
Hari semakin sore dan kini masakan Bella sudah matang dengan bau harum yang tercium wangi di sekitaran. Bella sengaja menyimpan makanan itu di luar vila karena ia berniat akan memakannya sambil menikmati senja.
Di samping itu Soo Ah lari terbirit-birit dari lantai atas dengan kedua tangannya memegang satu set pakaian yang ia ambil di kamar atas. Kebetulan Bella ada di sana dengan tangannya memegang nampan makanan matanya menatap Soo Ah dengan heran.
"Ada apa?" Tanya Bella.
Soo Ah belum menjawab, gadis itu masih terengah-engah karena berlarian tadi. Terlihat ia mengatur nafasnya perlahan, akan tetapi raut wajahnya terlihat gelap.
"Aku sepertinya melihat hantu tadi, hah sangat menakutkan."
Jelas Soo Ah yang masih memakai handuk sebagai penutup tubuhnya yang indah. Melihat itu Bella langsung pergi tanpa menjawab ucapan Soo Ah tadi, Bella tak peduli dan segera pergi keluar membawa makanannya.
"Hei tunggu." Serunya sambil berlari mengikuti Bella dari belakang.
Sekali lagi Bella tak peduli disaat Soo Ah terus-menerus mengoceh tak hentinya.
"Diam lah cepat pakai bajumu setelah itu kita makan." Titah Bella walau pandangannya tetap pada aktivitasnya yang sedang merapikan tempat makan mereka nanti.
Soo Ah terdiam dan dengan terhentinya ocehan itu tiba-tiba saja Bella berbalik ke belakang dan melihat hal gila yang di lakukan oleh Soo Ah.
"AKHHHH." Bella berteriak sekencang mungkin di saat matanya sedikit ternodai saat melihat Soo Ah mengganti pakaiannya tepat di bawah pohon di luar vila.
Soo Ah yang juga sama-sama terkejut segera mempercepat dirinya memakai baju.
"Kau Gila! Pakai bajumu di dalam sana!" Teriak Bella yang kini sudah membalikkan badannya tak menatap Soo Ah yang berada di belakang.
"Kyak itu juga karena mu, kalau saja tempat ini banyak orang aku tidak mungkin ketakutan seperti ini hanya gara-gara baju." Balas Soo Ah dengan nada kesalnya.
Bella hanya bisa menggelengkan kepalanya walau ia juga tak tahu. harus berbuat bagaimana.
"Sudahlah ayo kita makan." Ucap Bella mengajak Soo Ah untuk duduk bersamanya di sana.
Tepatnya di hamparan sebuah kain dan di tengahnya ada berbagai makanan serta pemandangan alam yang menakjubkan di depan sana memperlihatkan panorama senja matahari terbenam.
Mereka berdua bersama menikmati keindahan itu, makan bersama-sama dan mengobrol bersama.
Singkat waktu
__ADS_1
Malam pun tiba, waktu yang paling tidak diinginkan. Bukan tanpa sebab Soo Ah kini merinding ketakutan pasalnya setelah menikmati pemandangan indah sore tadi kini berubah mencekam.
"Bella." Panggil Soo Ah saat mereka kini sudah berada di ruang tv.
"Apa?" Sekilas Bella melihat Soo Ah yang menatapnya dengan sendu.
"Bisakah aku tidur denganmu malam ini?" Walau sebenarnya Soo Ah yakin Bella akan menolak namun dirinya tetap berusaha untuk bertanya.
"Tidak." Bella menjawab dengan cepat sembari dirinya memasukkan satu keripik kentang ke dalam mulutnya.
"Ayolah Bella, lagi pun kau juga kan yang membawaku ke sini."
"Kau juga tidak menolaknya." Balas Bella dengan cepat yang membuat Soo Ah menghela nafasnya tak bersemangat.
Di samping itu televisi yang menyala di depan sana menonton kan sebuah film laga yang berbumbu horor.
"Bella tolong ganti channel-nya." Ucap Soo Ah, Bella pun mengambil remote yang ada di sampingnya lalu memberikannya pada Soo Ah.
