Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
IBU KAU YANG TERBAIK


__ADS_3

Seorang pria tua berusia sekitaran 50an datang menghampirinya, walaupun terlihat tua namun tubuhnya masih terlihat gagah dan berwajah tegas.


"Selamat datang Nona Jeanne." Sapa pria itu yang ternyata adalah asisten pribadi mendiang ibunya Jeanne.


"Ah iya." Sapa Bella kembali dengan anggukan kepala darinya.


"Perkenalkan Nona, saya Thomas asisten pribadi yang akan menemani anda menjalankan perusahaan. Panggil saja saya Tom, almarhum nyonya sering memanggil saya seperti itu. Saya akan sangat senang jika anda juga memanggil ku seperti itu." Ucap Tom sambil tubuh yang sedikit membungkuk.


Bella tersenyum dan mengangguk sambil berkata "Baiklah, Tom."


Tom pun tersenyum dan kembali menundukkan kepalanya sedikit setelah itu ia mempersilahkan Bella untuk ikut dengannya.


"Saya sudah siapkan ruangan untuk anda, mohon anda ikut dengan saya." Ujar Tom.


Hingga akhirnya mereka berjalan ke arah lift diikuti beberapa bodyguard dibelakangnya. Lift sampai di lantai paling atas yaitu lantai 60.


Perusahaan bergerak di bidang tekhnologi dan informasi. Mencakup beberapa situs web dan segala dengan memberikan prioritas pada layanan penyediaan hardware, pembuatan software (software development), pembuatan website (web design dan web development), maintenance computer (PC dan laptop), serta jasa konsultan teknologi informasi.


Di sini mereka berada di lantai paling tinggi dan sangat luas. Tinggallah mereka bertiga yang akan membahas mengenai permasalahan yang ada, masalah-masalah yang sedang di hadapi di perusahaan.


Rapat itu berakhir sampai dua jam saja. Selebihnya mereka harus rapat bersama para direktur mereka. Posisi kepemimpinan di perusahaan kini sudah ditetapkan, namun bagaimana juga masih harus mengadakan rapat bersama.


Tom yang sudah memberitahu bagaimana cara kerja mereka, segera Tom dan Yohan pergi dari ruangan CEO itu serta membiarkan Bella menikmati suasana barunya.


Hal pertama yang Bella lakukan di sana adalah berkeliling di ruangan tersebut. Menikmati pemandangan yang kota di bawah sana, merasakan suasana sejuk di ruangan itu. Rapat bersama para direktur nanti akan dilaksanakan satu jam lagi. Itu artinya ia harus mempersiapkan diri pada semua orang. Walau mungkin akan ada orang yang menentangnya.


Tak ingin membuang waktu berharganya, ia segera mengecek beberapa properti lainnya yang ditinggalkan oleh almarhum ibu Jeanne. Di sana tertulis ada sebuah kafe, restoran, hotel, bar, dan termasuk juga perusahaannya ini. Kekayaan yang begitu banyak harus ia tanggung sendiri.


Anehnya kenapa ayah Jeanne tidak tahu istrinya begitu kaya?!! Pikir Bella.

__ADS_1


Di kursi kebesarannya itulah ia mulai menjalankan komputernya, memasuki beberapa situs dan mengecek semua keadaan. Dibantu oleh Meimei ia mulai membaca dengan teliti satu persatu permasalahan yang ada di Kafe, untuk sementara ia akan fokus satu-satu.


Butuh beberapa menit ia mengecek semuanya, waktu ternyata sudah menunjukkan jika Bella berkutat di komputernya selama 45 menit. Itu artinya masih ada 15 menit untuk ia mengecek restoran.


Tibalah waktu Bella untuk rapat bersama, Tom sudah bersiap dengan membawa beberapa berkas penting dan segera masuk ke dalam ruangan Bella.


Bella mengangguk lalu keduanya pergi ke ruang rapat. Di sana sudah berkumpul para direktur bawahan Bella, seorang wanita yang juga ternyata asistennya menunduk dan mempersilahkan Bella duduk di kursi paling depan.


