Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Siapa Kalian!!


__ADS_3

Setelah berkeliling ke sana kemari barulah Bella membereskan barang-barangnya yang tidak terlalu banyak. Dan tak terasa waktu begitu cepat karena ternyata hari mulai sore.


Ia pun beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri yang sudah berkeringat. Dengan air hangat yang mengalir dari atas Bella menikmati ritual mandinya dengan beban pikiran yang ada di otaknya.


Karena tiba-tiba saja ia teringat kembali dengan Gilang, pemuda tampan nan cool itu sudah lama hilang kontak. Sejak kedua kakaknya datang hari itu Gilang sudah tidak terlihat lagi di kampus.


Mungkinkah dia ada masalah? Pikir Bella.


Walau sebagian dalam dirinya tak peduli akan hal itu namun sebagian dirinya yang lain penasaran akan kabar Gilang selama ini. Setidaknya ia merasa tenang kalau Gilang baik-baik saja.


Beberapa Jam kemudian


Bella sudah rapih dengan pakaian yang santai, ia memakai rok plisket dan sweater hingga membuat terlihat cantik dengan gayanya yang simpel tapi kali ini lebih terlihat feminim.


(Gambar sebagai contoh)



Tak lama setelah itu, Bella duduk di sofa dan mulai mengerjakan pekerjaannya yang ia rasa masih bisa dikerjakan sekarang. Karena sebenarnya, ia datang ke Seoul bukan hanya sekedar kuliah dan memperluas bisnis sana akan tetapi ia ingin menikmati tempat itu.


Dengan Meimei di samping depannya, membantu Bella mengerjakan berkas-berkas yang menebal di atas meja.


"Bella, seharusnya kamu istirahat saja karena hari ini hari yang melelahkan untukmu. Ingat Bella jaga kesehatanmu!" Kata Meimei mengingatkan Bella yang setiap harinya terus bekerja keras.


"Aku akan istirahat setelah ini semua selesai." Ucap Bella sambil jari-jarinya mengetik di komputer.


Meimei mengedipkan matanya walau layarnya hanya menampilkan emoji, seolah sedang mengamati Bella Meimei lalu berkata "Baiklah Bella tapi kenapa penampilanmu sangat rapi sekarang? Apa kau akan pergi ke suatu tempat?"


Mendengar itu Bella menengok ke arah Meimei, sekilas juga ia menatap bajunya sendiri lalu ia mengangguk dan menjawab "Benar, aku akan pergi jalan-jalan malam ini. Karena malam hari di Seoul lebih indah daripada siang hari."


"Kau akan mengajakku bukan?" Tanya Meimei yang menampilkan wajah imut di layarnya.


Hal itu membuat Bella tertawa kecil lalu terlintas dalam pikirannya untuk menjahili Meimei.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak akan membawamu!"


"Kenapa? Lagi pun aku satu-satunya di sini yang menemani mu."


"Bahaya kalau kamu di culik, robot hebat sepertimu pasti banyak orang yang menginginkannya." Jelas Bella.


Mendengar jawaban Bella yang seperti itu, Meimei langsung menampilkan emoji yang sedang berfikir kritis seolah dirinya sedang mencari sebuah ide yang tepat. Hingga akhirnya ia menemukan ide tersebut.


"AHA!"


Meimei sedikit menaikkan suaranya sampai-sampai Bella yang sedang dengan berkasnya melonjak kaget.


"Mei ada apa?!"


"Aku menemukan ide cemerlang, bagaimana kalau aku merubah kembali diriku seperti semula. Sebuah layar yang hanya terlihat olehmu dan kita akan berbicara lewat batin seperti dulu." Ucap Meimei menjelaskan idenya itu.


Bella hanya menghela nafas mendengarnya, pasalnya jantungnya yang tadi berdetak kencang karena terkejut kini mulai berdetak normal setelah menarik nafas pelan-pelan.


Meimei menggerakkan tubuhnya yang berarti ia mau membantu Bella.


