Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Amerika, Washington DC


__ADS_3

William membawaku ke tempat ku pikir akan besar dan berisikan orang-orang berwajah sangar. Entah kenapa aku ingin menolaknya saat aku berfikir seperti itu tapi dia tetap kekeh membawaku ke sana. Lantas aku hanya bisa mengekornya dari belakang, tapi ternyata pikiranku salah malah markas itu jauh lebih sederhana namun berisikan orang-orang tampan nan rupawan.


Wiliam membawaku ke sebuah rumah mewah dengan halaman yang luas di sana, ada air mancur dan taman yang indah serta para pelayan yang banyak.


Inikah kehidupan asli para pencuri kelas kakap. Ucapku dalam hati


Bella misi ini sudah selesai kita harus kembali!


"Apa?" Teriakku di dalam mobil.


William dan si sopir pun terkejut, ada gerangan apa Bella?


Ku tutup mulutku dengan telapak tangan lalu meminta maaf pada mereka dengan alasan..


"Maaf tadi aku berkhayal."


Dan mereka pun percaya.


Tanpa banyak basa-basi ternyata Meimei sudah menyiapkan kekuatannya untuk segera pergi dari misi ini.


Maaf Bella kau harus segera pergi dari sini sekarang juga.


Setelah Meimei berkata seperti tiba-tiba aku merasa seperti sedang di putar dalam ratusan putaran membuat kepalaku berputar tujuh keliling. Tak lama aku pun kembali ke rumah yang ada di Korea dengan keadaan sudah berada di kasur. Aku bangun setelahnya di pagi hari.


Setelah itu....


Esok pagi


Hari ini dengan hari yang baru Bella sudah keluar dari kamarnya akan tetapi masih dalam keadaan yang berantakan, gadis itu masuk ke dalam dapur dan mulai membuat sarapan untuk dirinya sendiri berupa roti panggang dan susu putih. Beberapa menit selesai barulah ia bawa sarapan itu ke ruang tv, lalu dinyalakan lah tv itu walau sebenarnya ia tak ingin menonton tv.


Karena terpaksa akhirnya ia pun menonton film kartun seraya dirinya menyantap makanan. Rambutnya yang masih acak-acakan, matanya yang sembab seperti seekor panda serta wajahnya yang belum di cuci sama sekali membuat gadis itu terlihat sangat kacau.


Ini hari yang cerah Bella, nikmatilah


Begitulah Meimei berusaha merubah suasana hati Bella menjadi lebih baik. Akan tetapi tetap saja Bella sepertinya masih kesal dan marah atas kejadian kemarin.


Wajar dia ambek, toh misi itu sangat dadakan serta tidak tahu jelas tujuannya apa?

__ADS_1


"Padahal aku ingin masuk ke dalam rumah itu, sialnya di depan pintu ada empat pria tampan yang akan menyambutnya sungguh tidak beruntung." Ucap Bella sembari mulutnya penuh dengan roti.


Kau akan melupakannya nanti, jadi jangan terlalu pikirkan. Kata Meimei dengan suara yang lembut.


"Ck aku benar-benar ingin bertemu dengan Lou Xi. Di mana dia sekarang?!" Tanya Bella dengan nada menuntut.


Tuan akan segera datang dan menjelaskan semuanya.


Mendengar itu Bella hanya menarik bibirnya ke atas karena emosi dengan Lou Xi yang selalu mendadak dalam memberi sebuah misi.


Satu Jam Kemudian


Setelah bersih-bersih rumah sembari mendengarkan musik yang keras, Bella akhirnya bersantai di luar dekat kolam renang kini ia sedang menikmati pemandangan kota yang begitu cerah.


Hey, boy


Make 'em whistle like a missile bomb, bomb


Every time I show up, blow up, uh


Make 'em whistle like a missile bomb, bomb


Every time I show up, blow up, uh


그 눈빛이 아직 나를 이렇게 설레게 해, boom, boom


24, 365, 오직 너와 같이 하고파


낮에도, 이 밤에도, 이렇게 너를 원해, mmm, mmm


....


