Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Zen dan Malik


__ADS_3

"Siapa Kalian?"


Bella terlihat gugup karena keterkejutannya melihat dua orang pria asing. Jaket yang tadi dikaitkan ke bahu Bella jatuh ke bawah, lalu salah satu dari mereka mengambil jaket tersebut dan barulah mereka mengatakan nama serta maksud kedatangan mereka.


"Maafkan saya nona, saya sepertinya sudah berbuat tidak sopan pada anda." Ucap pria sebelah kanan yang menundukkan kepala.


Karena tak ingin memperbesarkan masalah, Bella akhirnya menerima permintaan maaf dari pria itu. Kira Bella semua akan selesai namun ternyata kedua laki-laki itu terus mengajak ngobrol dengan Bella.


"Tidak apa-apa, aku hanya terkejut tadi apalagi kalian orang asing." Jelas Bella berharap keduanya pergi dari sana.


"Syukurlah, nama saya Zen dan ini adikku Malik." Ucap laki-laki itu memperkenalkan diri dan adiknya yang berada di sebelah kirinya.


Bella terdiam masih berfikir apa maksud mereka mendekatinya, datang tak diundang dan malah perkenalan diri tanpa ijin.


"Bella, berhati-hati lah mereka pasti punya niat jahat." Meimei segera memperingatkan Bella untuk tetap berhati-hati pada kedua laki-laki itu.


Tenang saja aku tidak akan diam kalau mereka berani macam-macam padaku. Ucap Bella lewat batinnya.


Mendengar itu Meimei segera menyemangati Bella dan bahkan bersorak untuk Bella kalau-kalau terjadi perkelahian nanti.


"Maaf tapi kalian tidak perlu memperkenalkan diri seperti itu, kecuali kalian ada keperluan denganku." Kata Bella pada Zen dan Malik.


Sikap Bella yang mulai serius membuat keduanya salah tingkah tak tahu harus berbuat apa untuk meredakan suasana tegang ini.


"Tidak tidak, nona Bella kami hanya ingin meminta waktumu untuk besok siang karena ada hal yang harus kami katakan pada anda." Kali ini Malik mengambil alih pembicaraan dan akhirnya sedikit berhasil meredakan suasana di sana.


Bella mengernyitkan keningnya saat tahu mik menyebut namanya padahal ia sama sekali belum menyebutkan nama.


"Apa kau mengenalku?" Tanya Bella sembari dirinya menunjuk dirinya sendiri.


Tak ingin membuat Bella salah paham, Malik segera mengambil kartu nama dan memberikannya pada Bella.


"Ah sebelum itu tolong nona Bella menerima ini." Ucap Malik menyodorkan kartu nama miliknya. Bella lalu menerimanya ia melihat sebuah nama perusahaan dan nama Malik di sana.

__ADS_1


"Sebelumnya sudah kami katakan kalau kami ingin membicarakan sesuatu dengan anda besok siang. Mohon maaf juga sebelumnya karena kami sedikit mencari tahu tentang anda, kami sangat senang bisa bertemu anda di sini dan kami harap anda bersedia untuk bertemu dengan kami besok."


Jelaslah Malik dengan perkataannya yang sangat detail dan dengan bahasa yang formal.


Mendengar penjelasan Malik, Bella tak bisa menolaknya ia lalu mengangguk dan menerimanya walau dari samping telinganya Meimei terus bersuara hingga telinganya terasa berdengung.


"Sstt." Desis Bella sesaat kepalanya berdengung. Melihat Bella seperti itu Zen dan Malik terlihat khawatir mereka berdua segera memegang bahu Bella.


"BELLA apa kau baik-baik saja?!" Zen yang bersuara tinggi itu terlihat sangat khawatir pada Bella.


Lantas Bella terheran-heran dengan sikap Zen yang menurutnya terlalu berlebihan, namun ternyata Malik pun bersikap hal yang sama bedanya suaranya rendah.


"Bella apa kau sakit?" Tanya Malik dengan suara lembut, kali ini ucapannya lebih informal.


Apa ini Mei? Kenapa mereka bertingkah seperti itu? Pikir Bella sekaligus bertanya pada Meimei.


Meimei terlihat menggelengkan kepalanya lewat emoji yang ia tampilkan di layarnya. "Aku tidak tahu Bella, tapi sepertinya mereka benar-benar khawatir padamu." Jawab Meimei.


"Lagi pula Bella, apa kepalamu terasa sakit?" Lanjut Meimei sambil bertanya.


