Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Keahlian Akting Bella


__ADS_3

Bella terkekeh sembari berkata "Haha, tuan muda? Majikan duda mu itu ya?"


Lou Xi sempat tertawa mendengarnya namun ia langsung membungkam mulutnya. Hal itu malah membuat para preman itu kesal dan marah.


"Sepertinya kami terpaksa harus lakukan kekerasan. Wanita jangan menangis ya!!" Ledek pria tadi. Dan membuat teman temannya tertawa terbahak-bahak mendengar ejekan tersebut.


Seketika Bella terdiam dan pandangannya kini menatap tajam ke arah preman tersebut. Dengan tatapan menusuknya itu ia lalu berkata...


"Dasar Sampah."


Tanpa banyak basa basi Bella langsung berlari dan memukul wajah preman itu. Teman-teman nya kaget melihat hal itu namun Bella tidak memberi mereka kesempatan dengan tongkat kayu yang ia miliki langsung ia arahkan ke semua preman tersebut.


Pertarungan pun terjadi di sana, ketua preman tadi yang sempat linglung sejenak kini mulai bangkit walau sepertinya ia masih pusing akibat pukulan Bella tadi.


Lou Xi yang melihat preman itu telah bangkit segera dengan cepat ia membantu Bella dengan menghajar pria tersebut dari arah belakang.


Bughhhh


"Arghhhh....." Pekik pria itu sebelum akhirnya ia pingsan dan terjatuh ke lantai dengan posisi tengkurap. Bunyi kepalanya yang terbentur ke lantai terdengar sangat jelas di sana.


Satu persatu anak buahnya di hajar oleh Bella dan Lou Xi. Bella yang masih fokus melawan di depan tak melihat jika di belakangnya sudah ada preman lain yang siap menghajar nya dari belakang. Lou Xi melihatnya sontak ia langsung berbalik menghadang pukulan itu dan mengenai bahu kirinya.


"Arghhhh....." Rintih Lou Xi mulai terduduk lemas.


Sedangkan Bella ia sadar setelah menyelesaikan pertarungannya. Ia terkejut dan langsung merangkul tubuh Lou Xi agar tidak tumbang. Di sisi lain preman tadi berhasil lolos dari sana dan pergi dengan cepat.


"Lou Xi..." Panggil Bella agar Lou Xi tetap sadar.


"Ah iya?" Ucap Lou Xi yang sudah mulai lemas.


"DAVIN!!!!" Teriak Bella memanggil Davin. Dan tak lama kemudian Davin datang dari belakang Bar yang memang tadi ia harus mengeluarkan seluruh pelanggan mereka dari sana lewat pintu belakang.


"Iya Nona?" Jawab Davin dengan kencang terlihat juga ia berlari ke arahnya dengan nafas yang tidak teratur.

__ADS_1


"Cepat panggil ambulan!!!" Ujar Bella dengan lantang, tangannya mengambil kain dan berusaha untuk menghentikan pendarahan Lou Xi di bahunya.


Davin segera menelpon ambulan tangannya bahkan terlihat gemetaran melihat darah Lou Xi.


"Pergilah keluar, lihat situasi di sana." Titah Bella, Davin lalu mengangguk dan segera melaksanakan perintahnya.


Setelah kepergian Davin Bella mulai memanggil Meimei.


"Meimei..."


"Hai Bella, apa kamu butuh sesuatu." Jawab Meimei yang dengan cepat muncul bersama layar birunya.


"Lou Xi berdarah, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Bella yang juga sudah mulai gemetar, perasaannya entah kenapa takut akan kehilangan.


"Baik, saya segera mengeceknya sekarang."


Dengan alat canggihnya, Meimei mulai melihat keadaan Lou Xi sekarang ini. Setelah melakukan pemeriksaan Meimei langsung berkata "Bella jangan khawatir Lou Xi akan baik-baik saja. Ambulan akan datang kemari dalam waktu 5 menit sebelum itu pakaikan dia kain ini."


"Bertahan lah." Ucap Bella dengan suara pelan.


