
Pagi ini Bella sudah bersiap masuk ke kampus, dosen memberi jadwal pagi ini pukul 9 pas dan tentunya Bella datang sebelum jam tersebut.
Pagi hari orang-orang banyak berlalu lalang di jalan sibuk dengan urusannya masing-masing dan kini Bella sudah berada di lingkungan kampusnya dengan Meimei ikut bersamanya di samping.
Di pertengahan jalan tepatnya di depan sebuah ruangan khusus terdengar kegaduhan di dalam sana, Bella sempat melirik ke jendela yang gordennya terbuka setengah.
Di sana Bella melihat Soo Ah bersama kedua temannya dengan orang-orang dewasa berbincang akan sesuatu hal. Satu hal terlintas di benak Bella.
Mungkinkah Soo Ah benar-benar mengadu?!
Sekilas Bella menarik simpul senyumannya, kalau memang itu benar terjadi maka hari-harinya ini tidak akan lagi terasa membosankan.
"Meimei kau sepertinya benar, kurasa aku akan mendapat masalah hari ini." Ucap Bella pada Meimei hal itu membuat Meimei seketika berfikir.
"Apa ini tentang yang kemarin?" Tanya Meimei di sela-sela mereka berjalan ke ruang kelas.
"Tentu saja." Bella menjawab dengan senyum manis di wajahnya.
Sesampainya di ruang kelas di sana suara gemuruh para mahasiswa terdengar keras. Semua orang bersiap menyambut sang dosen untuk pemberian materi.
Namun bukannya dosen yang datang melainkan para petinggi yang datang. Seseorang yang paling membuat Bella terkejut adalah pejabat Choi.
"Wah wah mereka sepertinya sudah tak sabar bertemu denganku." Gumam Bella, sedangkan Meimei masih duduk di bawah sana.
"Maaf mengganggu waktunya, apa di sini ada yang bernama Isabella?" Tanya salah satu bapak-bapak yang ikut bersama pejabat Choi.
Bella lalu berdiri "Saya pak."
Mereka semua yang ada di sana sontak menatap Bella bersamaan, mereka bahkan sudah berfikir aneh-aneh tentangnya. Mungkin saja setelah dirinya keluar Bella akan mendapati wajahnya di web kampus.
"Tolong ikut kami sebentar." Ucapnya sembari melangkah pergi, melihat itu Bella langsung mengikuti mereka namun pejabat Choi tidak ikut keluar.
Mungkinkah dia ingin merusak reputasi ku? Sabar Bella, ingat! jangan Suudzon.
__ADS_1
Bella mengekor orang-orang yang berjalan di depannya, ia lalu masuk ke ruangan yang tadi pagi ia lihat. Saat masuk ke dalam sana sudah ada Soo Ah dan dua anak buahnya.
"Silahkan nona." Seorang pria mempersilahkan Bella untuk duduk di salah satu kursi di sana.
Bella lalu duduk dan ia langsung di ajukan beberapa pertanyaan oleh seorang pria tua yang duduk di kursi kebesarannya.
Professor Jeong Yo? Namanya bagus juga. Batin Bella melihat papan nama di atas meja itu.
"Nona Bella tolong kerjasamanya dan berikan jawaban yang jujur saat saya bertanya pada anda." Ucap Prof.Jeong Yo
"Baik pak, akan tetapi tolong jelaskan kepada saya kenapa saya dibawa kemari di jam kuliah sekarang!"
Professor Jeong Yo terlihat mengetuk-ngetuk mejanya dengan jari seraya tubuhnya di sandarkan ke kursinya.
"Saya di beri tahu kalau kemarin terjadi sesuatu di kamar mandi wanita. Kejadian itu berhubungan dengan kekerasan salah satunya yaitu bullying." Professor Jeong Yo mulai menjelaskan walau ia sempat berhenti berbicara matanya sempat melirik ke arah Soo Ah dan teman-temannya.
Melihat itu Bella langsung bertanya pada prof. Jeong Yo.
Professor Jeong Yo berdiri lalu berbicara pada Bella seraya menekankan ucapannya seolah ia sedang memperingati.
"Bukankah Anda ada di sana saat kejadian itu berlangsung? Saya akan beritahu anda kalau ada hukum tertentu saat ada orang yang berani melakukan kekerasan apalagi bullying."
