
"Bella, ingat ini! Sampai waktunya tiba nanti kau harus memberitahukan Chen Jiao tentang kesehatanmu yang memburuk akibat tubuhmu yang lemah. Sampai suatu saat nanti, beritahukan juga pada kaisar untuk meringankan hukuman Chen Jiao karena itulah misinya. Buat Chen Jiao dan kaisar bersama dan kau akan kembali ke duniamu setelah itu."
"Lou Xi benar aku harus melakukannya." Gumam Bella sembari tangannya menekan kuat dadanya yang terasa sakit.
"Meimei." Panggil Bella dan seketika Meimei muncul di sampingnya.
"Halo Bella."
"Iya Mei, bisakah kau membantuku sekarang?" Ucap Bella dengan nada yang lemah.
"Tentu saja Bella, katakanlah dan aku akan membantumu."
"Aku akan mendatangi Chen Jiao di sana, bantu aku keluar dari sini jangan biarkan orang lain melihatku seperti ini." Titah Bella yang kini berjalan mengambil jubahnya.
"Baik Bella."
Krak (Bunyi pintu kamar yang terbuka)
Perlahan-lahan Bella keluar dari kamarnya, ia menyentuh dinding sebagai bantuannya untuk berjalan. Terlihat orang-orang tidak ada di sekitar sana, sepertinya Meimei telah menjalankan tugasnya dengan baik.
Tak lama kemudian sampailah Bella di taman, dimana Chen Jiao berada tadi. Dan benar saja Chen Jiao masih ada di sana, namun ia sendirian dan sedang duduk di bangku.
"Yang mulia." Panggil Bella dari arah belakang.
Mendengar namanya dipanggil, Chen Jiao berbalik dan melihat Wei Zifu sedang menunduk sebagai bentuk sopan santunnya.
"Wei Zifu." Seru Chen Jiao terkejut melihat penampilan Bella yang lemah dan berwajah pucat.
Chen Jiao lalu menuntun Bella untuk duduk bersamanya.
"Duduklah, apa kau baik-baik saja? Wajahmu sangat pucat."
"Yang mulia aku...aku ingin memberitahumu sesuatu, ini sangat penting." Ujar Bella yang menatap layu Chen Jiao.
Awalnya Chen Jiao diam sebelum akhirnya ia pun mengijinkan Bella.
"Katakanlah."
__ADS_1
"Tubuhku sangat lemah, aku bahkan tidak tahu berapa lama aku akan hidup di sini." Ujar Bella.
Sebentar lagi, sebentar lagi aku akan kembali ke asal ku. Pikir Bella, ia merasa senang tapi juga sedih karena hari-hari yang ia lalui selama ini sangat menyenangkan untuknya.
Pengalaman baru, kehidupan baru, keluarga baru, teman baru, semua yang belum ia pernah ia rasakan sebelumnya akhirnya bisa dirasakan di setiap misi yang ia lakukan sampai saat ini. Namun jika ia ingin mempertahankan kehidupan ini bagaimana dengan tubuhnya yang asli, lagipula selama ini ia hanya merasuki tubuh milik orang lain dan ia tidak punya hak untuk serakah.
"Yang mulia, jika suatu saat nanti aku tidak ada di dunia ini lagi kumohon sayangilah anakku ini dan rawatlah dia."
Mendengar itu Chen Jiao membelalakkan matanya, ia masih tidak percaya apa yang barusan dengar.
"Tidak baik bercanda di malam seperti ini." Chen Jiao terkekeh dan menganggapnya sedang bercanda.
"Aku tidak bercanda yang mulia." Kata Bella dengan nada serius.
"Dan juga hentikanlah ibu suri, tolong jangan percaya wanita tua itu." Lanjut Bella yang membuat Chen Jiao seketika tegang serta bibirnya yang gemetar ketakutan.
"Jangan melanggar aturan kerajaan. Saya harap anda selalu bahagia yang mulia, kalau begitu saya permisi." Ucap Bella sembari bangkit dari duduknya. Ia pun melangkah pergi meninggalkan Chen Jiao yang masih terpaku di tempatnya.
Wanita itu terkejut setengah mati, seketika ribuan pertanyaan muncul dalam pikirannya.