Lou Xi yang masih tersadar lalu ia tersenyum dan berkata "Aku dewa, kematian tidak akan datang padaku."


"Kalau begitu sembuhkan diri sendiri!" Kata Bella yang merasa dirinya sudah mulai kesal.


"Jika ku sembuhkan sendiri, maka misi ini akan gagal." Jawab Lou Xi dengan suara yang lemah.


Setelah itu suara ambulan pun terdengar dari jarak jauh, sesampainya di bar itu. Berbondong-bondong para perawat masuk ke dalam bar dan mulai mengobati Lou Xi seraya membawanya masuk ke dalam mobil tersebut.


Diiringi dengan mobil polisi yang juga ikut di belakang mobil ambulans tersebut malah membuat Davin heran. Padahal ia tidak menghubungi petugas polisi.


Karena heran, Davin lalu masuk ke Bar dan bertanya pada Bella.


"Nona, polisi ada di sini? Sumpah, saya tidak memanggil mereka." Sambil menunjukkan dua jarinya yaitu jari telunjuk dan jari tengah, Davin berusaha menyakinkan Bella dengan pasti.

__ADS_1


"Jika bukan kau artinya orang lain. Kita lihat siapa dia." Ucap Bella sambil melangkah keluar, di samping itu dirinya juga langsung di sambut oleh polisi untuk memberikan keterangan apa yang sebenarnya terjadi.


"Selamat malam nona." Sapa polisi laki-laki itu. Dibelakangnya ada dua orang polisi lagi dengan jenis kelamin perempuan dan laki-laki.


"Malam pak."


"Boleh kami menanyakan beberapa informasi atas apa yang terjadi di sini?" Tanya Pak polisi tersebut, kedua tangannya siap menulis di kertasnya.


"Tentu, saya pemilik bar ini." Ucap Bella.


"Kalau begitu boleh ibu jelaskan bagaimana ini semua terjadi?"


"Aku tidak tahu dengan pasti kenapa semua ini terjadi. Hanya saja saat aku datang kemari untuk bersantai di tempat kerja ku, tentunya aku membawa pacarku ke sini...." Jelas Bella sambil mengarahkan pandangannya ke mobil ambulan.


"Semua terjadi secara tiba-tiba. Kami berdua duduk santai dan setelah itu ada teriakan dari depan dan semuanya riuh. Saya tentu kaget, bagaimana pun juga barang-barang yang ada di sini hancur dan orang-orang berlari ke sana kemari. Melihat itu aku menyuruh Davin untuk menolong semua orang dan bawa mereka keluar dari sini. Dan...." Sejenak Bella menghela nafasnya pelan dan mulai mengeluarkan air matanya agar terlihat benar-benar kejadian yang sangat tragis.


Para polisi ikut terdiam melihat Bella menangis tersedu. Setelah itu Bella lanjut bercerita dengan jari tangannya menghapus air mata.


"Dan aku berusaha menghentikan mereka semua di bantu dengan kekasihku Justin, tapi..." Bella kembali menangis, kali ini polis wanita mulai mendekat dan mengusap-usap punggungnya.


"Tapi, Justin terkena pukulan dari belakang dan dia berhasil kabur. Aku, aku tidak sempat mengejarnya karena aku melihat darah di tubuh Justin." Bella dengan jurus terakhirnya mulai menangis dengan kencang di dalam pelukan bu polisi.


"Errm, kalau begitu terima kasih nona atas informasinya. Kami akan berusaha mencari dalang di balik semua ini. Hanya saja...." Ucapan pak polisi sekali lagi di potong oleh Bella.


"Jika bapak tidak percaya silahkan lihat saja sendiri di CCTV."


Seketika itu para polisi pun percaya dan mereka langsung membiarkan Bella beristirahat. Davin yang menunggu di kursi dekat tempat tanaman di daerah itu mulai mengajak Bella untuk duduk di sana.


"Nona, apa kau baik-baik saja?"


...Bersambung...


Jangan lupa like🥰

__ADS_1


__ADS_2