Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Cafe Samcha


__ADS_3

"Keluarlah atau kau akan menyesal nanti!!" Ancam wanita angkuh itu.


Keangkuhan dari gadis berambut pendek itu membuat teman-temannya tertawa seolah mereka ada pelindung. Mereka merasa telah berhasil memojokkan Bella dengan ucapan mereka. Namun mereka salah! Bella menarik simpul senyumnya dengan wajah dingin yang ia miliki.


Tatapan tajam yang diberikan Bella mampu membuat mereka bertiga merinding seketika, di samping itu gadis yang berkacamata hanya duduk diam sembari kepalanya menunduk ke bawah.


"Hei bangunlah! Kau tidak pantas bersujud seperti itu di hadapan mereka, bangun dan angkat kepalamu." Ucap Bella pada gadis yang masih tertunduk itu.


Namun gadis itu tetap diam tapi Bella melihat ke arah tangan gadis itu, dan ia lihat tangannya bergetar seakan gadis itu ingin berdiri tapi ia takut pada tiga gadis yang ada di depannya.


Bella lalu melangkah maju ke depan menghampiri ketiga gadis itu, dua orang perlahan-lahan mundur saat Bella maju tapi tidak dengan si wanita berambut pendek itu.


Dengan secepat kilat Bella mengangkat tangannya meraih rambut gadis itu, sekuat mungkin ia menariknya hingga terdengar suara rintihan dari dia.


"Akhhhh Sakit!" Gadis itu merintih kesakitan, walau tangannya berusaha meraih rambut Bella. Namun Bella dapat menyingkirkan tangannya sampai-sampai gadis itu berteriak pada temannya meminta untuk di bantu.


"Akhhhh kenapa kalian diam saja! Bantu aku." Ucapnya dengan suara yang terbata-bata karena rasa sakit yang ada di kepalanya.


Melihat gadis itu meminta tolong pada temannya, Bella segera menatap tajam kedua gadis itu. Walau masih tidak tahu siapa nama mereka, namun Bella berhasil membuat mereka takut padanya.


"Berani bantu dia maka akan ku pastikan kepalanya terputus sekarang juga!" Kali ini Bella terlihat mengerikan, tak ada tanda-tanda di wajahnya belas kasihan sedikit pun.


"Bangunlah dan angkat kepalamu." Titah Bella pada gadis berkacamata tersebut.


Walau dengan tubuhnya yang masih gemetar, gadis berkacamata itu berusaha untuk bangkit dan perlahan-lahan wajahnya terangkat.


Gadis berambut pendek itu masih kesakitan sampai sekarang, karena Bella terus-menerus menggunakan tenaganya dengan menyakiti kepala gadis itu. Sudah di pastikan setelah ini selesai akan ada orang yang di bawa ke rumah sakit.


"Hei, lepaskan Soo Ah kalau dia sampai dibawa rumah sakit kau pasti akan menyesal. Ayah Soo Ah tidak akan memaafkan mu!" Salah satu dari kedua gadis itu memperingatkan, walau begitu Bella tidak takut.

__ADS_1


Bella melepaskan tangannya dari rambut gadis yang bernama Soo Ah itu. Dan terlihat Soo Ah langsung mundur ke belakang di bantu dengan temannya yang pengecut.


Di samping itu Bella segera mengambil sebuah tongkat dari alat kebersihan, ia mematahkannya hingga membuat ujungnya menjadi runcing.


Lalu Bella mengarahkan ujung runcing itu pada mereka bertiga.


"Nama mu Soo Ah! Ingat ini akan ku pastikan kau akan menyesal kalau kau berani membuat masalah dengan ku lagi!" Ucap Bella dengan penuh peringatan.


Mendengar peringatan dari Bella, ketiga gadis itu hanya diam tak memberikan jawaban. Walau demikian mereka gemetar ketakutan melihat keganasan Bella lewat wajahnya.


"Keluarlah." Titah Bella pada gadis berkacamata itu, Bella sempat melihat nametag yang ada di bajunya dan namanya adalah Jia.


Setelah Jia pergi, tinggallah Bella dan ketiga gadis itu. Terlihat kalau Jia terkejut saat dirinya melihat Meimei yang menatapnya lewat emoji di layar robot tersebut.