Bagaimana bisa Wei Zifu tahu tentang itu? Tubuhnya lemah itu artinya dukun itu berhasil. Ta-tapi bagaimana jika kaisar tahu tentang ini, a-apa dia akan memenggal kepala ku. Tidak, ibu....
Sedangkan sekarang, Bella sudah kembali ke kamarnya. Ia membaringkan dirinya di ranjang dan mulai menutup matanya untuk tidur.
Ia lalu bermimpi...
Dirinya sedang berada di kamar VIP rumah sakit ternama. Tubuhnya saat itu sedang terbaring tak sadarkan diri di ranjang, infus dan alat-alat medis memenuhi setiap sisi ranjangnya.
Di dalam alam bawah sadarnya itu, ia hanya bisa melihat dari kejauhan. Walau ia ingin menyentuh barang-barang di sana namun tidak!! tubuhnya melayang seperti hantu.
Tiba-tiba saja pintu kamar inap terbuka, dan datanglah seorang perempuan dengan membawa sebuah buket di tangannya.
Dia....
Kal?!!!
Teman kerjanya yang selalu mengobrol bersama saat ada waktu luang, seorang teman yang terasa saudara. Bagaimana bisa Kal berada di sini? Apakah dia yang selalu menemani ku selama ini?
__ADS_1
Kal, aku merindukanmu
Setetes air mata berhasil lolos keluar dari kelopak mata Bella, ia masih tak percaya selama ini Kal lah yang menemaninya. Setahun, selama itulah Bella koma dan Kal dengan sabar menemani Bella yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
Di sana, Kal menaruh buketnya di meja dan ia pun duduk di kursi sembari menatap sedih tubuh Bella yang masih menutup matanya.
"Hei, bangunlah..Sudah hampir setahun dan kau belum sadar juga. Ck, dasar pemalas aku akan menghukum mu saat kau bangun nanti." Kal lalu menangis mengingat dirinya yang selama ini bermain dan bekerja bersama Bella.
Melihat itu, Bella tak kuasa menahan air matanya ia pun berbalik dan kemudian ia pun bangun dari tidurnya.
Ternyata hari sudah mulai pagi, dan terdengar lah langkah kaki dari luar kamar yang menandakan kalau para pelayan mulai berjalan masuk ke kamarnya.
Saat itu juga Bella kembali pura-pura tidur, tak lupa ia juga menghapus bekas air matanya.
...----------------...
Hari-hari pun berjalan seperti biasanya, hanya saja selama beberapa hari ini juga tidak ada pergerakan apapun tentang Chen Jiao maupun ibunya seakan keduanya menghilang .
Seperti biasa juga, hari-hari Bella dilanda rasa sakit pada sekujur tubuhnya. Selama berbulan-bulan ia juga menyembunyikan sakitnya dari kaisar dan orang lain kecuali Chen Jiao.
8 Bulan Kemudian
"Argghhhh...." Terdengar teriakan seorang wanita yang sedang melahirkan.
Kaisar juga membantu mengurangi rasa sakit yang di derita oleh wanita itu, orang-orang di luar sana sangat menunggu kehadiran sang pewaris kerajaan.
Bella dengan keringatnya yang bercucuran sedang berusaha melahirkan anaknya. Rasa sakit yang menjalar ditubuhnya bagaikan neraka, belum lagi rasa sakit yang ia rasakan untuk melahirkan seorang anak.
Sepersekian detik Bella merasa ingin menyerah saja, namun tiba-tiba Lou Xi muncul di samping kanannya dengan bentuk yang kasat mata. Tangan Lou Xi menyentuh dahinya dan juga tangannya berharap ia bisa mengurangi rasa sakit yang di alami oleh Bella.
Barulah Bella merasakan kekuatan untuk melawan rasa sakit itu, sekali dengan teriakannya yang kencang Bella berhasil melahirkan anaknya dengan normal.
Kaisar sangat bahagia atas kehadiran buah hatinya, berulang kali ia mencium kening Bella dengan begitu sayang. Ia juga lalu memeluk anak pertamanya dan merasa bangga sekali.
"Aku sangat mencintaimu." Bisik Kaisar tepat di telinga Bella.
Sebelum akhirnya Bella pun pingsan dan....
__ADS_1
Bersambung