Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Jembatan Sungai Han


__ADS_3

Bella mengangguk sebelum akhirnya bel sekolah berbunyi pertanda kelas dimulai.


Namun guru pelajaran masih belum datang, dan di saat itu juga Trio murid tampan di sekolah masuk ke dalam kelas. Di antara mereka sekilas menatap wajah Bella, namun Bella tidak mempermasalahkannya.


Tae ri, hanya berusaha melihatnya melalui ujung matanya tapi egonya berhasil mengalahkannya untuk tidak terlalu mencolok.


Setelah itu guru datang, namun yang datang bukan guru matematika tapi wali kelas yang datang. Namanya pak Dae Ho, guru biologi yang ramah orangnya.


Pak Dae Ho hanya mengucapkan beberapa kalimat mengenai berita hari ini. Ini juga turut berduka pada ibu Lee Ram dan berdoa semoga Lee Ram di temukan dengan segera.


"Untuk itu, bapak sangat berharap kalian tidak membahas masalah ini dengan opini kalian. Jika ingin menyampaikan pendapat di mohon untuk sampaikan hak yang baik jangan menambah masalah yang baru. Cukup sekian." Pak Dae lalu pergi dari ruangan kelas setelah menyampaikan pidato singkatnya.


Di saat itu juga semua murid mulai berbincang-bincang mengenai Lee Ram. Kebanyakan dari mereka menghujat habis-habisan dan berdoa agar Lee Ram mendapat hukuman yang setimpal.


Tak lama kemudian guru matematika pun datang dan seperti biasa pelajaran di mulai.


Sekolah berakhir hingga pukul 9 malam, setelah les berakhir Bella di jemput oleh supir pribadinya. Namun ia masih harus melakukan sesuatu untuk mengakhiri misi ini yaitu menemui Lee Ram dan menembakkan peluru terakhirnya.


"Meimei cari tahu di mana lokasi Lee Ram sekarang!" Titah Bella yang hanya bisa didengar oleh sistem.


"Sistem menerima perintah, mohon tunggu beberapa saat."


Setelah satu menit menunggu akhirnya Meimei menemukan lokasi Lee Ram sekarang. Tepatnya Lee Ram sedang berada di jembatan sungai Han.


"Pak berhenti di sini." Ucap Bella pada sopir.


"Tapi nona."


"Pak tolong berhenti."


Sretttttt


Si supir pun langsung menghentikan mobil ke pinggir jalan. Bella lalu segera keluar dari mobil dan langsung menghampiri kursi pengemudi.


"Pak tolong belikan aku makanan di supermarket yang enak, aku akan menunggu di sini."


"Tapi nona saya harus menjaga Anda."


"Saya bisa jaga diri."

__ADS_1


"Bagaimana kalau saya panggilkan bodyguard anda."


"Jangan! Lagipula ini tidak akan lama."


"Kalau begitu mohon anda tunggu sebentar di sini." Ujar sang sopir yang langsung di anggukan oleh Bella. Setelah itu si supir langsung menjalankan mobilnya dengan cepat untuk membelikan Bella makanan ringan.


Setelah kepergian si supir, Bella lalu melihat ke sana kemari mencari keberadaan Lee Ram di sana. Hingga dari jarak yang jauh ia melihat seorang wanita berpakaian yang sangat tertutup sedang berdiri di depan pembatas jembatan.


Bella segera menghampiri wanita itu, hingga sesampainya di sana ia lalu berdiri di samping Lee Ram.


Yap, dia adalah Lee Ram. Buronan baru para polisi.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Bella.


Lee Ram terkejut karena dirinya yang melamun tadi tidak memperhatikan sekitarnya.


"Ha Na!!!"


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Bella kembali.


Keduanya kini saling bertatap satu sama lain, Lee Ram bergetar bibirnya juga kelu dan wajahnya yang menahan air mata.


"Ha Na, kau percaya padaku bukan? Aku, bukan yang membunuh ibuku sendiri." Lanjut Lee Ram yang kini menggenggam kedua tangan Bella.


"Tapi aku tidak bisa membantumu."


