Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Kehamilan Wei Zifu


__ADS_3

"Tidak mungkin, dia sudah menjadi orang kaya dia tidak akan menemui kita lagi." Jawab Xin dengan sorot matanya yang penuh keyakinan.


"Tapi Kak Wei sudah berjanji pada kita."


"Dengan Zin! Orang jahat selalu mengingkari janjinya. Kita juga tidak seharusnya mengharapkan kedatangan dia." Jelas Xin.


"Padahal Kak Wei baik, dia juga memberi kita makan. Kak Xin tidak mungkin membeli makanan seperti itu." Kata Zin dengan nada sendu.


Mendengar adiknya berkata seperti itu Xin hanya bisa menghela nafas. Ia sadar sebagai seorang kakak sudah seharusnya menghidupi Zin dengan baik, tapi untuk membeli makanan seperti itu harus berkata tahun ia mengumpulkan uang???


"Kalau begitu kita tunggu saja Kak Wei." Seru Xin membuat Zin tersenyum kegirangan.


"Benarkah???"


"Iya."


"Yeayyy."


Kebahagiaan anak kecil itu seketika membuat suasana di pohon rindang itu menjadi ramai. Yap, benar sekali mereka memindahkan dagangan mereka ke tempat dimana Bella pernah memberitahu mereka untuk bertemu suatu saat nanti di pohon paling besar.


Di sisi lain Bella kini sudah di sibukkan oleh persiapan pernikahannya. Yah walau sebenarnya ia harus menyiapkan mental dan fisiknya terutama omongan pedas dari keluarga kerajaan.


Dua hari kemudian.


Tepatnya di dalam kereta, Bella dengan menggunakan kerudung merah nya bersiap untuk pernikahannya hari ini. Beberapa orang yang melihat kereta itu menundukkan kepalanya sebagai penghormatan. Di balik itu Bella masih bertarung dengan pikirannya.


"Bella, kau gugup?" Tanya Meimei yang kini keluar dengan layar birunya.


"Jangan keluar seperti itu, Orang-orang akan melihat dirimu nanti." Bella memperingati dengan melirik ke sana kemari agar tidak ada orang yang melihat Meimei.


"Jangan khawatir Bella, pikirkan saja dirimu."


"Ck, aku tidak gugup. Lagi pun aku sudah merasakan yang namanya menikah." Ucap Bella yang sekilas kembali mengingatkan dirinya dengan Davin di misi sebelumnya.


"Pernikahan kali ini berbeda Bella, ritual-ritual tertentu harus kau jalani saat menikah nanti."


Mendengar hal itu Bella hanya berusaha tenang dan tidak gugup.


"Bella akan ku jelaskan, lihatlah ini." Meimei lalu menunjukkan gambar-gambar yang berisikan orang-orang menikah dengan adat kuno. Sembari memperlihatkan gambar itu Meimei juga menjelaskannya sehingga Bella mengerti.


Dari penjelasan yang diberikan oleh Meimei di kereta. Tak terasa mereka sudah sampai di kuil tempat pernikahan berlangsung.


Selama pernikahan itu, orang-orang masih tak percaya dengan Kaisar yang menikahi seorang pelayan. Wajah cantik yang dimiliki Bella tetap tidak bisa mengalahkan mereka yang sudah di penuhi kebencian terhadapnya.


Setelah acara selesai, Bella disuruh menunggu di kamar sampai Kaisar membuka kerudungnya.

__ADS_1


Di saat itulah Bella dan Meimei berbincang bersama lewat batin mereka. Bella yang berbicara sendiri terlihat seperti orang gila.


"Meimei dimana Lou Xi?" Tanya Bella yang tiba-tiba teringat dengan Lou Xi.


"Tuan sedang sibuk Bella" Jawab Meimei.


"Apa kau tahu tentang misi selanjutnya?"


"Tidak Bella, tuan tidak pernah memberitahu misi selanjutnya kecuali kau sudah hampir menyelesaikan setiap misinya."


"Meimei bisakah kau membantuku?" Tanya Bella dalam hati.


"Ada Bella sepertinya kamu khawatir." Ujar Meimei dalam bentuk layar birunya.


"Bukankah Wei Zifu yang asli masih hidup?"


"Kamu benar Bella, tetapi kenapa kamu menanyakan itu?"


"Buat dia sadar dan biarkan dia yang menjalani malam pengantin ini." Titah Bella, jantungnya berdegup kencang takut kaisar segera datang ke kamarnya.


"Tapi, Bella...."


Sebelum Meimei melanjutkan ucapannya tiba-tiba saja pintu kamar di buka menandakan kalau kaisar telah tiba.


