
Awal pagi yang buruk, Bella terbangun sedikit terlambat dan hal itu membuatnya tergesa-gesa mempersiapkan segala hal. Kalau di lihat dari atas Bella sangat sibuk bulak-balik ke sana kemari mengelilingi setiap ruangan yang ada di rumahnya.
Dari mulai mandi, beres-beres dan mempersiapkan dirinya untuk pergi ke kampus baru.
Setelah dirasa semuanya telah siap barulah Bella keluar rumah dengan membawa tasnya, tak lupa ia memakai sepatu dan mengunci pintu.
Seperti biasa walau pakaiannya simpel namun terlihat cantik saat di pakai Bella. Mengenakkan rok pendek yang sedikit memperlihatkan jenjang kakinya Bella mengenakkan sweater putih dengan rambutnya yang digulung serta tambahan poni yang cantik.
Makeup simpel dan Bella hanya mengenakan jam tangan sebagai aksesoris dan anting kecil di telinganya. Sepatu sneaker berwarna putih memadupadankan dengan warna sweater Bella.
Ia memesan taksi untuk pergi ke kampus, jadwal ia sekarang yaitu pagi dan tentu saja ia mengambil jurusan manajemen seperti dulu.
Singkat waktu, sampailah Bella di kampusnya namanya Seoul National Universitas. Salah satu kampus terkemuka di Seoul, ia memilih universitas ini karena ia hanya ingin mencoba bagaimana belajar di sana dan pengalaman apa yang ia akan dapatkan nanti di Korea Selatan ini.
Kali ini Meimei ikut bersama Bella, robot berukuran sedang itu menarik banyak perhatian orang-orang di sana. Kebanyakan reaksi mereka adalah kagum serta melihat Meimei sebagai benda yang imut dan menggemaskan.
"Ayo Meimei kita masuk." Ajak Bella pada Meimei yang berjalan menggunakan roda di bawah tubuhnya alias mesin.
Meimei masuk pada ruangan yang telah ditentukan oleh kampus, jadi intinya semua keperluan mengenai kampus di sini semuanya sudah beres. Bella cukup datang dan masuk ke kampus sesuai jadwalnya.
Karena dirinya agak sedikit terlambat namun untungnya saat masuk ke dalam ruangan, dosen masih belum datang. Bella bernafas lega, ia lalu duduk di kursi bagian tengah yang masih kosong.
Kebiasaan orang-orang Korea adalah cuek pada satu sama lain kecuali pada orang yang dikenalnya. Orang-orang tidak peduli apa yang kau lakukan kecuali anda orang terkenal.
Salah satunya Bella, yah walaupun beberapa orang tidak peduli kedatangannya namun ada beberapa orang juga terkejut melihat Bella ada di sana.
Karena Bella cukup terkenal akibat kecelakaan hari itu.
Sesaat dirinya duduk di kursi, salah seorang pemuda entah datang dari mana tiba-tiba saja duduk di sebelahnya. Pemuda Korea itu melepaskan tas yang dipakainya dan mulai fokus pada pintu yang khusus dimasuki oleh Dosen.
__ADS_1
Sekilas Bella melihat pemuda itu mempersiapkan buku dan pulpen di tangannya, sepersekian detik seorang Dosen laki-laki masuk dan memulai hari pertama ini dengan obrolan singkat.
Setelah obrolan singkat itu selesai barulah sang Dosen mengabsen para mahasiswa barunya tersebut. Tak lama kemudian mereka pun belajar dengan begitu serius.
...****************...
Setelah selesai, barulah para mahasiswa itu keluar dari ruangan begitu pun dengan Bella. Namun di saat dirinya sudah di luar pintu ruangan seseorang menepuk bahunya, dan saat Bella melirik ternyata pemuda yang duduk di sampingnya tadi.
"Ada apa ya?" Tanya Bella pada pemuda itu.
"Kau meninggalkan hewan peliharaan mu!" Ujar pemuda itu sambil menatap ke arah Meimei yang berjalan agak sedikit lambat karena rodanya yang kecil.