"Kalau begitu katakan pada ayahmu untuk menolongku." Lee Ram mulai meninggi, ia menggoyang-goyangkan tubuh Bella agar mau menuruti perkataannya.


"Percaya padaku Ha Na, Kim Jo Han pasti akan mengeluarkan ku dari neraka ini."


Plakkk


"Jangan pernah menyebut nama ayahku lagi."


"Apa kau tahu sikapmu sangat menjijikkan, dirimu yang bersikap seolah-olah kaulah nona di kediaman Kim. Kami bahkan membohongiku selama bertahun-tahun, menjadikanku kambing hitam di setiap perbuatan mu. Katakan padaku apalagi kesalahan yang telah kau buat selama ini." Bella perlahan-lahan maju satu langkah dan membuat Lee Ram mundur satu langkah pula.


"Ha-Ha Na." Ucap Lee Ram terbata-bata.


"Apa kau masih berpikir untuk keluar dari masalahmu sendiri melalui diriku. Jangan pernah berharap." Tegas Bella.

__ADS_1


"Kau pasti tahu jika menabur garam di atas luka, penderitaan mu akan bertambah. Kini aku akan melakukan hal yang sama membuatmu lebih menderita dari penderitaan hari ini." Lanjut Bella tepat di samping telinganya Lee Ram.


Lee Ram menatap Bella dengan wajah yang syok matanya membuat tak percaya dengan kepribadian Ha Na yang berbeda.


"Kamu bukan Ha Na! Kim Ha Na tidak mungkin seberani itu menatapku."


"Omong kosong yang kau katakan tadi, sekarang giliran ku. Kim Ha Na, temanku yang baik dan sangat lugu. Kau juga bodoh, orang tuamu membenci dirimu karena kau berbeda dengan saudara-saudaramu. Kau tahu kenapa mereka membencimu, karena aku provokasinya."


"Tapi sayangnya, ibumu yang juga bodoh malah sangat membelamu. Dan aku berharap semoga ibumu meninggal dunia sama seperti ibuku yang meninggal." Lanjut Lee Ram.


Bella tidak menyangka akan mendengar Lee Ram berkata seperti itu, Lee Ram benar-benar iblis. Dia bahkan tidak akan peduli ataupun sedih dengan kematian ibu kandungnya sendiri.


"Dia ibumu Lee Ram!!" Tekan Bella agar menyadarkan Lee Ram dari pikiran jahatnya.


"Dia hanya wanita miskin."


Plakkk


Sekali lagi Bella menampar wajah Lee Ram dengan sangat keras, namun Lee Ram sepertinya sudah kerasukan setan ia bahkan tidak merasakan perih di pipinya.


"Apa kau tahu Bella, ayahmu bahkan pernah tergoda oleh ibuku." Hasut Lee Ram seperti godaan setan yang terkutuk.


"Ibuku memang ******, tapi aku lebih terampil darinya." Lanjut Lee Ram.


Bella ingin sekali menampar Lee Ram dengan tangannya hingga ratusan kali, namun ia tidak melakukannya. Jika ia mengikuti keinginan Lee Ram untuk terus memprovokasi dirinya maka itu artinya ia kalah.


"Aku pernah menggoda kakak keduamu tapi aku gagal, namun aku menganggap itu adalah pencapaian. Karena setelah hari kemarin aku pergi ke bar, aku mampu memuaskan 2 pria."


Lee Ram berhenti berbicara setelah dirinya merasa cukup untuk memprovokasi Bella. Dilihat jika Lee Ram menghela nafasnya berat, karena ia gagal.


"Sudah omong kosongnya?" Tanya Bella yang didiamkan oleh Lee Ram.


"Sekarang giliran ku. Apa kau ingin tahu siapa yang membunuh ibumu?" Lanjut Bella bertanya pada Lee Ram.


Lee Ram seketika menyipitkan matanya serta alisnya bertaut. Nafasnya mulai tidak teratur mendengar pertanyaan yang baru dilontarkan oleh Bella.


"Itu karena aku lah pelakunya."


Bersambung

__ADS_1


Halo semua, sebelumnya aku berterimakasih pada kalian yang mau mendukung karya ku ini. untuk itu jangan lupa Vote, Like, dan Fav.


__ADS_2