
"Kalau pun anda tidak percaya, saya punya bukti yang mungkin bisa mengurangi hukuman yang diberikan. Tapi anda juga harus adil dalam menyelesaikan masalah ini pak." Ucap Bella membela diri.
Professor Jeong Yo lalu berdiri, walau wajahnya terlihat tidak fokus akan tetapi gerak-gerik yang aneh membuat Bella paham kalau Professor Jeong Yo ingin melindungi Soo Ah dan teman-temannya.
"Tunjukkan buktinya pada kami." Titah Professor Jeong Yo pada Bella.
Namun Bella tidak melakukan apa-apa, ia pikir bukti yang ia berikan sekarang tak akan berguna kalau yang melihat video itu adalah sekutu Soo Ah sendiri.
"Sebelum itu, bolehkah anda memberitahu padaku secara detail bagaimana Soo Ah memberikan laporan pada anda."
Sontak semuanya kaget, kalau mereka memberitahu laporan singkat dari Soo Ah itu mungkin akan merugikan pihak kampus atas sikap mereka yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada.
"Bukankah saya sudah menjelaskan nya tadi!" Bentak Professor Jeong Yo.
"Saya juga ingin bukti pak! Laporan yang Soo Ah berikan harus ada bukti, kapan saya memukul Soo Ah pada kakinya? itu tidak benar."
Semuanya hening sesaat, namun dengan penuh percaya diri Soo Ah maju ke depan memperlihatkan hp miliknya di depan Bella, di sana terdapat video kekerasan yang di alami Soo Ah. Namun anehnya pelaku sebenarnya tidak terlihat karena bertolak belakang dengan kamera.
Di dalam video itu terlihat...
Seorang wanita berpakaian persis dengan baju yang dipakai Bella sedang memukul keras kaki kanan Soo Ah dengan sebuah tongkat kayu.
"Akhhhh Bella sakit! Ampun Bella ampun!" Desis Soo Ah dengan menunjukkan rasa sakit di wajahnya.
Setelah rekaman video itu selesai, barulah Bella terdiam tak bisa membela dirinya lagi. Ia butuh sesuatu yang bisa ia pakai untuk langsung menjatuhkan Soo Ah sekeras mungkin ke dalam tanah. Menunjukkan padanya betapa kejamnya Bella saat sudah bertindak.
"Bukankah itu kamu Bella?" Tanya Professor dengan berani.
"Baju yang gadis itu pakai sama dengan baju yang kau kenakan kemarin." Lanjutnya.
Bella hanya bisa menghela nafas pelan, ia lalu menatap wajah Professor Jeong Yo lalu berkata padanya...
__ADS_1
"Baiklah pak, kali ini saya mengalah saya akan menerima hukuman yang bapak berikan tapi saya akan katakan kalau dalam video itu bukan saya yang melakukannya. Saya memang menjambak rambut Soo Ah tapi saya melakukannya karena mereka bertiga Melakukan tindak bullying. Saya bersumpah bukan saya yang memukul kaki Soo Ah. Saya juga berjanji kalau pun akhirnya kasus ini terpecahkan dan terbukti saya tidak bersalah, saya ingin anda menghukum mereka bertiga dua kali lipat dari hukuman yang anda berikan pada saya." Jelas Bella pada Professor Jeong Yo di hadapan semua orang yang ada di sana.
Kebetulan ayah Soo Ah tiba di sana dan mendengar perkataan Bella sedari tadi tepat di pintu masuk.
"Saya akan pergi sekarang, permisi." Ucap Bella seraya menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat pada Professor Jeong Yo.
Bella berjalan keluar dan ia mendapati pejabat Choi beserta bawahannya di depan pintu. Bella menunduk sedikit lalu pergi dari sana dengan Meimei ikut di belakangnya.
"Ayo Mei kita pulang." Ajak Bella pada Meimei.