Bella terkejut, ia lupa dengan Meimei si robot kecil yang menemaninya sedari tadi. Namun Bella heran mengapa pemuda itu menyebut Meimei yang robot sebagai hewan peliharaan! Apa dia sakit jiwa?!
"Meimei." Seru Bella sambil dirinya segera mendekati Meimei lalu mengangkatnya dengan sangat mudah.
Bella berbalik dan ternyata pemuda itu sudah pergi dari sana, Bella tahu sosoknya walau hanya dari punggung nya saja, pemuda itu memakai jaket hitam celana hitam dan sepatu hitam
Hahaha just kidding oke!
"Pria aneh." Gumam Bella.
Ia lalu mengajak Meimei untuk mampir sebentar ke toilet karena dirinya ingin buang air kecil serta sekalian bersihkan wajah yang sedikit kotor karena keringat.
"Kita ke toilet dulu Mei."
"Baik Bella tapi jangan lupa kau harus pergi ke cafe Samcha hari ini pukul 1 siang." Kata Meimei mengingatkan Bella kembali.
Komputer canggih itu selalu saja mengingatkan Bella, membuat Bella tidak bisa melupakan jadwalnya yang memang kenyataannya sangat padat.
__ADS_1
Jam tangan menunjukkan pukul 11.30 itu artinya ia masih sedikit banyak waktu saat di perjalanannya nanti.
Sesampainya di toilet, Bella agak sedikit terkejut karena ada beberapa orang wanita yang sedang menindas salah satu wanita berkacamata di dalam sana.
Ada 3 orang yang sedang berdiri di depan wanita yang duduk di lantai sana. Salah satu dari mereka bertiga diyakini oleh Bella adalah ketua dari grup penindas tersebut.
Kedatangan Bella di sana membuat para penindas itu menatap Bella dengan sinis. Wanita bermake-up tebal berteriak pada Bella dengan begitu angkuh.
"HEI KAU! APA KAU TIDAK LIHAT TANDA DI LUAR PINTU!!" Teriak salah satu dari mereka, dia berdiri di samping kanan depan berhadapan dengan Bella.
Bella merasa jijik di teriaki seseorang seperti itu, menurutnya orang-orang seperti mereka bertiga itu adalah sampah yang mengotori nama baik kampusnya.
Dan Bella tidak akan diam saja, telinganya yang berdengung karena suara kencang dari wanita tadi harus dibalas.
"Kya! Seharusnya kalian mengunci pintu ini bukannya menempelkan tanda di luar pintu! Apa kalian ini masih anak SMA, dasar bodoh!!" Ucap Bella sembari dirinya mengunci pintu utama toilet tersebut.
Melihat itu ketiganya gemetar mulai takut dengan apa yang akan di lakukan Bella nanti. Tapi ya sepertinya mereka semua belum tahu siapa Bella, toh Bella juga sadar diri dirinya tidak terlalu terkenal sangat.
"Kenapa Kau mengunci pintunya?!" Tanya wanita sebelah kiri sana, dari raut wajahnya sudah terlihat kalau ia sedang khawatir.
Namun berbeda dengan wanita yang berdiri di tengah, ekspresi wajahnya seakan tidak takut sama sekali.
Ketakutan biasanya ada kalau dia punya kelemahan. Dan orang akan selalu merasa dirinya tinggi saat punya kekuasaan yang tinggi juga.
"Tidak apa, biar orang lain tidak masuk saja." Jawab Bella dengan menarik senyum di wajahnya, namun tiba-tiba wanita yang berdiri di tengah berkata pada Bella dengan sangat dingin.
Wajahnya seolah sedang memerintah, tubuhnya yang di busungkan ke depan dan dengan kepalanya mendongak memperlihatkan betapa sombongnya wanita itu.
Dengan rambut pendek yang ia miliki serta penampilannya yang terlihat mewah, di yakini oleh Bella pasti wanita itu kaya raya. Bapaknya tapi!
__ADS_1
"Keluarlah Atau Kau Akan Menyesal Nanti!!" Ancam wanita angkuh itu.