Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Season 2 New Chapter


__ADS_3

New Chapter


Lembaran baru telah dimulai dan kini semuanya pun akan berbeda dari sebelumnya. Kisah ini bukan lagi tentang seorang gadis sebatang kara yang menjalani hidup sederhana.


Seorang gadis yang tak lagi kesepian di setiap malamnya, tak lagi menghemat uang hanya untuk bisa bertahan hidup.


Walaupun perubahan dalam hidupnya begitu besar, akan tetapi ia masih merasa ada yang hilang. Ia masih belum tahu jawabannya namun ia yakin bisa mendapatkan jawabannya suatu saat nanti.


Terkadang gadis itu mendongak ke atas menatap langit biru di langit, segaris senyuman pun muncul di wajahnya. Dalam hatinya ia berkata...


Aku merindukanmu Lou Xi


......................


Sudah hampir satu bulan penuh Bella sibuk mengurusi urusannya tentang kecelakaan hari itu, selama satu bulan itu Kal membantunya membereskan masalah Bella yang belum terselesaikan selama ia koma.


Dan hari ini adalah hari pertama Bella kembali masuk ke universitasnya dulu. Hari itu juga ia malah menjadi sorotan para mahasiswa di sana.


Kal sudah mau lulus Minggu depan, gadis tomboi itu akhirnya wisuda juga. Senang rasanya melihat keberhasilan seorang sahabat rasa keluarga, dan setelah itu juga Kal berencana untuk fokus pada perusahaan keluarganya.


Mau tak mau Kal harus menjalankan kewajibannya sebagai penerus konglomerat. Namun hal itu juga sangat membantu Bella, pasalnya Bella juga sudah membangun usahanya di berbagai bidang. Ia dengan cerdas memakai uangnya dengan baik.


Ia gunakan uang itu diantaranya membangun sekolah, panti asuhan, asrama, butik, dan usaha lainnya. Namun Bella lebih fokus pada usaha butiknya yang akan diperluas kan ke kota lainnya dan dengan doa semoga bisa mancanegara. Toh ia juga mampu dalam manajemen, karena memang itu jurusannya.


Walaupun semuanya masih dalam masa pembangunan, seperti sekolah dan asrama namun semua itu sudah hampir jadi dikarenakan Bella mempekerjakan banyak orang sehingga pembangunan cepat selesai.


Dan ya, seperti yang pernah dinasehati Kal ia harus menggunakan mobil atau motor agar kejadian itu tidak terulang kembali.


Brum Brum


Bella memarkirkan mobil di parkiran, walaupun mobil itu bukan mobil yang fantastis harganya toh yang penting bisa dipakai.


Bella lalu keluar dari mobilnya dan betapa terkejutnya ia melihat beberapa mahasiswa mengelilinginya dan menatap dirinya.


Bella hanya bisa menghela nafasnya lalu pergi masuk ke dalam meninggalkan orang-orang yang bergosip tentangnya.


"Lihatlah dia." Bisik-bisik para mahasiswa.

__ADS_1


Sekali lagi Bella mengacuhkannya dan tetap berjalan santai masuk ke ruangannya.


Di sana Bella memilih duduk di paling samping dekat jendela, gadis itu berdiam sendiri sembari menatap keluar sana. Jam ditangannya masih memperlihatkan ada waktu sebelum dosen masuk nanti.


Mahasiswa yang lain mulai memasuki ruangan dan duduk ditempatnya masing-masing, mereka kini tidak lagi menatap Bella dan mulai fokus pada urusannya masing-masing.


Di saat itulah, tiba-tiba saja seorang pemuda berkulit sawo matang menghampirinya dan meminta ijin pada Bella untuk duduk di sampingnya.


"Halo permisi, bolehkah aku duduk di sini?" Ucap pemuda itu dengan senyum manis diwajahnya.


Bella lalu menoleh, melihat seorang pemuda yang tersenyum kepadanya matanya yang cerah itu menenangkan hati serta hidung mancungnya yang menambah kualitas diwajahnya semakin tinggi.


"Ah iya, silahkan." Jawab Bella mempersilahkan pemuda itu untuk duduk.


Dengan cepat pemuda itu duduk di sampingnya seraya menyimpan tas miliknya ke bawah meja. Dilihat dari sikapnya pemuda itu sepertinya sangat ramah dan mudah bergaul dengan orang baru.


"Kamu Bella bukan?" Tanya pemuda itu berusaha mendekatkan diri pada Bella.