**Dan...


Malam panas pun terjadi**...


Di luar istana orang-orang berkumpul menatap langit di atas yang tiba-tiba saja mengeluarkan cahaya bintang yang cerah warnanya. Bintang-bintang itu menghiasi indahnya langit, pohon-pohon bergerak seolah bergembira ria malam ini.


Melihat itu orang-orang di sana berfikir kalau kedatangan Wei Zifu membawa keberkahan bagi kekaisaran.


Semua orang kini bersorak dan mulai mendukung kehadiran Wei Zifu yang dianggap sebagai keberuntungan.


One Week Later


"HIDUP YANG MULIA KAISAR...HIDUP."


Begitulah rakyat menyeru kaisar mereka, di hadapan semua rakyat Wei Zifu duduk di samping kiri kaisar Wu sedangkan sang ratu duduk di samping kanannya.


Hari ini adalah hari pengumuman akan kedatangan calon buah hati pertama kaisar.


Fiuh, mengandung lagi rasanya sangat berat. Aku bahkan teringat anakku yang sebelumnya, yah walaupun tidak nyata tapi aku menyayangi mereka.


Jika saja aku tahu ibu Chen Jiao semengerikan itu, tidak mungkin aku mampu menahan sorot matanya yang tajam. Wajahnya saja terlihat sangat tidak suka padaku apalagi pada anakku nanti.

__ADS_1


Tidak, anakku tidak boleh dilukai. Jika saja dia berani menyentuh perutku aku akan membunuhnya!!


Batinnya dalam hati seraya menatap ke belakang tepatnya ke arah dimana ibu Chen Jiao berada. Dia menyadarinya!!


Ibu Chen Jiao menyadari kalau Wei Zifu menatapnya tajam dari depan. Walau ia tahu itu nenek lampir itu malah mendongakkan kepalanya dan tetap acuh tak acuh.


Kaisar Wu berpidato singkat mengenai kehamilan Wei Zifu, dari raut wajahnya ia sangat bahagia betapa senyumnya yang indah itu mengukir jelas wajah tampannya.


Sadarlah Bella jangan menyimpan hati untuknya!! ingatlah duniamu yang sebenarnya!!


Acara itu pun di adakan selama satu Minggu, dan satu Minggu inilah sangat sibuk bagi Bella. Ia harus ini, itu dan semuanya telah di atur oleh kaisar sendiri.


"Lou Xi!!" Panggil Bella saat ia sendiri di kamar.


Lou Xi muncul dengan tubuhnya yang pendek seperti biasa, namun baju yang dipakainya sekarang lebih simpel namun tetap tradisional.


"Ada apa Bella?" Tanya Lou Xi dengan membawa sebuah kuas besar berwarna putih. Kuas itu bahkan terlihat lebih besar dari tubuhnya yang sangat kecil.


"Bantu aku temui Xin dan Zin, tidak!! Lou Xi, kau datanglah ke tempat mereka dan beri semua harta karun ini pada mereka. Katakan ini dariku, mulai hari ini hiduplah bahagia dan teruslah bekerja keras karena mungkin saja aku tidak bisa menemui mereka lagi." Jelas Bella walau terlihat ia tidak tega mengatakan itu.


"Kenapa kau sedih Bella? Apa kau berfikir misi ini akan segera berakhir?"


"Itu memang benar kan? Lagi pun aku sudah lelah di sini."


Mendengar itu Lou Xi menghela nafas dan mulai berjalan di lantai kamar itu, ia melukis di udara dengan kuas putihnya. Di sana munculah sebuah teleport yang mengarah ke tempat di mana Xin dan Zin berada.


"Ikutlah denganku dan katakan langsung apa yang baru saja kau katakan tadi." Ucap Lou Xi dengan santai.


"Tapi, bagaimana jika kaisar datang ke sini sedangkan aku ada di sana." Kata Bella. Ia khawatir dengan apa yang terjadi nanti kalau dirinya hilang tanpa jejak.


"Apa kau meremehkan ku? Aku ini dewa."


"Ck, kamu masih saja berhidung panjang." Ucap Bella sembari dirinya masuk ke dalam teleport tersebut.


Diikuti oleh Lou Xi di belakangnya mereka pun tiba di tempat tujuan, namun mereka kini berada di gang sempit dimana tidak ada orang yang melintas jalan tersebut.


Dan...


Syuh


Tiba-tiba saja Liu Xi merubah penampilan Bella yang tadinya glamor menjadi lebih sedikit sederhana. Hal itu dilakukan agar dirinya tidak terlalu mencolok.


"Ayo kita pergi..." Ajak Lou Xi memimpin jalan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2