
Sejak kecelakaan beberapa waktu yang lalu Sean sempat terkena amnesia. Beberapa kali percobaan pembunuhan terhadapnya telah membuatnya menjadi sosok yang sangat over protektif terhadap perlindungan diri sendiri.
Namun, sejak kehadiran Laluna ada sebuah misi lain yang ia dapatkan. Laluna mengajarkan Sean untuk bisa bersosialisasi dengan sesama manusia.
Lebih sering melakukan kegiatan amal. Mengenalkan pada dunia baru yang lebih indah dan layak untuk dijadikan hiburan dikala penat mendera. Tidak mungkin orang diforsir untuk terus bekerja sementara otaknya juga butuh istirahat.
Laluna mengajarkan keseimbangan hidup. Memperbanyak ibadah dan juga mengenali karakter orang. Sejak saat itu pula ada sisi lembut dan manja yang muncul dari dalam diri Sean.
Ia mulai menggantungkan hidupnya dengan Laluna. Berbagi cerita dan pengalaman yang terkadang membuat senyum si Mr. Arogant muncul.
"Betapa beruntungnya aku bisa bertemu denganmu, Luna. Andai waktu itu bukan kamu yang menyelamatkan hidupku. Sudah aku pastikan aku pasti akan berakhir mengenaskan."
Tanpa terasa air mata Sean mengalir. Hal itu membuktikan jika Laluna sangat berarti di dalam hidup Sean Alinskie. Meksipun sikapnya tidak selembut gadis yang lain, tetapi sikap tegar, pantang menyerah dan lebih condong ke gadis bar-bar membuat Sean menetapkan hati kepadanya.
"Aku berharap kamu bisa bangun lebih cepat, empat hari lagi kita akan menikah."
Jemari lentik Laluna seolah bergerak mengikuti irama. Ada hal yang bisa membuat sebuah keajaiban. Satu diantaranya adalah cinta dan lain halnya adalah doa yang tulus dari orang-orang yang mencintai kita.
__ADS_1
Mungkin yang didapatkan oleh Laluna saat ini adalah keajaiban cinta. Akhirnya Tuhan mengabulkan doa-doa tulis dari orang-orang yang mencintai Laluna.
"Sean, benarkah itu kamu?" ucapnya dengan sorot mata yang lemah.
"Iya, ini aku."
Betapa bahagianya Sean bisa mendapatkan kesadaran Laluna kembali seperti biasanya. Akhirnya pemilik hati Sean kembali.
"Terima kasih sudah menyelamatkan aku!"
"Sama-sama, sayang."
Dua hari kemudian.
Akhirnya kini Laluna sudah kembali ke dalam kediaman Tuan Han. Demi keamanannya segala penjagaan dilakukan secara ketat untuk mempelai wanita dan juga mempelai pria. Angel yang sebelumnya tidak ingin pulang, kini sudah berada di dalam kediaman Han dan sedang berbincang-bincang dengan saudara tirinya itu.
"Bagaimana perasaanmu saudaraku bentar lagi kamu akan menikah?"
__ADS_1
"Perasaanku, ya. sepertinya biasa saja karena kami sudah terbiasa hidup bersama."
"Akan tetapi di dalam sebuah pernikahan ada sesuatu hal yang bisa membuatmu merasakan sensasi luar biasa ketika berduaan, yang tidak akan kamu dapatkan ketika kamu masih menjadi sepasang kekasih."
"Oh, ya? Kenapa kamu bisa mengetahui banyak hal tentang seperti ini. Apakah kamu pernah merasakannya?"
"Tentu saja tidak pernah, tetapi banyak temanku yang sudah menikah dan mengatakan hal itu kepadaku. Maka dari itu beberapa waktu yang lalu aku ingin mensegerakan hubunganku dengan Chryst. Akan tetapi ternyata dia penuh kebohongan dan Tuhan tidak mengizinkan aku untuk menikah dengannya."
Melihat perubahan wajah Angel yang berubah begitu cepat membuat Laluna merasa bersalah.
"Maafkan aku saudariku, aku tidak akan mengulangi pertanyaan seperti tadi. Aku yakin kamu masih bisa menjaga kepercayaan Ayah dengan baik dan aku yakin suatu saat akan menemukan jodoh terbaik sesuai dengan pilihanmu."
"Terima kasih Laluna dan maafkan untuk sikap-sikap ku yang selama ini selalu membuatmu terluka."
"Tidak apa-apa selamanya kita akan menjadi saudara dan kita akan memahami satu sama lain."
Semoga kedua saudara tiri itu akan bisa menjadi saudara seutuhnya.
__ADS_1
Oh ya sambil nunggu up jangan lupa mampir ke sini Kakak.