
"Tentang itu, aku memintamu untuk membantuku memberikan amal pada semua asrama di negeri ini baik itu asrama pengajian, sekolah, untuk anak yatim piatu, pati jompo, dan mereka semua yang membutuhkan."
"Baik nona, tapi saya merasa heran kenapa anda melakukan semua ini? Maksud saya, apa anda benar-benar sehat? Apa yang anda minta hari ini sangat aneh entah itu pernikahan dan sekarang sumbangan. Hanya orang yang sekarat saja yang akan meminta hal seperti ini. Nona, anda benar-benar baik-baik saja kan? Saya sangat khawatir."
Baru kali inilah Tom berbicara panjang lebar dengan Bella, tapi apa yang diucapkan Tom barusan ada benarnya karena Bella sebentar lagi akan tiada di cerita kali ini.
Aku memang sekarat karena itulah aku melakukan semua ini. Jika saja tidak ada misi ketiga maka aku akan langsung pergi ke tempat asal ku dengan suka cita.
"Hahaha tentu saja tidak, hanya sana aku ingin beramal. Tidak baik jika menimbun kekayaan untuk diri sendiri, benar begitu?"
"Iya nona, baiklah kalau begitu saya akan kembali ke ruangan saya." Sambil berdiri Tom mulai berjalan kembali ke ruangannya.
"Tunggu Tom."
Tom berbalik dan menatap Bella.
"Sumbangan itu akan kulakukan sendiri, maksudku aku hanya memberitahu mu saja tadi dan jika aku tidak bisa menyumbang semuanya aku ingin kau yang membantuku menyumbang. Begitu maksudku." Lanjut Bella.
"Ah kalau begitu saya akan mempersiapkan pernikahannya saja."
"Nah iya begitu maksudku, kalau begitu kau boleh pergi." Kata Bella mempersilahkan Tom pergi dari sana.
"Baik nona." Ucap Tom dengan patuh seperti biasanya.
Setelah kepergian Tom Bella bergegas duduk di kursi kerjanya dan mulai mengutak-atik komputernya untuk menyumbang dari sana.
"Meimei." Panggil Bella.
"Halo Bella ada yang bisa ku bantu?"
"Iya, tolong bantu aku memberikan sumbangan pada mereka di sini. Cari mereka yang benar-benar membutuhkan dan hati-hati dengan penipuan." Titah Bella yang sudah sibuk mengetik jari-jarinya di keyboard.
"Siap Bella akan aku lakukan segera."
Setelah berkata seperti itu, Meimei mulai muncul dengan bentuk sebuah robot kecil yang bisa berdiri di atas meja kerja dan menghadap komputer dengan cepat dan lancar Meimei membantu Bella selesaikan tugas itu.
Butuh waktu beberapa jam di tambah Bella juga harus melakukan meeting dan lain sebagainya di kantor.
Tak terasa malam pun tiba, Bella kembali dengan tubuhnya yang lemas karena tenaganya habis terkuras oleh pekerjaan.
Seperti biasa setelah makan malam Bella kembali ke kamarnya. Berbeda dengan hari-hari kemarin, walaupun dirinya lelah ia masih menyempatkan diri untuk mengecek pekerjaannya tadi pagi.
Sambil menatap layar komputernya, Bella duduk di kasur dengan Meimei di sampingnya.
Puluhan notifikasi email ia dapatkan dari berbagai pihak yang tadi disumbangkan oleh Bella. Mereka semua sangat berterima kasih atas sumbangan itu, dan ia pun juga menjadi salah satu orang nomor satu paling banyak menyumbang. Dari kegiatannya itulah para awak media mulai menuliskan berita tentangnya.
"Terima kasih Meimei sudah membantuku, jujur saja aku akan kalah di dalam misi jika tidak ada dirimu."
"Sama-sama Bella hanya saja kau harus lebih percaya diri atas kemampuanmu sendiri. Selama ini aku hanya Membantumu dan kaulah tokoh utamanya."
__ADS_1
Bella terkekeh dan tersenyum sambil ia pun mulai menutup komputernya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Aku ingin sekali memelukmu Meimei, tapi aku tidak tahu bagaimana caranya."
"Bella aku bisa menjadi robot kecil dengan itu kau bisa memelukku. Bagaimana dengan ide itu Bella?"
"Luar biasa kalau begitu jadilah robot dan tidur bersamaku di sini."
Tiba-tiba Meimei yang semua hanya layar biru yang tembus pandang kini berubah bentuk menjadi sebuah robot yang sangat lucu dan menggemaskan. Dari situ Bella mulai tertidur sembari memeluk tubuh Meimei dalam wujud robot nya.
