Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Percobaan kabur (1)


__ADS_3

"Tentu saja Bella. Lihatlah ini."


Meimei lalu menunjukkan pada Bella keadaan di luar sana dengan sebuah kacamata berwarna biru yang bisa menembus pandangan. Orang-orang yang berlalu lalang pun dapat dilihat oleh kacamata tersebut. Beberapa pelayan ada yang sedang membawa nampan, para penjaga dan beberapa kamera CCTV yang ternyata mengawasi secara diam-diam di kamar terbuat.


"Wahh, hebat sangat luar biasa. Haha, entah kenapa aku bahagia melihat ini."


"Senang melihat anda tertawa Bella."


"Makasih Meimei."


"Sama-sama Bella."


"Apa selama ini ada kacamata seperti ini?" Tanya Bella karena ia sangat senang menggunakan kacamata tembus pandang itu.


"Tentu saja Bella, maaf karena tidak memberitahumu sejak awal."


"Haish, Gapapa kok."


Bella lalu muka berjalan ke sana kemari mengelilingi ruangan itu. Dari mulai balkon, tempat tidur, WC, tempat baju, melirik ke sana kemari dan sebagainya.


"Bella, apa rencana mu sekarang?"


"Azriel ingin aku diam di sini, kalau begitu aku akan menurutinya."


"Bella, kau berbohong."


"Ck, baiklah...."


"Aku punya rencana, tapi aku tidak yakin akan berhasil." Lanjut Bella sambil tetap melirik pemandangan luar sana dari jendela.


"Aku percaya padamu Bella, butuh bantuan?"


Sejenak Bella berdiam di tempat, sampai akhirnya ia mulai memberitahu rencananya pada Meimei.


Satu menit


Dua menit


"Sekarang kau paham?" Tanya Bella pada Meimei yang sudah menampilkan dirinya dalam bentuk layar.


Dari layar itu Meimei menampakkan dirinya dalam bentuk emoticon smile.


"Aku mengerti."


"Kalau begitu, kita mulai dengan mengganti baju."


"Bagaimana dengan mandi?"


"Maksudku seperti itu, bukannya mandi dan ganti baju itu satu paket." Ucap Bella melangkah pergi ke kamar mandi.


"Keduanya berbeda Bella. Apa kamu butuh penjelasan?"


"Jelaskan di kamar mandi." Dengan santainya Bella mengambil handuk dan mulai masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Bagaimana jika aku laki-laki Bella? Apa kau tetap membiarkan ku bersamamu di tempat ini?"


"Kamu kan sistem." Bella lalu membuka satu persatu kain yang melekat pada tubuhnya itu. Ia lalu berjalan ke bathtub dan langsung merendam diri di sana.


"Bagaimana jika aku nyata Bella?"


"Jika kau benar-benar nyata aku akan sangat bahagia dan mungkin saja aku tidak ingin kembali ke sana." Jawab Bella sambil mengusap-usap tubuhnya dengan sabun.


"Senang mendengarnya Bella."


Setelah perbincangan itu mereka berdua lalu melanjutkan obrolan mereka dengan membahas topik mandi dan ganti baju.


Selepas mandi dan mengobrol Bella mulai memilih kaos tipis, celana hitam panjang dan ia menguncir kuda rambutnya.


"Langkah kedua, apa kau siap Meimei?"


"Siap."


Sambil duduk di tempat kerja, Bella mulai memainkan komputer yang ada di sana. Dibantu layar biru Meimei, Bella mampu memainkan sepuluh jarinya dengan sangat lihai.


Bunyi ketukan tombol keyboard di sana terdengar jelas di ruang sepi itu. Sampai akhirnya Meimei menawarkan Bella untuk mendengar musik di sana.


"Bella, mau mendengar musik?" Tawar Meimei.


"Terdengar bagus, aku akan menyetel lagu kesukaan ku. Billie Eilish Therefore I Am."


"Tapi tunggu...." Ucap Bella menghentikan jarinya.


"Tahun berapa sekarang?" Lanjut Bella bertanya.


"Kalau begitu, lagunya belum liris." Ucap Bella.


Ia lalu melanjutkan aktivitas nya namun tiba-tiba, komputernya tidak bisa mengakses situs web.


"What the hell is this!!!!"