Sekilas Bella menghayati alunan lagu yang kini sedang berbunyi nyaring lewat speaker miliknya. Ia juga mengikuti irama lagu dan membuat suasana di tempat itu bagaikan karoke.


"Yaaaa C'mon Blackpink in your area."


lantas di saat-saat dirinya sedang bergembira sendirian sebuah badai menyapu tempatnya berada dan mampir merusak suasana menyenangkan itu. Sampaikanlah Bella harus menahan tubuhnya agar tidak terbawa angin laknat itu.

__ADS_1


"Ugh Lou Xi." Ucap Meimei sembari menutup mata agar tidak kelilipan mata. Dan benar Lou Xi yang menyebabkan semua yang ada di sana hancur berantakan.


Kali ini penampilannya berubah lagi, setelan jas seorang pelayan dengan bunga lili bertengger di sakunya. Warnanya putih dengan sepatu hitam serta jam tangan yang menghiasi penampilannya kali ini. Berbeda dengan yang kemarin malam kali ini ia terlihat rapi.


Melihat itu Bella langsung menghampiri Lou Xi dan segera ia mengoceh di depannya meminta penjelasan kemarin serta kedatangannya kali ini.


"Lou Xi aku menuntut penjelasan padamu! Katakan padaku kenapa misi kemarin hanya sebentar? lalu kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya agar aku bisa menyiapkan diriku terlebih dahulu."


"Maafkan aku karena langsung membawamu ke tempat itu, aku tidak punya pilihan lain karena waktunya sangat terbatas." Ucapnya sembari jari-jari tangannya bergerak membereskan kekacauan yang ada hingga akhirnya benda-benda yang tadinya berserakan kini kembali ke tempatnya masing-masing.


"Misi kali ini berbeda dengan yang sebelumnya, aku pernah mengatakan itu kan?"


"Aku lupa." Jawab Bella sembari dirinya menyilangkan kedua tangannya di dada seraya memalingkan wajahnya ke arah yang lain.


Melihat itu Lou Xi menarik senyumnya lalu ia mengusap lembut pucuk kepala Bella.


"Apa? Berhenti melakukan itu agar aku tidak mudah memaafkan mu."


"Ck, aku memang seharusnya minta maaf. Tapi kurasa aku harus melanjutkan kembali kesalahan ku." Kata Lou Xi dengan sedikit ambigu.


"Maksudmu?" Tanya Bella.


"Ada misi lain, tapi hampir mirip dengan yang kemarin misi kali ini juga hanya sebentar kalau kamu sudah melakukan tugasnya kau harus segera pergi dari sana dan kembali ke sini." Ucap Lou Xi.


Kini Bella mulai paham dan mengerti akan apa yang ia lihat sekarang.


"Pakaian mu hari ini, apa kau juga ikut dalam misi?"


Lou Xi tersenyum lalu dia menjawab "Tentu saja, aku ingin sekali membantumu."


"Ck, padahal kau selalu membantuku lewat Meimei. Aku sangat berterimakasih padanya dia sangat membantuku aku pikir semua misi yang ku jalani tidak akan berhasil kalau tidak Meimei." Ucap Bella sembari menatap layar komputer Meimei yang berada di udara kosong.


"Jelaskan dulu padaku misi kali ini, ingat 5W+1H." Lanjutnya sedikit menambah candaan.


"Hahaha baiklah, mari aku jelaskan."


Keduanya pun duduk berhadapan di meja yang ada di tempat itu, sembari menikmati suasana pagi yang indah dan cerah. Lou Xi menjelaskan secara rinci dan jelas serta mudah di pahami oleh Bella.

__ADS_1


"Misi kita kali ini adalah mencegah kelompok mafia mendapat uang bernilai fantastis yang tak terhitung jumlahnya. Tempatnya di pantai Amerika, Washington DC. Kita berdua akan menjadi pelayan dan menghentikan peredaran uang itu agar jangan sampai jatuh ke tangan mereka."


"Kau Mengerti?!"


__ADS_2