MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)

MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)
Part 10. NYONYA HANA BERULAH


__ADS_3

Mengetahui hubungan antara Laluna dan Sean membuat Nyonya Hana mulai memikirkan cara licik. Sebelumnya Sean Alinskie akan bertunangan dengan Angel putri sulungnya. Akan tetapi saat mengetahui ketika Sean mengalami kecelakaan, maka secara otomatis pertunangan itu akan dibatalkan.


"Seharusnya pertuangan Sean dan Angel aku batalkan saat ini. Aku tidak mau kehilangan kesempatan emas kali ini!"


Nyonya Han tampak bersemangat ketika membicarakan soal harta. Namun, ketika semua tingkah lakunya terbaca, ia akan mengkambing hitamkan Laluna.


"Jika si tua bangka masih memikirkan Laluna, maka sudah bisa aku pastikan ia akan menjadi sama seperti ibumu!"


"Lebih baik, aku segera mendatangi tua bangka itu sekarang!"


Sebelum pergi, Nyonya Han kembali merias wajahnya sekali lagi. Lipstik warna menyala sudah menghiasi bibirnya. Saat melihat pantulan wajahnya, Nyonya Han menyunggingkan senyuman terbaik.


"Sayangku, kamu memang suami terbaik. Aku sangat mencintaimu."


Setelah dirasa cukup cantik dan mempesona, Nyonya Han bergegas pergi keluar kamar dan menuju ke arah ruang kerja Tuan Han.


Sebelumnya ia mengetuk pintu untuk sebuah formalitas.


"Permisi, Sayangku."


"Yap, masuklah, Sayang."


Nyonya Han mengukir wajahnya dengan senyuman yang tidak pernah pudar. Lalu mulai mendekati suaminya.


"Sayang, apakah kamu mengetahui berita tentang kecelakaan Sean, putra Tuan John dari perusahaan Geneva Company?"


Tuan John menoleh kepada istrinya. "Tentu saja aku mengetahui hal itu."


"Apakah kamu lupa jika Sean itu adalah calon tunangan Angel, putri kita?"


Tuan Han menepuk keningnya.


"Ha ha ha, maafkan aku yang melupakan hal itu, memangnya kenapa, Sayang? Duduklah di sini!"


"Bagaimana jika pertunangan Angel diganti dengan saudara laki-laki Sean yang lain?"


"Maaf, itu tidak bisa seenaknya. Kita memang harus melakukan hal itu. Apakah kamu menjamin jika ternyata aku melakukan sebuah kejahatan ?"


Tidak ingin rugi karena hal itu, ia segera meminta sang suami agar pertunangan mereka tetap dilanjutkan, meski dengan calon yang ada. Namun, dengan sosok pengganti lain dari generasi penerus Geneva Group Company.


"Memangnya siapa yang ingin kau calonkan dengan Angel?" tanya Tuan Han kepada istrinya sambil menoel dagu Nyonya Hana.


Seketika wajahnya tersipu.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita memiliki Chryst. Bukankah dia cukup tangguh untuk memimpin perusahaan Geneva Group saat masih bersama Sean."


Nyonya Hana semakin merapatkan tubuhnya ke arah suami, Tuan Han."


"Lagi pula, jika suatu hari nanti mereka bisa bergabung dengan perusahaan kita, aku pastikan perusahaan kita akan semakin berkembang setelahnya."


Tuan Han bisa memahami jika istrinya terlanjur sayang, hingga membuat ia tidak tega jika terus berdiam diri lebih lama lagi.


"Bagaimana menurutmu suamiku?"


Nyonya Hana mencium pipi Tuan Han hingga membuatnya tersenyum lalu membalas ungkapan cinta dari istrinya itu.


"Jika itu bisa membuatmu bahagia, maka akan aku kabulkan."


Tuan Han tahu jika istrinya ini dapat diandalkan dalam segala hal. Sejak kematian Ibu Laluna, istri keduanya ini memegang penuh kendali atas rumah tangganya.


"Lakukan apa yang menurutmu terbaik, istriku. Aku akan mendukungmu di sini."


Nyonya Hana tersenyum sumringah. Dari dulu suaminya ini sangat patuh terhadap dirinya. Sehingga apapun permintaannya pasti dikabulkan. Bahkan Tuan Han tidak bisa melihat jika sebenarnya Nyonya Hana hanya ingin menguasai seluruh harta kekayaan dari suaminya tersebut.


