
"Apa selama ini kau selalu membantu ibuku?"
"...."
Sejenak Tom terdiam, dari raut wajahnya terlihat segenap kerinduan yang pasti dirasakan olehnya namun ia ternyata mampu menahannya. Apakah Tom juga merindukan ibunya, bagaimanapun hubungan mereka pasti sangat baik.
"Walau saya selalu membantunya tapi saya tetap gagal menjaganya." Ucap Tom dengan nada lirih.
Sesaat itulah Bella mengerti akan perasaan Tom saat ini. Tom pasti telah menganggap ibunya seperti anaknya sendiri. Ibu Jeanne pasti baik, orangnya cantik dan ramah sama seperti Jeanne namun sayangnya Jeanne juga telah tiada dan telah digantikan olehku.
Sambil bergumam di dalam hatinya Bella menatap jendela besar di ruangannya yang mengarah pada pemandangan kota.
Di saat itulah hari mulai berjalan seiring waktunya, sore dan malam.
Malam hari ini lah Bella mulai bergegas untuk pulang ke apartemennya. Namun di saat ia mengambil tasnya di meja kerja sejenak matanya melirik ke arah dokumen yang bertuliskan bar.
Bar itulah yang menjadi salah satu miliknya sekarang. Walaupun bukan bar yang paling mewah di kota ini, namun nama besar bar lumayan terkenal di kalangan para jutawan. Terlintas dibenaknya untuk mengunjungi bar tersebut. Sekalian ia juga akan memperbaiki masalah yang ada di sana.
Ternyata Bella tidak berniat untuk meminta bantuan pada Yohan maupun Tom, ia memilih untuk pergi sendirian ke bae tersebut.
Sesampainya di parkiran ia lalu mengemudikan mobilnya sendiri yang kebetulan sudah disediakan oleh perusahaan. Tom juga sudah memberikan semua akses pada Bella, dari itu hanya Bella dan Tom lah yang bisa memakai akses tersebut.
Bella memilih mobil yang lumayan mewah, hal itu ia lakukan agar menarik perhatian para pegawai di bar.
Sebelum itu, ia mampir terlebih dahulu ke mall untuk membeli baju yang sesuai di tempat itu nanti. Sebagai seorang pelanggan VIP sudah jelas Bella mendapat pelayanan terbaik di sana.
Tak menunggu yang lama, Bella akhirnya keluar dari mall setelah memakai baju barunya tersebut. Di tambah ia langsung pergi ke bar.
Suasana di bara terutama di malam hari, sudah menjadi khalayak umum jika bar di sana sangat ramai.
Setelah memarkirkan mobilnya dan keluar, ia lalu mendapati seorang pemuda yang memakai seragam untuk para pelayan di bar tersebut sedang muntah-muntah. Lantas Bella mendekat membantu pemuda tersebut.
"Permisi, apa kau butuh bantuan?" Seru Bella dari belakang membuat pemuda itu menarik nafas agar berhenti memuntahkan isi perutnya. Setelah di rasa baikan pemuda itu lalu menjawab Bella.
__ADS_1
"Ah, saya tidak apa-apa nona." Ujar pemuda itu.
Wajahnya sangat tampan, usianya sekitaran 21. Tubuhnya tinggi dan ramping, posturnya seperti para idol k-pop. Sangat disayangkan jika pemuda itu ternyata salah satu pelayan bar di sini.
"Minumlah, dan buat dirimu baikan." Bella lalu menyuguhkan botol minum pada pemuda tersebut.
Dia tidak menolak dan bahkan dia malah membungkukkan kepalanya sedikit untuk berterimakasih. Dari cara ia beretika tadi, sepertinya pemuda itu bukanlah asli warga sini.
"Aku punya sedikit, ambillah untuk meredakan mual. Lagipula kenapa kamu bisa muntah-muntah seperti itu?" Tanya Bella sambil tangannya memberikan beberapa bungkus permen.
Sekali lagi pemuda itu tidak menolak, bedanya kini mulai berkata "Sekali lagi terimakasih Nona, saya tadi hanya sempat mencium aroma gak enak di dalam." Jelas pemuda itu.