Meimei Lalu menghampiri Bella dan berdiri di samping Bella, hal itu membuat gadis-gadis itu menatap heran.


"Di-dia robot?" Tanya gadis yang ada di samping kiri Soo Ah dengan terbata-bata.


Setelah kepergian Bella barulah Soo Ah berteriak saking kesalnya, ia merasa telah kalah telah di hadapan Bella walau mereka masih belum tahu nama Bella.


Saking kesalnya Soo Ah ia sampai memukul kedua temannya yang ternyata namanya adalah Dae Yu dan Kim Cha.


Plak Plak


"Gara-gara kalian kepalaku jadi sakit! Apa kalian sekarang sudah membantah Hah! Aku akan berbicara pada ayahku dan buat kalian pergi, dasar tidak berguna!" Umpat Soo Ah sembari ia pergi dari sana meninggalkan kedua temannya yang mengekor dari belakang sambil memohon agar tidak di adukan pada ayahnya Soo Ah.


Di Samping Itu


Bella kini sudah berada di pinggir jalan menunggu taksi dan setelah ada taksi yang kosong barulah ia masuk ke dalam lalu menyuruh si sopir untuk mengantarnya ke Cafe Samcha.

__ADS_1


Tempat dimana ia sudah janjian dengan Zen dan Malik, di dalam taksi Bella kembali membaca kartu nama yang pernah diberikan oleh Malik. Di sana ia melihat nama perusahaan yang di kelola oleh Malik, ia lalu searchingdan setelah itu ia membaca artikel paling atas di google.


Tak lama kemudian sampailah ia di tujuan, sesampainya di sana ternyata sudah ada Malik dan Zen yang menunggunya di salah satu meja dekat dinding.


Bella melihat jam tangannya dan ternyata sekarang masih jam setengah satu, itu artinya mereka datang lebih awal.


Zen dan Malik berdiri menyambut kedatangan Bella. Bella lalu duduk di hadapan kedua pria tersebut, sebelum berbincang Zen memesan terlebih dahulu minuman dan makanan untuk mereka.


"Sebelumnya terima kasih nona telah datang pada pertemuan kita kali ini." Ucap Malik dengan sopan. Pria itu selalu saja berusaha yang terbaik untuk tidak menyinggung perasaan Bella.


"Aku sudah berjanji karena itu aku tidak bisa tidak datang kemari." Jelas Bella.


"Bisakah kalian memberitahukan ku apa yang ingin kalian katakan padaku hari ini?" Lanjut Bella tak sabar ingin pergi dari sini.


"Sepertinya nona Bella sudah tidak sabar, kalau begitu kami akan langsung memberitahukannya." Jawab Zen yang sudah terlihat dewasa di banding kemarin malam.


"Gilang adalah adik kami, aku adalah Zen kakak pertama Gilang dan ini adikku Malik dia kakak kedua Gilang. Tahun lalu kami berdua di beri informasi kalau adik kami sedang berusaha mendekati Anda nona Bella." Lanjut Zen menjelaskan.


Mendengar itu Bella mengernyitkan keningnya dan bertanya "Maaf, apa maksudmu Gilang berusaha mendekati ku?"


"Gilang tidak pernah punya pacar sebelumnya dan kami sangat terkejut dia tertarik pada seorang gadis, lalu kami mencari informasi tentang anda yah walaupun ternyata hanya sedikit informasi yang kami dapatkan tentang anda tapi setidaknya kami tahu namamu nona." Jelas Zen.


"Tapi setahun ini aku tidak bertemu dengan Gilang, apakah dia baik-baik saja?" Bella sangat ingin mengetahui kabar Gilang, setidaknya walaupun ia tidak bertemu Bella tahu keadaan Gilang sekarang.


"Dia baik-baik saja, setahun ini kami menyuruhnya untuk berfokus pada pelatihan seorang penerus sekaligus kami ingin agar Gilang menjaga jarak dengan anda." Ucap Malik membuat Bella terkejut.


"Tapi kenapa?"


"Karena nona adalah wanita yang kami cari selama ini."

__ADS_1


Seketika suasana menjadi hening saat Zen berkata seperti itu, lalu seorang waiters datang membawakan pesanan mereka. Suasana yang tadinya hening tiba-tiba berubah karena Malik berdehem mencairkan suasana yang ada.


Apa maksudnya itu?! Batin Bella


__ADS_2