"Maaf Bella, tadi aku lupa mengatur sistem dalam diriku."


Jelaskan padaku nanti! Batin Bella, kini kepalanya terasa pusing tujuh keliling melihat Zen dan Malik terus-menerus berbicara.


"Ayo kita ke rumah sakit Bel." Ajak Malik dengan panggilan akrab pada Bella.


Sontak Bella yang mendengarnya pun langsung refresh kembali dan tak lagi pusing apalagi berdengung.


Kini suasananya menjadi terasa aneh karena mereka bertiga hanya terdiam tak mengucapkan satu kata pun karena ternyata Bella sedari tadi menatap Malik penuh tanda tanya.


"Bel?!!" Ucap Bella menegaskan kembali apa yang tadi diucapkan Malik sebelumnya.


Malik gemetar, laki-laki itu seketika gugup di hadapan Bella yang menatapnya tajam.

__ADS_1


Zen lalu menengahi keduanya dan berkata "Nona Bella, maafkan kami sepertinya kami sudah melampaui batasan sebagai ucapan permohonan maaf kami sebaiknya kami akan mengantar anda pulang ke rumah."


Malik terkejut mendengarnya karena di dalam benaknya apa yang Zen lakukan sangat menguntungkan bagi mereka berdua, yaitu untuk mengawali pendekatan yang baik dengan Bella.


Faktanya!


Zen dan Malik adalah seorang kakak yang menghancurkan perjuangan adiknya untuk melakukan pendekatan dengan seorang gadis. Keduanya sudah mengatur rencana dari awal, sejak mereka tahu kalau adiknya Gilang sedang berusaha mendekati Bella. Mereka menyusun rencana agar Gilang tidak dapat bertemu dengan Bella.


Bukan tanpa sebab mereka berdua melakukan hal itu, karena ternyata Zen dan Malik sudah jatuh hati pada Bella. Entah bagaimana kejadiannya, yang pasti sejak berita kecelakaan Bella yang heboh waktu itu disitulah semua situasi nya berubah.


Mungkinkah itu semua rencana Dewa! Misi yang Bella lalui hingga ia kembali lagi mungkinkah semuanya berhubungan satu sama lain.


#


"Tidak perlu melakukan hal itu seperti itu, bagiku kalian adalah orang asing sangat bahaya kalau aku menerima permintaan maaf mu yang seperti itu." Jelas Bella yang bersiap pergi dari tempat itu.


"Tapi nona, apa kau lupa kalau kami sudah mendapatkan informasi tentang mu?" Zen menghentikan Bella saat ingin meninggalkan mereka berdua di sana.


"Aku tidak peduli, besok siang pukul 13.00 tempatnya di cafe Samcha. Jika kalian datang maka tidak ada kesempatan kedua untuk kita bertemu lagi!" Kecam Bella dengan penuh peringatan.


Setelah itu Bella pergi meninggalkan Zen dan Malik di sana, langkahnya semakin cepat untuk segera pergi dari kedua pria itu.


Menuruni jalanan ke bawah sedikit menyenangkan bagi Bella karena ia merasa tidak perlu tenaga untuk itu, berbeda dengan menaiki tangga karena rasanya ia seperti sedang berolahraga.


Di pinggir jalan segera Bella menghentikan salah satu taksi yang lewat di sana, dengan cepat pul ia menyuruh pak sopir membawanya pulang.


Singkat cerita sampailah ia di rumah, di sana tubuhnya terasa pegal-pegal saking lelahnya ia jalan-jalan tadi. Meimei sudah kembali menjadi sebuah robot, transformasi yang ia lakukan sangat cepat.


"Aduh lelah sekali, kalau saja tidak ada yang menggangguku di sana mungkin tubuhku tidak terlalu lelah." Ucap Bella sembari dirinya memijit bagian tubuh yang ia rasa pegal saja.


Kepalanya terasa pusing karena mengingat kembali Zen dan Malik yang memiliki sifat aneh dan kekanak-kanakan.


"Hah aku harus tidur, masih ada besok pagi dengan jadwal yang padat." Bella menghela nafas sesampainya ia di kamar, dengan cepat ia membaringkan diri di kasur lalu terlelap di saat itu juga.

__ADS_1


Meimei yang melihat itu tersenyum, robot kecil itu lalu naik ke atas meja di samping kasur, di sana ia menyandarkan tubuhnya dan mulai tidur sambil mengisi energinya untuk esok hari nanti.


__ADS_2