"Tenang Bella sistem akan memeriksa."


Namun sebelum Meimei memeriksa situasi, pintu kamar dibuka oleh penjaga kamar. Tentu saja pria yang di depan adalah penjaga kanannya Bella. Pria itu berjalan dengan tubuh tegaknya dan mulai mendekat ke arah Bella.


Bella bangun dari kursinya dan terjadilah percakapan antara keduanya.


"Nona, telepon dari tuan." Ucap penjaga itu sambil memberikan sebuah ponsel pada Bella.


Bella menerimanya dan mulai menyapa lawan bicaranya di telepon.


"Halo."


"Dengar Jeanne kau tidak bisa lari dariku lagi. Semua akses komputer di sana sudah ku matikan agar kau tidak bisa menghubungi siapapun." Ucap Azriel dari seberang sana.


"Tapi aku bosan."


"Hanya 1 hari aku mengurung mu di sana, malam nanti aku akan kembali dan persiapkan dirimu menerima hukuman dariku."

__ADS_1


"O Come on Man!!!"


Tut


Tut


Tut


Panggilan terputus setelah Azriel mematikan panggilan mereka secara sepihak. Tentu saja penjaga itu lalu mengarahkan tangan kanannya meminta Bella mengembalikan ponselnya.


Terpaksa Bella berikan ponsel itu dan kedua penjaga itu pun kembali ke habitatnya masing-masing.


Bella duduk kembali ke kursinya, dengan rasa kesal dan marah ia lampiaskan dirinya dengan memukul tangan kanannya ke meja.


"Bella sistem telah menemukan caranya agar bisa keluar dari sini."


Bella terkejut ia bangkit dan dirinya kembali bersemangat.


"Benarkah itu?"


"Tentu Bella. Mau mencoba?"


"Tentu saja, tunjukkan padaku apa itu."


"Seperti yang telah anda rencanakan sebelum nya kita akan berhasil keluar dari sini jika semua sistem yang ada dimatikan atau dikendalikan olehmu. Jika gagal maka kita bisa keluar dan jika kita berhasil kita lari. Sistem baru saja menemukan titik pusat dimana semua listrik dan internet terhubung ke sana. Kita hanya perlu mengendalikan titik pusat itu. Hanya saja sistem memerlukan anda untuk menjadi perantara pengendaliannya."


"Boleh ku tahu bagaimana caranya?"


"Silahkan anda berdiri di lantai sana." Titah Meimei dengan menunjukkan lantai yang harus Bella pijak di sana. Tepatnya di tengah ruangan itu yang di sekeliling nya tidak ada benda yang mudah hancur. Bella menurut dan berdiri di sana.


"Memberi akses teknologi BBI (alat canggih milik sistem) Akses dimulai...."


"Satu...."


"Dua...."


Bella berdiri tegak di sana membiarkan Meimei melakukan sesuatu padanya. Meimei menyuruhnya untuk merentangkan tangan dan Bella pun menurut saja. Dari sana tubuhnya tiba-tiba di sorot oleh sebuah laser. Layar yang bisanya berbentuk persegi itu tiba-tiba merubah diri membentuk sebuah tekhnologi canggih.


Hingga beberapa saat kemudian.


"Selamat Bella, pemberian akses telah berhasil. Sekarang anda bisa mengakses semua yang ada dalam tekhnologi BBI."


Dan benar saja, tubuh Bella kini sudah berbeda dengan dirinya yang memiliki kemampuan mutakhir dengan alat canggih barunya itu.


Kacamata yang ia pakai tadi sudah di kembalikan oleh sistem sebelum mandi. Namun ternyata tanpa kacamata itu Bella masih tetap mendapat sebuah mata tembus pandang.


Seperti halnya di film spiderman keluaran baru. Dengan kecanggihan tekhnologi ia mampu mendapatkan arahan dari sebuah tekhnologi mutakhir bernama EDITH.


Kini barulah Bella mulai beraksi dengan tubuhnya yang tetap di atas lantai itu.


Sistem mulai memasuki beberapa saluran kecil yang memiliki daya hantar listrik. Pandangannya kini mulai mengarah pada titik pusat. Setelah sampai di sana, Bella mulai dibantu oleh Meimei dengan layar birunya.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya🥰


__ADS_2