"Iya." Bella menjawabnya dengan singkat.


"Namaku Gilang, senang bertemu denganmu Bella." Ucap Gilang seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Bella diam dan hanya menatap uluran tangan tersebut, gadis itu takut kalau Gilang pria aneh yang ada dipikirannya sekarang.


Apa-apaan ini! Siapa dia? Fans? Haters? Ataukah paparazi??


Gilang sadar kalau Bella tak mau menerima jabat tangannya, segera ia menarik kembali lengannya dan mulai menjelaskan alasan mengapa ia mendekati Bella.


"Maafkan aku, sepertinya aku terlalu terburu-buru. Kau sangat terkenal di tv maupun di media sosial, dan aku penggemarmu." Jelas Gilang dengan wajah polosnya.


"Aku tidak bermaksud menakuti mu, sekali lagi aku minta maaf jika kehadiranku membuatmu tidak nyaman." Lanjutnya.


Baru saja Bella membuka mulutnya tiba-tiba dosen masuk keruangan dengan gagahnya. Ternyata dosennya masih muda, laki-laki sekitaran 28an dan tubuh tinggi. Wajahnya tampan dan tegas walaupun memakai kacamata.


Sekilas pandangan keduanya bertemu namun di detik kelima dosen itu mengalihkan pandangannya pada Gilang, saat Bella mengikuti tatapan dosen itu terlihat Gilang sudah menyilang kan kedua tangannya di dada seraya menatap balik dosen tersebut.


Melihat itu lantas membuat Bella penasaran, Apa mereka saling kenal?

__ADS_1


Namun kemudian, mereka pun fokus pada pelajaran. Penjelasan yang dosen berikan sangat mudah di pahami ditambah para mahasiswi yang satu ruangan terlihat fokus pada penampilan dosen tersebut.


Setelah kelas berakhir, Bella lalu bergegas keluar untuk langsung pergi ke butiknya.


Namun ternyata Gilang mengikutinya dari belakang hingga Bella sampai di parkiran, Bella menyadari kalau Gilang mengikutinya dari tadi hingga ia pun berbalik dan menyeru...


"Sepertinya ada yang hal ingin disampaikan olehmu Gilang!!"


Langkah Gilang terhenti, sejenak pemuda itu terdiam lalu ia pun menghampiri Bella.


"Ini kartu nama ku dan bolehkah aku menjadi temanmu?" Ucapnya sedikit ragu.


Bella menerima kartu nama yang diberikan Gilang, ia lalu membaca tulisan yang ada di sana.


Gilang Athar, direktur perusahaan Moba. Bukankah Athar.....


Bella lalu teringat dengan artikel yang pernah ia baca di google, kalau keluarga Athar adalah pemilik baru perusahaan game terbesar kedua di negara ini. Yah, walaupun bukan yang pertama namun sebuah penghargaan yang luar biasa untuk keluarga tersebut, bahkan rumor beredar kalau keluarga Athar memiliki banyak laki-laki tampan dan cerdas.


Namun di setiap hak baik pasti ada saja hal buruknya, karena rumor lainnya pun beredar kalau keluarga itu bukan orang kulit putih melainkan orang-orang kulit sawo seperti yang ada di Asia Tenggara.


Faktanya, para media sampai sekarang masih belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai keluarga tersebut karena kebanyakan semua itu sebatas rumor dan dugaan sementara saja seperti sebuah hipotesis dalam cabang ilmu pengetahuan.


"Aku sangat berharap bisa berteman dengan mu." Ujar Gilang dengan penuh harapan di wajahnya.


"Kita bisa berteman hanya saja ini terlalu cepat untukku." Jelas Bella.


Seketika wajah Gilang berubah sedih namun mau bagaimana lagi, Bella tidak mungkin langsung berteman dengan Gilang dihari itu juga.


"Tidak apa, aku bisa menunggu. Kalau begitu aku permisi..." Ucapnya sembari pergi dari sana, ternyata Gilang membawa motor gede yang terparkir tepat baris depan sana.


Lalu Bella pun masuk ke dalam mobil dan bersiap pergi ke butiknya. Sama halnya dengan Bella, Gilang pun pergi dari sana.


Pemuda itu nampak gagah dan dewasa saat menjalankan motor tersebut.


Namun takdir berkata lain, keduanya kembali di pertemukan pada malam harinya di saat itu keduanya mulai dekat dan mengobrol santai.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2