
"HEIIIII......" Teriak Bella tak kalah kencangnya dari Pak Bason.
"Berani sekali kau pak tua!!" Lanjut Bella
"Ck, hei wanita pergi lah sebelum algojo ku menghabisi mu." Ucap pak Bason meremehkan Bella.
Algojo yang berwajah preman itu sudah bersiap mengencangkan otot mereka untuk membawa dia manusia yang lemah. Namun sebelum algojo itu benar-benar mendekat pada mereka berdua, Bella segera menunjukkan sebuah kertas yang ia gantungkan di samping telinganya kanannya agar ditunjukkan kepada pak Bason.
"Apa itu?" Tanyanya.
"Surat kepemilikan."
"Kau pasti tahu jika tempat ini bukan sepenuhnya milikmu, tapi milik ibuku. Sekarang tempat ini menjadi milikku dan kau adalah anak buah ku." Lanjut Bella.
Sontak para algojo di belakang mereka berhenti dan mulai saling memandang satu sama lain. Pak Bason hanya bisa berusaha menyangkalnya.
"Hahaha tidak mungkin, hei wanita jangan berani berbohong apalagi memalsukan dokumen. Aku bisa menuntut mu." Ancam pak Bason.
"Tuntutlah dan kita lihat siapa yang akan menang." Dengan keberanian Bella, ia langsung membungkam pak Bason yang sudah gelagapan dibuatnya.
Melihat hal itu, Bella segera mengambil kesempatan dengan mengambil kepercayaan algojo pak Bason.
Bella berbalik sambil berkata "Dengar, aku pemilik bar ini sekarang. Kalian semua harus mematuhi ku, dan juga kau...." Tunjuk Bella pada pak Bason yang masih terdiam tak berkata apapun.
"Jika masih ingin bekerja di sini, ikuti perintahku jika tidak....." Dengan bahasa tubuhnya yang seakan memotong lehernya, Bella harus memojokkan pak Bason agar mau bekerja dengannya.
"Kau tau apa maksudku bukan?" Lanjut Bella.
"I-iya..." Jawab pak Bason terbata-bata.
Bella lalu segera keluar dari ruangan pak Bason tentunya diikuti oleh Davin dan para algojo yang juga ikut keluar dari tempat itu.
"Davin!" Panggil Bella pada Davin.
"Iya?"
"Kau akan menjadi asisten pribadi ku di sini dan mulai hari ini, sekarang ini dan detik ini juga titik gak pakai koma." Bella lalu melanjutkan langkahnya ke lantai bawah di bar itu.
Davin hanya bisa menuruti apa yang dikatakan Bella, sekarang pun ia mengekor Bella yang berjalan ke arah Lounge.
__ADS_1
Sedikit informasi dari Google
Lounge, adalah tempat nongkrong yang shady (remang) karena lampu yang disediakan pun juga minim. Didalamnya selain menjual alkohol, tapi juga menjual makanan (besar dan kecil).
Di sana ada seorang pelayan perempuan yang menjaga tempat itu, wanita itu menunduk patuh setelah melihat Bella datang dan ia segera pergi dari sana.
"Bagian mana sebelumnya kau bekerja?" Tanya Bella.
"Di sini." Jawab Davin menunjuk tempat yang sekarang sedang mereka kunjungi.
Keduanya masuk dan mulai mengenakan baju khusus di sana, sambil berkata pada Davin Bella mulai bertanya-tanya padanya.
"Apa kau mengenal wanita tadi?"
"Kami tidak terlalu dekat, hanya sebatas tahu nama saja." Ucap Davin.
"Apa mereka semua sudah tahu aku pemilik baru di sini?"
"Tentu saja, kedatangan mu tadi membuat semua orang yang bekerja di sini bertanya-tanya. Dan berita baru selalu lebih cepat tersebar." Jelas Davin sambil menyuguhkan beberapa minuman pada pelanggan yang datang.
Beberapa dari mereka sempat melirik pada Bella yang menarik perhatian banyak orang dengan tubuhnya yang sempurna di tambah cantik wajahnya.