Perlahan Soo Ah memencet tombol next lalu muncullah tayangan bola di sana. Ia pun lalu tersenyum kecut setelahnya gadis itu pun meletakkan kembali remote ke meja.
"Kamu suka bola?" Tanya Bella dengan sedikit ramah.
Bella menganggukkan kepalanya dan tiba-tiba ia berdiri sembari merapikan bantal yang ada di sofa, tentu saja Soo Ah terkejut dan mulai terlihat lagi ketakutan di wajahnya.
"Tadi aku sudah memberitahu mu kan kalau kamar mu ada di atas paling kiri samping kamarku, karena kebetulan aku tidak suka bola silahkan saja kau menontonnya. Aku ingin tidur."
Duar
Seolah ada petir yang menyambar ke dalam pikirannya Soo Ah, kali ini gadis itu benar-benar ketakutan. Wajahnya langsung menatap pada TV yang kini sedang menampilkan pemain bola yang menggiring bolanya ke gawang lawan.
"Lihat itu dan dukung tim yang ingin kau dukung." Ucap Bella kembali sembari dirinya mulai melangkah ke arah tangga sana.
Soo Ah gemetar bingung harus berbuat apa, buru-buru gadis itu mengambil remote dan mulai mematikan TV.
Di samping itu Bella sudah mulai menguap, walau kenyataannya gadis itu tahu Soo Ah sedang ketakutan sekarang akan tetapi Bella tetap membiarkan rasa takutnya semakin besar.
Dari arah belakang Soo Ah dan tepat di saat Bella hendak menutup pintu kamar Soo Ah mencegahnya.
__ADS_1
"Apa lagi?" Tanya Bella dengan nada malas sekaligus matanya yang berat untuk terbuka lebar.
"Aniyo, hanya saja aku ingin tidur denganmu." Soo Ah sangat berharap ia tak sendirian tidur di sini.
Akan tetapi...
"Berhenti menggila."
Brak
Suara kencang saat pintu itu tertutup mampu membuat sebuah angin berhembus di depan Soo Ah. Bahkan Bella langsung mengunci kamarnya sesaat pintunya di tutup.
"Bella." Terdengar suara penuh harapan dari Soo Ah yang ada di depan pintu.
Sesaat kemudian Soo Ah berbalik dan dengan kecepatan seribu gadis itu berlari ke kamarnya dan mulai menutup pintu itu dengan sangat kencang hingga terdengar sampai ke kamar sebelah (Kamar Bella).
Bukan hanya itu Soo Ah langsung berlari ke kasur dan mulai menutup penuh tubuhnya dengan selimut. Kamarnya yang terang benderang membuatnya tak bisa tidur karena memang biasanya Soo Ah tertidur dengan lampu kamar di matikan.
Di kamar Bella
"Meimei." Panggil Bella di saat Meimei ada di depannya dengan emoticon bingung muncul di wajahnya.
"Biarkan Soo Ah seperti itu, toh dia memang harus belajar untuk tidak takut."
Jelas Bella seraya dirinya naik ke kasur dan mulai merebahkan diri.
"By The Way Mei, apa benar ada hantu di sini?" Tanya Bella yang tiba-tiba saja ia penasaran dengan ucapan Soo Ah sore tadi.
Meimei menggeleng dan ia pun menjawab "Iya."
"Bukannya kau menggeleng yang artinya tidak ada?!" Bella heran bagaimana pun tadi Meimei menggelengkan kepalanya.
"Di vila ini memang ada hantu Bella tapi mereka hanya usil saja." Jawab Meimei.
Mendengar itu Bella kemudian bangkit dan melangkah mendekati pintu kamar, di bukanya kunci itu agar saat Soo Ah lari ke kamarnya tak harus ia bangun hanya karena mengunci pintu.
Dan benar saja sesaat dirinya hendak naik ke kasur lagi, terdengar suara langkah cepat dari depan dan gedoran pintu serta terbukanya pintu itu dengan kasar mampu membuat Bella terkejut tak karuan.
__ADS_1
"BELLA." Teriak Soo Ah yang lari terbirit-birit menghampirinya.
"ADA SETAN!!"