutnya?"
"Aku hanya bisa memberi tahu spoiler nya saja. Aku tidak bisa memberitahu semuanya."
"Katakan saja cepat!!"
"Misi selanjutnya kau akan berada di masa kerajaan negeri China. Negara tempatmu tinggal, dan kau akan memiliki misi yang berbeda dari sebelumnya." Jelas Lou Xi.
"Lalu?"
"Itu saja yang bisa aku katakan selebihnya nanti setelah kau meninggalkan dimensi ini. Sampai jumpa kembali Bella." Lou Xi pergi dengan cepat bersama kabutnya dan tinggallah Bella seorang diri kamar itu.
Terlihat Bella merebahkan dirinya di kasur dan membuang nafasnya kasar.
"Hauh Capek sekali."
...Bersambung...
__ADS_1