
Sesuai dugaan, ketika Sean melihat orang yang berada di balik semua ini amarahnya meletup-letup.
"Aku tidak menyangka jika kamu bisa melakukan hal rendahan seperti itu, kamu benar-benar makhluk rendah, Ale!"
Beberapa pukulan dan umpatan dilayangkan ke arah Ale tanpa ampun. Tidak ada yang menyangka jika semua ini bisa ia lakukan pada Laluna.
Dihajarnya wajah Ale hingga babak belur dalam waktu sekejap. Tidak hanya itu saja, ia juga memukul bagian inti dari milik Ale.
Saat ini Ale tidak merasa kesakitan karena ia sedang dalam keadaan pingsan. Namun, ia sangat yakin jika setelah sadar Ale akan merasakan kesakitan yang luar biasa.
Sean benar-benar merasa jijik ketika melihat Ale telah melakukan hal yang tidak senonoh kepada Laluna. Kalau ayahnya tidak segera menolong Laluna entah bagaimana keadaannya saat ini.
"Pantas saja Laluna tidak pernah bisa menerima kehadiranmu di hidupnya, sudah pasti ia telah hafal dengan kelakuanmu yang sangat minus."
Melihat Ale yang babak belur tidak membuat rasa di hati Sean membaik. Tidak mau melihat Sean kenapa-napa, anak buahnya segera melerai sikap Sean yang hampir melewati batas.
__ADS_1
"Sudah, Tuan. Biarkan kami yang menyelesaikan hal ini. Tuan segeralah kembali, sebentar lagi Anda akan menikah. Tidak baik jika hal seperti ini dilakukan dengan tangan Anda sendiri dan sampai ke telinga media massa."
"Benar juga kata mereka!"
Beruntung Sean masih bisa mengendalikan kesadaran, sehingga perkataan dari anak buahnya bisa mengingatkan tentang status yang dialami saat ini.
"Baiklah masalah ini aku serahkan kepada kalian. Aku kembali dan jangan sampai polisi mencium keberadaan Ale, kalau perlu buang saja dia ke laut!" ucap Sean dengan nada sangat kesal.
Tangannya masih mengepal. Urat-urat nadinya tampak di atas kulitnya yang putih. Sorot matanya yang tajam mampu membuat para lawannya mundur dan menyerah.
"Hm."
Setelah berhasil membuat orang yang melecehkan Laluna babak belur, kini Sean bersiap kembali ke kediamannya. Sementara itu Jo baru mengetahui jika Bos-nya telah kecolongan dalam melindungi calon istrinya masih saja menyalahkan diri.
"Kenapa aku tidak bisa memprediksi hal ini? Seharusnya sejak awal aku bisa mengantisipasi kejadian yang memalukan seperti ini, dan tidak akan membuat bos sysuab
__ADS_1
Tanpa ada yang menyuruh, kini Jo menggantikan tugas Sean untuk menjaga Laluna seorang diri. Sambil menunggu kabar dari Bos-nya itu, Jo mencoba mencari informasi tentang siapa Ale sebenarnya.
Dengan cepat tangannya bergulir di atas layar datar, sampai di mana sebuah fakta mengejutkan baru didapatkan saat ini. Jo telah berhasil menemukan sebuah fakta baru yaitu, ketika melihat data diri Ale telah terdaftar sebagai orang yang tinggal di salah satu unit apartemen milik Sean.
"Gi-la, bahkan letak kamarnya tidak jauh dari Tuan dan Nona Muda. Pantas saja ia bisa berbuat nekad sampai seperti ini."
"Aku harus mengirimkan bukti-bukti ini pada Tuan Besar. Semoga saja masalah pelik ini segera berakhir."
Jo mulai memberesi berkas yang berada di hadapannya. Tidak peduli banyak pekerjaan yang telah diselesaikan olehnya, statusnya akan menjadi sama saja. Seorang asisten dari CEO muda berbakat nomor satu di Asia.
Popularitas Sean sangat patut diapresiasi. Tidak ada hal yang dapat ia lakukan tanpa campur tangan Jo. Akankah kenyataan baru ini mempermudah proses peradilan untuk Ale?
......................
Terus ikuti kisahnya ya, sambil nunggu up, jangan lupa mampir ke sini ya, bestie.
__ADS_1