Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Suka Tantangan


__ADS_3

"Karena nona adalah wanita yang kami cari selama ini."


......................


"Maksudmu apa?" Tanya Bella, dirinya masih belum paham.


"Kami mencintaimu Bella."


Seketika Bella terpaku dengan jawaban yang diberikan oleh Zen, sekaligus dirinya tak percaya akan mendengar omongan tersebut.


"Bella apa kau baik-baik saja?" Meimei bersuara hingga membuat Zen dan Malik melotot ke arahnya, pasalnya mereka berdua tak melihat keberadaan robot kecil sebelumnya dan sekarang tiba-tiba saja dia ada di samping kursi Bella.


"Ro-robot?" Zen tak percaya apa yang ia lihat sekarang bahkan matanya berulang kali berkedip.


Seketika itu suasana kembali cair dan kini mereka bertiga berfokus pada Meimei.


"Meimei! Aku tidak melihatmu di sini tadi." Ucap Bella, gadis itu memang tidak menyadarinya karena fokus pada pembicaraan Zen dan Malik.


"Kau jahat Bella padahal dari tadi aku di bawah meja karena roda ku sedikit berjalan lambat karena itu aku tertinggal di belakang." Jelas Meimei dengan menunjukkan emoji cemberutnya di layar.


Zen dan Malik yang melihat itu malah terkekeh keduanya sontak memuji Meimei secara bersamaan.


"Lucu sekali." Serentak keduanya.


Bella terkejut tapi ia tidak bisa berkomentar, lalu ia pun hanya menjawab pernyataan Meimei.


"Maafkan aku Mei, ku pikir akan pulang cepat setelah ini beres." Jawab Bella sambil tangannya mengusap Meimei.


"Baiklah aku mengerti."


Setelah itu Bella melirik ke arah Zen dan Malik, ekspresi wajah mereka seolah meminta agar Bella memperkenalkan robotnya itu pada mereka. Bisa dilihat dari raut wajahnya yang penasaran.


"Dia adalah temanku namanya Meimei. Bagiku dia adalah robot yang istimewa." Jelas Bella pada mereka berdua.


Zen dan Malik menganggukkan kepala mereka, lalu Bella berdiri pamit undur dari serta dirinya tak ingin melanjutkan pembicaraan mereka tadi.


Mencintai apanya? Baru juga bertemu sekali dasar laki!


"Mohon maaf sebelumnya, aku harus pergi dan untuk pembicaraan kita tadi aku akan melupakannya seolah tidak pernah terjadi. Untuk kedepannya ku harap kita tidak bertemu lagi, permisi." Setelah berkata seperti itu, Bella pergi sembari dirinya mengangkat Meimei di pangkuannya.


"Bella tunggu." Seru Zen dan Malik.

__ADS_1


Bella tak mengindahkan seruan itu, ia bergegas pergi dari sana dengan menaiki taksi. Dan dari spion mobil terlihat Zen dan Malik menatap sendu pada taksi yang ia tumpangi.


Keduanya terlihat frustasi, namun mau bagaimana lagi Bella tak pernah berfikir bahwa ucapan mereka itu beneran dan bukan omong kosong.


Tak lama kemudian sampailah ia di rumah, di dalam sana Bella mendudukkan dirinya di sofa sambil menyenderkan tubuhnya. Ia merasa stress dengan apa yang terjadi padanya.


Sangat lelah, tidak bisakah aku beristirahat sejenak di negeri orang?? Pikirnya.


Sambil menutup matanya Bella akhirnya tertidur di sana saking kantuknya ia, Bella kurang beristirahat. Bahkan setelah selesai dari menyelesaikan misinya, pekerjaannya di dunia nyata malah tambah banyak.


Namun kali ini Bella tak ingin protes lagi pada dewa, ia hanya ingin memikirkan sesuatu yang pernah ia lupakan sebelumnya.


Dalam mimpinya ia teringat kembali pada misi sebelumnya, dimana ia mempunyai seorang suami serta anak. Kasih sayang kekeluargaan itu tak bisa ia rasakan di dunia ini.


Mungkinkah dirinya merindukan itu semua?


Tiba-tiba saja ia teringat kembali dengan neneknya, seorang nenek yang menjalankan tugas sebagai orang tua untuk Bella dan mengurusnya hingga ia dewasa. Kerinduan itu membuatnya mengeluarkan air matanya dari kelopak mata, walau hanya sebuah mimpi namun ia masih bisa merasakan apa yang ada di hatinya sekarang.


"Nenek." Ucap Bella tanpa sadar.


Setelah itu di malam harinya.