Tom memulai rapat dengan memperkenalkan Bella di hadapan semua orang di sana. Setelah itu ia lalu menjelaskan alasan mengapa kepemimpinan mereka di ganti. Dari banyaknya direktur di sana ada beberapa orang tidak setuju dengan pergantian posisi besar itu, menganggap jika Jeanne tidak mungkin mampu mengurus pekerjaan yang berat itu.


Namun karena jumlah orang yang mendukung Bella lebih banyak makan mau tak mau mereka yang tidak setuju harus menerimanya dengan lapang dada.


Rapat berakhir setelah membahas permasalahan yang ada, tentu saja Bella mengatur semua orang untuk kerja sesuai posisinya masing-masing.


Setelah rapat berakhir Bella dan Tom mulai keluar dari ruangan rapat dan kembali ke ruangannya masing-masing.


"Sedikit, mungkin ini karena hari pertama." Ucap Bella.


"Saya akan membawakan teh untuk anda."


"Kuharap tehnya manis." Kata Bella sambil tersenyum.


"Baik Nona." Tom mengangguk menerima permintaan Nona mudanya itu. Tom memang sudah menjadi asisten yang setia sejak generasi ibunya Jeanne. Dan dari itulah Bella membutuhkan informasi langsung dari Tom.


Hanya saja Bella tidak mungkin membahasnya langsung di lift. Ia lebih memilih waktu dan tempat yang tepat.


Setelah masuk ke ruangannya sendiri, Bella lalu melanjutkan aktivitas nya tadi yang sempat terhenti oleh jadwal rapat.


Beberapa saat kemudian, Tom datang dengan nampan di tangannya. Tentu ajar Bella tahu jika itu adalah teh. Bella lalu berdiri dan mulai duduk di sofa sana, Tom lalu menyuguhkan teh itu di meja sambil berkata "Selamat menikmati tehnya Nona."

__ADS_1


"Duduklah, ada yang ingin ku bicarakan denganmu." Ucap Bella membuat Tom memiringkan wajahnya.


"Tentang ibu." Lanjut Bella hingga akhirnya Tom mengerti dan langsung duduk di sofa depan Bella.


"Saya akan berusaha menjawab semua pertanyaan dari Nona."


"Tom, tolong ceritakan padaku semuanya. Awal mula kenapa semua ini terjadi." Jelas Bella.


Tom awalnya menghela nafas, sebelum akhirnya ia mulai menceritakan dari awak hingga akhir cerita yang ia tahu.


Nyonya (ibu Jeanne) dulunya adalah seorang putri tunggal keluarga Rose. Semua orang juga tahu jika kelurga Rose adalah kelurga terkaya di negara ini. Namun orang tua nyonya tidak pernah membiarkan siapapun mengetahui identitas putri tinggal mereka. Termasuk ayahmu Sam, pernikahan mereka tidak pernah mendapatkan restu dari orang tua nyonya. Hingga akhirnya cinta membutakan ibumu, ia rela meninggalkan semua yang dimilikinya dan menikah dengan ayahmu. Ia berbohong pada Sam, jika dirinya adalah seorang anak yatim-piatu.


Sam dan ibumu menikah setelah itu, pernikahan keduanya berjalan lancar namun tiga tahun setelahnya ayahmu ternyata berselingkuh dari ibumu. Dan dari kejadian itu ibumu meninggalkan semua yang dimilikinya dulu kepadamu.


"Lalu dimana nenek dan kakekku?" Tanya Bella.


"Mereka sudah lama tinggal di desa, negara Belanda tempat nenek dan kakek mu bertemu untuk pertama kalinya."


"Sejak kapan mereka di desa?"


"Sejak almarhum menikah." Jawab Tom dengan helaan nafasnya.


Jika dilihat, Tom ternyata seorang pria sejati dan setia selalu. Terbukti betapa baktinya dia pada keluarga ibunya. Dialah orang yang selalu bersama dalam keadaan suka maupun duka, sangat sulit menemukan orang sepertinya. Dan dari itu Bella mulai penasaran dengan kehidupan pribadi Tom.


"Apa selama ini kau selalu membantu ibuku?"


Bersambung


Hi Semua jangan lupa like nya ya, mohon maaf juga karena update nya malam-malam. Semoga suka dan terimakasih🥰

__ADS_1


__ADS_2