"Kami bekerja di sini?" Tanya Bella.
"Hanya paruh waktu." Jawab pemuda itu.
"Kalau begitu perkenalkan, namaku Jeanne Belt aku menggantikan ibuku untuk mengurus bar ini. Kuharap kamu bisa membantuku menyesuaikan diri di sini." Bella lantas tersenyum pada pemuda itu, entah kenapa dirinya merasa tertarik dengan pria kali ini.
"Ah begitu kah, saya belum lama masuk ke sini jadi tidak terlalu mengerti tentang tempat ini. Jadi saya tidak bisa membantu anda." Jelas pria itu yang merasa sedikit sungkan pada Bella.
Pemuda itu menatap Bella sedikit heran, apa maksudnya membantu?!!
"Karena aku pemilik baru di sini, sekarang juga aku memberi perintah padamu untuk membantuku menemui pengurus bar ini." Ucap Bella memberi perintah dengan nada lembut sekaligus tegas.
Awalnya pemuda itu ragu namun setelah tahu Bella adalah pemilik baru bar ini terpaksa ia membantu Bella agar pekerjaannya tetap.
"Baiklah mari ikut denganku." Pemuda itu lalu berjalan ke pintu belakang bar dan mulai membantu Bella naik ke lantai atas bar untuk menemui pengurus bar ini.
"Ini ruangannya pak Bason." Ujar pemuda itu setelah mereka berdua sampai di depan pintu ruangan bertuliskan Bos Bason.
"Ikutlah denganku." Ajak Bella, sontak pemuda itu menolak tidak mau ikut bersama Bella.
"Tidak, aku tidak mau lagipula kau hanya memintaku menemui pak Bason."
__ADS_1
"Kita masih di depan pintunya, artinya kamu belum selesaikan perintah ku tadi." Jelas Bella tersenyum menyeringai pemuda itu.
Lantas pemuda itu membuang nafasnya berat dan terpaksa mengikuti Bella menemui pak Bason.
Tidak menunggu waktu yang lama Bella langsung membuka pintu ruangan tersebut. Dan setelah membuka pintu tak terkunci itu, Bella dan pemuda tadi melihat adegan tak senonoh pak Bason bersama salah satu wanita bar di sini.
"WHAT ARE YOU DOING." Teriak pak Bason pada mereka berdua. Wanita yang bersama pak Bason lantas bangun dari pelukannya tadi dan segera memperbaiki bajunya yang tergeletak di lantai dan sembarang arah.
"GOOO." Titah pak Bason pada wanita itu dan dirinya segera menatap tajam Bella dan rekannya sekarang.
"DAVIN!!! Beraninya kau...." Tunjuk pak Bason pada Davin.
Oh Davin namanya. Batin Bella.
Bella lalu menghalang tubuh Davin dan membuat pak Bason si tua bangka perut buncit itu menunjuk padanya.
"Aku yang membuka pintunya, kau berani memarahiku?"
"Siapa kau?!!! Beraninya masuk tanpa ijin." Pak Bason marah dengan berusaha berdiri dengan celananya yang berulang kali melorot.
"PENGAWAL!!!" Teriak pak Bason memanggil algojo nya.
Beberapa pria bertubuh kekar lalu masuk ke ruangan ini bersiap untuk mengusir mereka berdua.
"Davin, berani sekali kau membawa orang asing ke ruangan ku. Sekarang juga kau di pecat." Teriak pak Bason kembali, namun kini teriakannya tertuju pada Davin.
Bella tak terima, entah mengapa dirinya tak menerima siapapun membentak Davin.
"HEIIIII......" Teriak Bella tak kalah kencangnya dari Pak Bason.
"Berani sekali kau pak tua!!" Lanjut Bella
"Ck, hei wanita pergi lah sebelum algojo ku menghabisi mu." Ucap pak Bason meremehkan Bella.
__ADS_1
Bersambung
Hallo semua selamat malam, mohon maaf untuk yang kemarin karena gak update🙏🙏. Entah mengapa kemarin aku pengen istirahat dulu. Terimakasih untuk kalian mau mendukung, jangan lupa like ya🥰🥰