Bella sibuk di ruang tv sembari dirinya bekerja dengan televisi yang menyala menonton kan sebuah acara talk show malam hari.


"Bella bukankah kau sudah kaya?" Tanya Meimei secara tiba-tiba.


"Iya Kenapa?" Bella bertanya balik dengan tetap matanya menatap layar komputernya.


"Bukankah sebelumnya kau berencana menikmati kekayaan mu? Apa kamu sudah lupa?" Meimei mengingatkan kembali.


Bella lalu berhenti, ia tiba-tiba bertanya lagi otaknya.


Meimei benar! tujuanku menjalankan misi bukankah untuk bersenang-senang setelahnya?!


"Kau benar Mei tapi aku tidak tahu harus melakukan apa untuk bersenang-senang, lagi pun aku takut uangku akan habis kalau aku tidak bekerja." Pikir Bella sesuai realistis yang ada.


Ia tak ingin berfoya-foya tanpa memikirkan apa akibatnya nanti.


"Jika uangmu habis pun, bukankah ada tuan Lou Xi minta saja padanya." Saran Meimei yang sedikit mengarah pada kejahatan berupa keserakahan.


Bella menggeleng lalu menolak saran dari Meimei "Tidak Mei, kalau pun aku berfoya-foya setidaknya kuliahku harus beres dulu."

__ADS_1


Seketika Meimei mendapatkan ide, ide yang pastinya membuat Bella bersemangat kembali. Sifat Bella yang Meimei tahu adalah pantang menyerah apalagi saat ada tantangan.


"Bella aku punya ide!"


"Apa?" Tanya Bella penasaran.


"Selama di Korea ini, kenapa tidak kita lakukan sesuatu yang menyenangkan selain kuliah dan bekerja?"


"Seperti apa? Apa waktunya akan cukup?" Tanya Bella tak yakin dengan ide Meimei.


"Aku yakin itu cukup, lagi pula masih ada 3 bulan kita di sini." Jawab Meimei berusaha meyakinkan Bella.


Mendengar itu Bella berfikir sejenak lalu setelahnya ia setuju dan mau mendengarkan ide Meimei.


"Baiklah beritahu aku apa ide mu itu?"


Setelah itu Meimei lalu menjelaskan rangkaian idenya.


"Bella aku memprediksi akan ada tantangan besar besok pagi, tantangan itu kita harus menyelesaikannya dengan baik. Aku akan membantumu setiap saat, jadi Bella kau tenang saja."


"Tantangan Besar?" Tanya Bella dengan kedua alisnya yang bertaut.


"Soo Ah? Apa kau mengingatnya?"


Bella lalu mengangguk dan berkata "Iya tentu saja aku mengingatnya, wanita angkuh itu aku benar-benar ingin membunuhnya tadi." Tiba-tiba saja Bella merasa kesal mengingat kejadian siang tadi di kampus.


"Baguslah kau mengingatnya, karena bisa jadi dia mengadukan mu pada ayahnya." Jelas Meimei.


"Padahal aku sudah memperingati nya! Kalau pun dia mengadu aku tidak akan takut." Ucap Bella dengan yakin, gadis itu sangat berani karena keberaniannya sangat terlihat jelas lewat sorot matanya yang tajam.


"Aku sudah mencari informasi tentangnya, Choi Soo Ah adalah putri tunggal dari keluarga Choi. Ayahnya sangat berkuasa di kalangan para pejabat, karena putri tunggal Soo Ah menjadi anak kesayangan ayahnya. Tetapi saudaranya tidak menyukainya! mereka berfikir kalau Soo Ah mungkin akan menjadi penghalang mereka dalam mewarisi kekayaan ayahnya suatu saat nanti."


Penjelasan yang diberikan Meimei mudah di pahami oleh Bella yang langsung mengangguk mengerti.


"Jadi begitu, kalau begitu Meimei jelaskan lebih banyak tentangnya padaku. Aku harus bersiap siaga kalaupun harus perang nanti." Titah Bella mulai kembali bersemangat.


"Baik."


"Cari tahu juga tentang ayahnya, dari mulai pekerjaan sampai hal-hal yang tidak diketahui banyak orang."


Setelah berkata demikian, keduanya kini sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sampai jam 10 malam barulah Bella dan Meimei beristirahat dengan fokus menonton televisi yang sedari tadi di abaikan oleh mereka.

__ADS_1


Hal yang membuat mereka tertawa bersama adalah saat menonton film kartun, hingga tak terasa Bella mengantuk pada jam 11.50 gadis itu lalu mematikan TV sampai Bella membantu Meimei yang tak menyala. Hal itu menandakan kalau Meimei sedang beristirahat.


__ADS_2