"Sebenarnya aku tidak ingin mengajar pada orang lain, tapi karena kau adalah bos ku terpaksa aku harus mengajarimu." Ujar Davin yang menaikkan senyumannya sebelah.
"Itu memang sudah seharusnya." Ucap Bella dingin.
Namun setelah itu, mereka berdua mulai saling belajar dan mengajar. Davin dengan telaten memberi tahu semua nama-nama minuman yang ada di dalam lemari besar itu, ia juga memberi tahu cara menunaikan anggur dengan baik. Sempat-sempat keduanya bercanda bersama dengan tingkah laku Davin yang berusaha memamerkan keahliannya menuang minuman keras itu.
Di balik mereka berdua yang tertawa bersama, seorang pria dengan jas mahal berwarna biru sedang duduk di sebuah sofa VIP dengan pencahayaan di sana yang lumayan gelap. Mata itu menatap tajam ke arah Bella yang tertawa dan tersenyum bersama Davin.
Pria itu berpostur sangat sempurna, lehernya yang seksi, wajahnya yang bergaya Eropa rahang yang tegas dan mata elang yang indah serta tatapan tajam menusuk.
"Di sini kau rupanya." Kata pria itu dalam cahaya yang remang. Pria bertubuh tinggi dan postur tubuh bak model itu tiba-tiba berdiri dan mengejutkan teman-temannya yang sedang duduk di bersamanya.
"Hei bro, mau kemana?" Tanya salah satu temannya.
"Bukan urusanmu." Ujar pria itu dengan dingin dan langsung meninggalkan teman-temannya dengan pergi dari bar itu.
Di duga pria itu adalah seorang CEO yang terkenal dengan ketampanannya, namun pria itu terkenal sangat dingin. Sekaligus dialah mantan suami Jeanne Belt, Yap Jeanne belt tapi sekarang dia adalah Bella. Gadis perawan yang sedang di koma di alam lain.
__ADS_1
Namanya Aziel Brian, mantan yang terlupakan. Perselingkuhan mengakibatkan perceraian.
Sekarang juga Aziel mengemudikan mobilnya setelah keluar dari bar tersebut, namun saat mengendarai mobilnya itulah Aziel menatap jalanan seperti iblis yang menahan amarahnya. Segera Aziel menelpon seseorang di layar mobilnya dan menyuruh orangnya untuk menangkap Bella.
"Jeanne Belt, bawa dia padaku hidup-hidup."
Sreettttttttt
Inilah mereka sekarang, sedang bekerja di bar sampai malam. Karena hari sudah semakin gelap, Bella akhirnya beranjak untuk pulang ke apartemennya.
"Davin, aku pulang duluan."
"Baiklah hati-hati di jalan." Ujar Davin yang masih harus bekerja di sana.
Kini di parkiran mobil, Bella membuka kunci mobilnya dan mulai masuk ke dalam.
"Peringatan!!! Bella ada bahaya dibelakang mu." Tiba-tiba saja Meimei memberi warming pada Bella di telinganya, sontak Bella segera berbalik ke belakang dan langsung mendapati beberapa pria sedang mengelilingi dirinya.
"Siapa kalian?" Tanya Bella dengan nadanya yang mulai merasa khawatir dan waspada.
"Sistem mulai mengidentifikasi."
Meimei mulai mencari data semua pria itu, satu persatu dengan melihat wajah mereka yang tertutup masker hitam.
"Hei kalian, jangan mendekat!!" Teriak Bella saat dari mereka mulai mendekat. Di tambah Bella mulai melihat salah satu dari mereka menjaga pintu belakang Bar yang pada akhirnya ia tidak mungkin di tolong oleh orang lain.
"Nona, ikutlah dengan kami dengan damai atau kami akan menggunakan kekerasan." Ujar salah satu dari mereka.
"Tidak mungkin aku akan ikut dengan kalian!!!"
"Kalau begitu jangan salahkan kami....."
Bughhhhh
Bersambung
Halo semua jemput lagi kita hari ini, gimana kabar kalian baik? alhamdulillah, kalo saya baik dan walaupun hari ini sedikit sibuk namun berkat dukungan kalian aku jadi semangat.
Terima kasih semua🥰
__ADS_1