"Baik aku akan membantumu, mari kita lihat semua pekerjaan yang ada." Ucap Meimei dengan semangat, ia lalu mengambil alih komputer Bella dan Meimei juga menyuruh Bella untuk membacakan isi berkas-berkas di sana.


Dari sana mereka terlihat sangat akrab dengan kerja sama tim yang baik, terkadang keduanya tertawa karena kesalahan yang Bella lakukan.


Di lain sisi, Gilang kini di sibukkan dengan pelatihan keras untuk menjadi pengusaha yang baik seperti keluarganya. Walau kebenarannya ia di paksa oleh kakaknya namun ia tetap harus melakukannya.


Selama setahun itu juga Gilang merasa rindu pada Bella, karena di setiap ada kesempatan untuk bertemu kedua kakaknya selalu saja menghalangi dengan alasan yang tidak masuk akal.


Sebenarnya apa yang sedang terjadi!


Apakah Zen dan Malik menyembunyikan sesuatu? Semua itu masih menjadi sebuah teka-teki.


Singkat waktu hari sudah menjadi malam.

__ADS_1


Bella kini sudah berada di dalam taksi menuju sebuah tempat yakni Namsan Seoul Tower. Tempat itu digadang-gadang sebagai tempat romantis yang biasa di pakai di drama Korea.


Sesampainya di sana, Bella bergegas berjalan-jalan menyusuri jalanan yang ada, bahkan ia juga mampir ke toko-toko di sana.


Bella terlihat seperti seorang gadis yang sedang menikmati hidup sendirinya, walaupun tidak ada satu teman di sampingnya namun gadis itu terlihat sangat bahagia. Apalagi saat membeli beberapa makanan yang ada di sana, Bella melahapnya dengan santai tanpa di sadari kalau ia sedang di amati oleh seseorang.


Wajah putih cantik itu membuat orang-orang yang ada di sana terus menatapnya, walau agak sedikit risih namun Bella berusaha agar dirinya memasang wajah itu suka karena bisa saja ia malah di hujat.


Tak hanya dengan memakan jajanan saja, kali ini Bella pergi ke tempat yang benar-benar ia tuju. Namsan tower!


Sesampainya di atas, Bella duduk di salah bangku di sana sambil menatap ke bawah yang menampilkan pemandangan kota yang indah dengan warna warni lampu yang ada.


Walau tempat itu indah namun Bella merasa menyesal karena ia tidak memakai baju yang tebal, ia lupa kalau di Korea cuacanya pasti dingin.


...Tahan Bella tahan! Dingin segini pasti kuat! Ucap Bella dalam hati, namun Meimei mendengarnya dari samping. ...


Tentu saja komputer biru ajaib itu ada, walaupun gaib tapi sebenarnya ia nyata.


Tadinya aku ingin mengingatkanmu kalau cuacanya dingin, tapi karena aku terlalu bersemangat kemari jadinya aku lupa. Jelas Meimei dilanjut dengan meminta maaf setelahnya.


"Tidak apa-apa lagi pula kita sudah ada di sini. Tidak mungkin kita kembali hanya untuk mengambil jaket." Ucap Bella bukan dengan batinnya.


Hal itu malah membuat orang-orang disekitarnya melirik Bella, mereka heran karena Bella tiba-tiba saja berbicara sendiri.


Sadar dengan apa yang telah ia lakukan barulah ia menepuk bibirnya dengan pelan.


Dari arah belakang dua orang pria berjalan ke arahnya, salah satu dari mereka lalu membuka jaket dan langsung mengaitkannya pada tubuh Bella dari belakang.


Sontak Bella terkejut ia segera berdiri lalu berbalik, sorot matanya yang kaget melihat dua orang pria berwajah tampan sedang tersenyum padanya.


"Bella!" Teriak Meimei memanggil namanya, walau begitu kencang orang-orang tidak dapat mendengar teriakannya Meimei.


"Siapa Kalian?"

__ADS_1


__ADS_2