Bella tersenyum walau sedetik kemudian ia memasang wajah datarnya di hadapan semua orang yang ada di ruangan itu. Ada tiga pria selain Professor Jeong Yo mereka berdiri menjaga keamanan serta Soo Ah dan dua temannya.
"Maaf jika saya salah pak, hanya saja ucapan bapak terdengar seolah saya yang melakukan kekerasan itu. Jika salah pun tidak mungkin saya di bawa ke sini, apa itu benar pak?" Tanya Bella dengan tatapan tajam ke arah Professor Jeong Yo.
"Beraninya kamu berbicara seperti itu padaku! Apa kau tidak takut dikeluarkan dari sini secara tidak hormat!" Ancamnya dengan cara berteriak. Bahkan walaupun ruangan ini kedap suara akan tetapi nadanya yang besar itu pasti mampu memecahkan jendela kaca.
"Tapi saya hanya bertanya pak! Lagi pun apakah bapak benar-benar tahu rangkaian kejadiannya? Seharusnya sebagai orang tertinggi di kampus ini, anda memberikan contoh yang baik dengan mencari tahu kejadian yang sebenarnya terlebih dahulu." Bella berdiri berhadapan langsung dengan Professor Jeong Yo.
"Buktinya ada pada nona Soo Ah, dia membuktikan pada saya dengan surat langsung dari dokter ternama." Prof, Jeong Yo memberikan sebuah kertas yang berisikan catatan medis yang di alami oleh Soo Ah kemarin.
Kalau diingat-ingat memang Bella menjambak rambut Soo Ah akan tetapi itu tidak mungkin sampai gegar otak, apalagi di sana tercatat kaki kanan Soo Ah terluka akibat pukulan keras dari sebuah benda contoh kayu.
__ADS_1
Ck, beraninya dia memanipulasi semua data ini.
"Soo Ah, kakimu terluka?" Bella menatap Soo Ah yang terlihat gugup di tatap olehnya. Namun dengan penuh percaya diri, Soo Ah langsung memperlihatkan luka di kakinya yang kini sudah di perban rapi.
"Apa kau sudah puas? Bella!" Kini Soo Ah kembali bertingkah seolah dirinya sudah menang di hadapan Bella.
Bella hanya diam tak menjawab ucapan Soo Ah, ia hanya sedang berfikir bagaimana Soo Ah mendapatkan luka itu.
Tidak mungkin dia melukai dirinya sendiri kan?! Pikir Bella.
"Sekarang sudah jelas bukan! Saya tidak akan memperbesar masalah ini ke kepolisian, sebagai hukuman kamu akan saya skors dengan pengurangan nilai."
Sangat buru-buru sekali! Soo Ah jangan tersenyum dulu, akan ku tunjukkan hukuman paling berat selain Jambak rambut!
Melihat Professor kembali duduk di kursinya, kini Bella menatap Soo Ah dan mulai membela diri.
"Professor, apa anda tidak terlalu buru-buru memberiku hukuman!" Bella masih menatap Soo Ah dengan tatapan sinis yang ia tunjukkan di hadapan gadis itu.
Professor Jeong Yo sedikit terkejut mendengar ucapan Bella barusan. Ia kini tahu bagaimana sikap Bella yang berani dan pantang menyerah.
"Apa maksudmu?" Tanya Professor.
Bella lalu berbalik ia pun menjelaskan rangkaian kejadian kemarin, dan ia siap kalaupun harus di penjara karena menjambak rambut Soo Ah.
"Saya memang menjambak rambut Soo Ah tapi saya punya alasan melakukan itu, Soo Ah membully seorang wanita bernama Jia. Mereka mengintimidasinya di toilet, bukankah tidak aneh kalau saya berfikir Soo Ah dan teman-temannya membully saat Jia bersujud di hadapan mereka bertiga di lantai kamar mandi yang basah!"
Semua orang di sana terkejut dibuatnya, apalagi tiga orang pria yang sedari tadi menonton pertunjukan tersebut.
"Beraninya kamu berbohong!" Teriak Soo Ah dari belakang.
Bella berbalik menatap Soo Ah yang melotot padanya dengan kedua temannya yang sudah gemetar ketakutan.
Marahlah! Akan Bagus kalau kau terpancing seperti itu. Batin Bella
__ADS_1