Keduanya lalu keluar dari lingkungan kampus dan berjalan menuju halte, di sana ia berdiri menunggu bus datang terkadang orang-orang menatap mereka berdua karena Meimei yang menjadi pusat perhatian.
"Wah Daebak so cute."
"Omo-omo lihatlah robot itu, unyu sekali."
Beberapa orang memuji Meimei yang dengan tingkahnya itu menunjukkan emoji lucu pada semua orang yang melihatnya.
"Baik Bella jangan khawatir tentang itu."
Lalu bus datang dari arah kiri, setelah itu orang-orang pada masuk ke sana Bella membantu Meimei naik ke bus dengan cara di gendong. Ia lalu memilih kursi di dekat jendela kaca dan sembari memangku Meimei di pahanya Bella menatap bangunan-bangunan yang ada saat bus mulai berjalan menyusuri jalanan.
Beberapa menit kemudian
Setelah sampai di rumah Bella langsung menyiapkan komputer yang ia punya, sekalian ia juga mempersiapkan cemilan di atas meja. Setelah itu ia memulai aksinya membalas dendam pada Soo Ah.
Kress kress
Bunyi berisik dari Bella yang sedang mengunyah cemilannya. Gadis itu dengan santai menjalankan komputernya sekaligus ia juga tersenyum karena mungkin dirinya bisa membuat berita besar nanti sore.
"Meimei kirim videonya padaku, video kemarin." Ucap Bella pada Meimei.
__ADS_1
Meimei lalu menjalankan perintah Bella, ia menghubungkan dirinya dengan komputer yang ada di meja lalu mengirim file yang ada.
Apa yang Meimei lihat pasti akan menjadi sebuah rekaman, rekaman itu akan selalu tersimpan dengan aman di dalamnya. Contohnya saja rekaman video waktu di toilet kemarin.
"Terimakasih Banyak Mei, kau tahu aku sangat mencintaimu." Ucap Bella sembari memeluk tubuh mungil Meimei.
Bea lalu melanjutkan aktivitasnya dengan mengetikkan sebuah berita dimana itu tentang bullying yang dilakukan oleh Soo Ah dan kedua temannya. Sedangkan di sisi lain Meimei membantu Bella mengungkapkan kejahatan yang dilakukan oleh ayah Soo Ah yaitu Pejabat Choi.
Aktivitas yang dilakukannya seolah seperti seorang Hacker dengan meretas beberapa situs keamanan milik pejabat Choi.
Di sisi lain di kampus
"Tuan saya sudah membereskannya, masalah ini pasti selesai." Kata Professor Jeong Yo pada pejabat Choi, kini ucapannya lebih ramah dan santun dari pada ucapan kasarnya pada Bella tadi.
Pejabat Choi yang duduk di sofa mewah di ruangan itu, dengan santainya menyesap kopi yang di hidangkan oleh pelayan Professor Jeong Yo.
"Baguslah, lebih bagus kalau dia di keluarkan dari sini."
Mendengar ucapan pejabat Choi, Professor Jeong Yo sedikit ragu menjawabnya karena bagaimanapun juga nilai dan prestasi yang diraih oleh Bella sangat menakjubkan. Karena dengan adanya prestasi itu kampus mereka akan lebih terkenal dan meningkatkan kualitas yang ada.
"Ah tuan, itu sedikit tidak baik untuk kampus ini nanti. Karena Isabella punya nilai yang sangat bagus dari kampus sebelumnya, akan sedikit merugikan bagi kami kalau mahasiswi pintar itu keluar dari sini."
Mendengar jawaban yang diberikan Professor Jeong Yo, pejabat Choi sedikit kesal apalagi kini putrinya sudah melakukan kesalahan dan ia harus menutupinya.
Bukan hanya uang yang keluar, tetapi sifat aslinya jadi terlihat jelas di hadapan orang-orang yang ada di ruangan itu.
"Baiklah kalau begitu...."
Sebelum pejabat Choi melanjutkan, asisten pribadinya datang menghampiri dengan wajah yang khawatir.
"Tuan..."
__ADS_1