Keesokan Paginya
Tring Tring Tring
Bunyi telepon berbunyi di kamar itu, Bella yang sedang bermake-up itu segera menghentikan aktivitasnya dan mulai mengangkat telepon itu.
"Pagi Nona." Sapa orang diseberang sana.
"Pagi juga Davin." Ternyata si penelepon itu adalah Davin, dia sangat tepat waktu dengan menelpon Bella di pagi hari seperti yang jadi janjikan sebelumnya.
"Mengenai kemarin, saya sudah memikirkannya dengan baik-baik." Ucap Davin.
"Iya jadi apa keputusanmu?"
"....."
Dag
Dug
Jantung berdetak dengan kencang, keringat di telapak tangan pun mulai keluaran menunggu jawaban.
"Saya memutuskan untuk menerimanya, saya harap anda bisa menepati janji anda."
Mendengar hal itu Bella merasa sangat senang, akhirnya jawabannya sesuai dengan yang diinginkan. Itu artinya ia akan segera pergi dari sini.
"Ekhem, baiklah aku tidak menyangka kau akan memutuskan hal itu dengan baik. Karena kau telah setuju, mari kita menikah sekarang."
"APA?"
"Kita akan menikah sekarang, asisten ku sudah menyiapkan semuanya. Kau tenang saja, semua anak buah ku akan membantuku mempersiapkannya dan juga tolong panggil aku dengan sebutan yang romantis seperti sepasang kekasih pada umumnya." Jelas Bella panjang lebar.
Ocehannya itu di dengar oleh Davin dengan sangat baik, sampai Davin bertanya padanya "Sebutan seperti apa itu nona."
"Sayang. Panggil aku seperti itu ya sayang....."
"Hah?"
"Baiklah itu saja, dah sayang sampai jumpa di pelaminan."
__ADS_1
"Tunggu......."
Tut
Tut
Tut
Di sisi lain di tempat Davin...
"Apa itu barusan? Sa-sayang????"
Dengan wajahnya yang mulai memerah Davin berusaha melupakannya namun baru saja ia hendak bersiap-siap bunyi Bel menghentikannya. Setelah pintu terbuka terlihat beberapa orang berbaju MUA berdiri di depan pintu seraya tersenyum padanya.
"Selamat pagi tuan Davin, nona Jeanne menyuruh kami untuk mempersiapkan anda di acara pernikahan nanti."
"APA????"
SKIP
Dua jam kemudian.
Sorak ria pada penonton menyalami pasangan yang baru menikah ini, bunga-bunga harum berhasil di lempar ke udara dan membuat suasana menjadi sangat ramai. Kegembiraan dan kebahagiaan terlihat jelas di wajah orang-orang itu, walaupun dalam pernikahan yang sederhana namun kesederhanaan itulah yang membuat pernikahan ini menjadi istimewa.
Lou Xi juga hadir di acara pernikahan tersebut dan ia menyamar menjadi seorang wanita cantik yang berpura-pura menjadi teman dekat Bella lewat pekerjaan.
Hari itu adalah hari kebahagiaan yang pernah ada, pernikahan adalah hal yang baru bagi Bella karena dirinya tidak pernah sekali pun menikah sebelumnya.
Dan kini di kamar pengantin.
"Bella, nikmatilah malam ini aku akan beristirahat sejenak." Kata Meimei di telinga Bella.
Kini Bella sedang duduk di pinggiran ranjangnya yang sudah di beri bunga-bunga mawar di ruangan itu. Tiba-tiba saja, Lou Xi datang dan pergi dengan cepat sebelum berkata....
"Bella perubahan rencana, kau harus hamil dan punya anak dengan Davin setelah itu kau boleh meninggalkan misi ini." Setelah berkata seperti itu Bella mulai berdiri dengan tatapan penuh amarah, sorot matanya seperti sedang mengeluarkan api panas layaknya naga api.
"APA KATAMU?!!!"
"Itu saja, dah......"
Bummm
Seperti gunung merapi yang meletus dengan kencang dan dahsyat mampu meratakan tanah di muka bumi. Itulah gambaran Bella sekarang ini. Untungnya amarah itu segera dihentikan oleh Davin yang mulai membuka pintu kamar.
Bella menatap Davin yang kini sudah berdiri di depannya.
Tidak apa-apa Bella kau hanya perlu membuat anak setelah itu kau pergi dari sini dengan tenteram sejahtera. Setelah itu balas dendam pada dewa laknat itu.....
Membuat anak tidak akan susah bukan?!!? pikirnya.
__ADS_1
......Bersambung......