Sebelumnya Nyonya Hana memang sengaja menyingkirkan Ibu Laluna, demi merebut posisinya sebagai nyonya besar di rumah itu.


Melihat jika usia Angel saat ini, ia bahkan lebih dewasa ketimbang Laluna.


Laluna dianggap telah membunuh istrinya, Jenny. Padahal dalang di balik semua kejadian yang menimpa Laluna dilakukan oleh Nyonya Hana. Bodohnya, Tuan Ham tidak pernah mengetahui fakta yang sebenarnya.


Nyonya Hana berhasil menyembunyikan semua bukti keterkaitan dirinya dalam kasus itu dalam waktu sekejap. Sampai saat ini, Laluna belum bisa menemukan bukti-bukti tentang kematian ibunya. Hal itulah yang membuat Nyonya Hana semakin berkuasa.


Beberapa hari kemudian.


Nyonya Hana sudah bersiap untuk pergi ke dalam Kediaman Tuan John bersama suami dan Angel. Mereka bersiap untuk mendatangi mereka dengan membawa beberapa persiapan.


Sebelumnya Nyonya Hana sudah menghubungi Chryst dan membicarakan hal ini. Tentu saja dengan senang hati Chryst menerima. Dengan niat yang sama ia juga ingin menguasai bisnis keluarga Han.


"Selamat datang, Tuan Han dan Nyonya Han," sambut Chryst dengan ramah.


"Terima kasih, Chryst. Kamu sungguh ramah," puji Nyonya Han.


Seketika kediaman Tuan John begitu ramai dengan kedatangan Keluarga Tuan Han. Sementara itu di dalam hati Angel masih mengharapkan Sean kembali.


"Bisa-bisanya lelaki ini dibandingkan dengan Sean?" ucap Angel dalam hati.


Dari dulu Chryst sangat mencintai Angel, akan tetapi justru adiknya Sean yang mendapatkan hati Angel.

__ADS_1


"Tak bisakah kau melihat sedikit saja hatiku ini, Angel?" bisik Chryst di dalam hati.


Padahal malam itu adalah sebuah makan malam kerja sama sangat indah, kan?


Nyonya Hana bahagia melihat interaksi Angel dan Chryst, justru semua itu menunjukkan jika rencananya semakin lancar dan selangkah lebih maju dari apa yang ia pikirkan.


"Masa bodoh lah, yang terpenting adalah aku justru sudah terlanjur berjanji pada Tuan John. Jika aku berpenghasilan banyak, kita akan membaginya sesuai dengan kinerja kalian masing-masing.


......................


Sementara itu di sebuah rumah minimalis, Sean sedang memasak makanan bersama Laluna.


"Jangan kebanyakan garam, nanti keasinan, Sean!" pekik Laluna kesal.


Bisa-bisanya Sean memberikan garam melebihi takaran hingga membuat Laluna murka. Hampir saja ia memukul kepala Sean dengan spatula.


"Tahukah kamu jika memasak itu harus ada takarannya! Kalau keasinan bakal nggak enak, dudul!"


"Enggak tau, aku kan taunya memandang wajahmu yang mandi dan imut itu!"


"Bengek!"


Plak, plak, plak!


Secara tidak sengaja justru Laluna memukul bahu Sean dengan spatula hingga membuatnya mengaduh. Melihat Laluna lengah, Sean memeluknya dari belakang. Terkejut sekaligus senang, membuat Laluna lupa mematikan kompor dan hampir saja membuat masakannya gosong.


"Lun, Lun, awas wajanmu!"


Ceklek


"Huft, kalau mau balas dendam bilang, kenapa harus merusak tempat persembunyian kita!"


"Maaf," cicit Laluna.


Sean yang berpura-pura marah segera meninggalkan dapur. Laluna panik dan segera mengejar Sean. Tidak melihat langkah kaki Sean yang tiba-tiba berhenti membuat Laluna menabrak punggung Sean.


"Sean, maafin aku. Aku nggak bermaksud balas dendam padamu!"


Sean masih menahan ekspresinya, hingga membuat Laluna benar-benar merasa bersalah. Ia pun berinisiatif untuk mencium pipi Sean.


Cup


Setelah melakukan hal itu, Laluna berlari masuk kamar untuk menetralkan detak jantungnya.

__ADS_1


"Gila, aku kesurupan apa barusan, bisa-bisanya mencium pipi Sean."


__ADS_2