
At Night
Tepatnya jam setengah 7 malam sehabis mandi dan makan Bella kini sibuk dengan urusannya di ruang tv.
Meja sudah terpenuhi dengan berkas dan kertas, serta tv menyala mempertontonkan idol K-Pop yang kini sedang booming di semua manca negara.
"Mereka ganteng ya." Gumam Bella saat dirinya menatap tv di depan sana.
Sontak Meimei ikutan mendongak ke depan terheran dengan tingkah Bella yang tidak biasa.
"Itu benar, tapi Bella aku heran bisa-bisa kamu memuji mereka!"
"Kenapa? Bukankah wajar kalau aku berkomentar?" Jelas Bella.
"Itu sangat tidak biasa untukmu bukankah kau orang yang cuek?" Jawab Meimei dengan emoji heran.
"Entahlah mungkin saja karena aku sedang stress, kepribadian seseorang bisa tergantung karena masalah hidupnya."
Meimei terlihat mengangguk dengan emoji di layarnya, setelahnya mereka berdua pun melanjutkan aktivitasnya.
Tiba-tiba di menit kemudian sebuah telepon masuk dengan nama Kal tertera di layar handphone tersebut.
"KAL!!" Teriak Bella, gadis itu benar-benar terkejut karena memang sudah lumayan lama mereka tidak berbincang lewat telepon di tambah waktu itu ia benar-benar selalu menolak ajakan telpon dari Kal dengan alasan 'Sibuk'.
Bella lalu memberanikan diri dan mengangkatnya dan tak lama kemudian teriakan kencang di seberang sana terdengar begitu nyaring.
"OI BELLAAAA....."
Saking nyaringnya Bella harus menutup telinganya serta menjauhkan teleponnya ke atas sana.
Ocehan Kal mulai terdengar bak seorang rapper internasional di Amerika. Tak lain intinya adalah amukan Kak atas puluhan telepon yang di reject.
__ADS_1
"Bisa-bisa kau menolak telepon ku! Katakan padaku apa kau ada masalah di sana! Kenapa tidak memberitahu aku apa pun! KABAR! Bisakah kau memberikan kabarmu padaku lewat pesan suara! Ini bahkan TIDAK SAMA SEKALI! O come on Bella jangan lakukan hal itu lagi oke?! Kau tahu aku sangat khawatir padamu."
Di rasa amarah Kal mulai mereda barulah Bella bersuara dengan lembut.
"Iya-iya maafkan aku, jadwalku sangat padat di sini kumohon mengertilah Kal lain kali aku akan mengajakmu makan oke?" Ujar Bella sembari memberi suap.
Terdengar di seberang sana Kak menghela nafasnya lalu mengiyakan Bella, serta ia juga memberi nasihat baik layaknya seorang ibu pada anaknya..
"Hah baiklah aku mengerti tapi setidaknya kau pahami aku juga, rindu itu berat Bel! Kau bahkan tidak mengirim pesan padaku, tentu saja aku jadi khawatir. Tapi setidaknya kau baik-baik saja di sana, Kau tidak sakit kan?" Tanya Kal.
"Aku baik dan juga sehat." Jawab Bella dengan wajah yang penuh dengan senyuman.
"Aku tidak percaya sebelum melihatmu, aku tidak ingin telepon, bisakah kita Vidio call saja."
"Baik Bu akan saya laksanakan."
Dengan berkata seperti itu Kak malah tertawa di buatnya, bahkan tawa itu terdengar seolah menggema di ruangan sana.
Satu jam setengah kemudian
"Bye."
"Bye."
Setelah keduanya mengakhiri obrolan itu, Bella melanjutkan kembali kegiatannya yang ternyata sudah di kerjakan sebagian oleh Meimei. Dan dengan begitu pekerjaannya lebih ringan.
"Terimakasih banyak Mei."
"Tak apa Bella ini hanya masalah kecil." Ucap Meimei membuat Bella terharu.
"I Love You So Much Mei." Bella hendak memeluk Meimei namun ia terhenti setelah ada sebuah kabut besar yang datang secara tiba-tiba ke ruangannya.
__ADS_1
"Apa? Apa-apaan ini?" Pikir Bella.
Lalu muncullah Lou Xi dengan wujud dewasanya, kali ini pakaian yang ia kenakan sedikit gagah seperti seorang panglima.
"Lou Xi?"
"Selamat Malam Bel." Salam Lou Xi dengan wajah tersenyum namun dengan keringat yang bercucuran.
Bella terheran namun ia tetap harus menyapanya "Iya, malma juga." Setelah ia bangkit dari duduknya Bella langsung menghampiri Lou Xi bertanya apa yang terjadi padanya.
"Wajahmu terlihat sangat lelah, apa terjadi sesuatu? Aku tahu kau tidak mungkin datang kemari kalau ada masalah." Ucap Bella dengan fakta yang ada
Lou Xi hanya menarik simpul senyumannya "Yah itu benar Bella, maafkan aku karena sedikit mendadak tapi kau harus menyelesaikan satu misi."
"APA! Tapi aku rencana liburan besok sampai satu bulan, mungkin." Jelasnya hendak menolak Lou Xi.
Namun ia tak bisa membantah karena Lou Xi benar-benar memaksanya.
"Maafkan aku Mei, aku tahu kau ingin liburan tapi kumohon undur dulu sebentar."
"Ta, tapi...." Sebelum melanjutkan ucapannya Lou Xi tiba-tiba memberinya sebuah jubah dan mengaitkannya ke tubuh Bella sebelum benar benar menutup jubah itu Lou Xi sempat berkata...
"Akan ku jelaskan misinya setelah kau masuk ke sana."
Shhhhh
Tanpa membuka mulutnya Bella langsung di suguhi sebuah kabut yang mengitari tubuhnya seolah akan membawanya ke suatu tempat.
"LOU XI KAU BERENGSEK!!!"
Teriakan itulah yang mengakhiri episode kali ini!
__ADS_1