MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)

MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)
Part 13. KONFERENSI PERS


__ADS_3

Berita kemunculan Sean membuat banyak spekulasi bermunculan. Sepertinya rencana Sean harus dirubah apalagi beberapa saat lalu ia bertemu dengan Angel.


"Kamu nggak apa-apa Lun? Kenapa mukamu ditekuk? Tau nggak sih kalau muka kamu ditekuk itu jadinya bakal kelihatan jelek banget!"


Saat ini Sean seolah sedang mengajak Laluna bercanda. Sayang, Laluna teringat sosok ayahnya, Tuan Han yang sangat ia rindukan. Bagaimanapun mereka telah memisahkan ia dengan ayahnya.


Angel dan Nyonya Hana merenggut paksa kebahagiaan yang seharusnya ia dapatkan. Rasa rindu itu tidak bisa terbayar atau terhapus oleh waktu, akan ada dimana ia tersiksa oleh kenangan masa lalu.


Ada waktu-waktu tertentu ketika ia merindukan kehadiran ayahnya. Tatapan matanya terasa sangat kosong. Sean yang cemas dan merasa jika candaannya tidak diperdulikan oleh Laluna, harus segera memikirkan cara lain agar bisa membuat Laluna tersenyum.


Kedua tangan Seam terulur untuk memegang bahu Laluna.


"Tatap aku Lun-Lun, katakan apa yang sedang menjadi beban pikiranmu saat ini? Tidak bisakah kau melihat jika aku khawatir padamu?"


Awalnya Laluna melihat wajah Sean tetapi beberapa saat kemudian ia menundukkan wajahnya kembali. Melihat Laluna yang murung, keinginan Sean untuk segera mempublikasikan hubungan mereka di depan media massa semakin besar.


"Maaf jika aku harus segera melakukan hal ini, aku tidak sanggup lagi jika terlalu lama melihatmu bersedih."


Keesokan harinya.


Laluna merasa aneh ketika Sean memaksanya memakai pakaian yang sangat bagus menurutnya. Meskipun ia pernah menjadi anak orang kaya, tetapi pakaian yang dikenakan kali ini terlampau bagus hingga membuatnya kikuk.


"Untuk apa kamu ngajak aku ke sini? Kamu sudah gila, ya!"


"Iya aku memang gila, karena sejak mengenalmu pikiranku hanya berisi dengan pekerjaan dan dirimu. Selain itu tidak bisa aku memikirkan hal lain lagi."


Sejak keluar dari mobil, Sean terus menggenggam erat tangan Laluna. Di belakang mereka ada Jo dan beberapa bodyguard yang mengiringi perjalanan Sean dan Laluna.


"Apakah kita tidak bisa berjalan biasa? Kenapa harus terburu-buru?"


"Diam, nggak usah banyak bicara!"


Seketika Laluna langsung kicep. Ia tidak berani berontak karena Sean terlihat lain hari itu. Aura CEO-nya terlihat sangat bersinar. Laluna merasa risih dengan pandangan para wartawan yang hendak mengabadikan gambar mereka.


Hari itu Laluna dan Sean muncul ke permukaan untuk melakukan konferensi pers. Hari itu Laluna dimake over dengan sedemikian rupa hingga terlihat lebih cantik daripada biasanya.

__ADS_1


"Kenapa perasaanku mengatakan jika hari ini akan terjadi sesuatu."


Penampilan Sean yang dibalut dengan setelan jas rapi, membuat ia terlihat sangat gagah dan juga layak disebut sebagai pebisnis muda yang sangat berprestasi atau berpengaruh di kota tersebut.


"Kamu duduk di sini dulu, nanti aku akan datang untuk menjemputmu, jangan harap kau bisa pergi!"


Belum sempat Laluna mengatakan sesuatu, Sean sudah melangkah pergi. Kali ini Sean muncul lebih dahulu. Saat ini sedang berdiri di atas podium. Seketika ruang pertemuan itu hening.


"Selamat siang semuanya. Terima kasih untuk semua media yang meluangkan waktunya datang kemari."


"Seperti yang kita tahu beberapa bulan yang lalu saya pernah diisukan meninggal di dalam sebuah kecelakaan dan beberapa minggu yang lalu pun sama. Namun, rupanya Tuhan masih berbaik hati kepada saya hingga memberikan kehidupan kembali."


Para hadirin masih terlihat diam dan hening.


"Seperti yang kalian lihat kondisi saya baik-baik saja, tidak ada luka sedikitpun. Satu hal yang ingin saya tegaskan di sini adalah siapa saja yang menemukan orang di balik kecelakaan itu, cepat atau lambat maka akan saya berikan imbalan yang sesuai."


Sean menunggu respon para hadirin, sepertinya mereka sangat tidak sabar dengan inti dari acara tersebut.


"Aku sangat bersyukur ketika Tuhan mengirimkan seorang bidadari di dalam hidupku. Bidadari itulah yang telah menyelamatkanku secara berulang kali."


"Hari ini, tepat dihadapan kalian semua, aku akan mengumumkan sesuatu yang paling berharga di dalam hidupku."


Banyak diantara para hadirin saling menatap dan bertanya tentang siapa orang yang dimaksud oleh Sean. Sesaat kemudian, Sean mengarahkan pandangannya dan menuju ke tempat Laluna duduk.


Bukannya meraih tangan, Sean justru berlutut di hadapan Laluna. Diraihnya tangan Laluna dan dikecup dengan mesra.


Sorot lampu di ruangan itu pun mengarah ke tempat kedua insan yang sedang dimabuk asmara. Ketika tatapan semua orang tertuju padanya, Laluna sangat gugup.


"Sean, apa yang akan kamu lakukan saat ini?" cicit Laluna.


"Menurutmu, apa yang akan aku lakukan?"


"Hadeh, kenapa sih orang ini suka banget bikin spot jantung," ucap Laluna dalam hati.


Terlihat jika Laluna sangat gugup sekaligus bingung. Namun, genggaman tangan dari Sean membuat Laluna sedikit merasa tenang.

__ADS_1


"Tatap ke dalam mataku, rasakan ketulusan cinta suciku ini," bisik Sean.


Meskipun ragu, Laluna menatap malu ke arah Sean. Kini, Sean sedikit mengeraskan pita suaranya.


"Di depan semua orang, hari ini aku ingin mengatakan jika bidadari yang membuatku hidup kembali adalah wanita yang berada di hadapanku saat ini. Namanya Laluna. Seorang gadis sederhana yang mampu membuat hidupku jauh lebih berwarna."


Laluna terpaku, untuk pertama kalinya ia merasa sangat bahagia. Ternyata Sean benar-benar mencintainya. Ia mengira cintanya akan bertepuk sebelah tangan, rupanya tidak.


"Sean .... "


"Iya, Sayang ...."


Tanpa suara, tanpa sebuah kepalsuan Sean menunjukan rasa cintanya terhadap Laluna dengan menciumnya di depan para tamu undangan.


"I love you Laluna."


"Love you too, Sean Alinskie."


"Yuhuuu ... suit ... suit ...."


Jo adalah orang pertama yang paling heboh dalam menyambut pernyataan cinta dari Bos-nya itu. Sean menoleh ke arah Jo dan tersenyum.


Nyess ... begitulah rasanya hati Jo saat ini. Ia benar-benar terharu dengan semua keberanian Sean hari ini.


Semua hadirin akhirnya bersorak dan ada beberapa yang merasa patah hati. Jo bersyukur ketika melihat Bos-nya yang Arogant menjadi lembut ketika bertemu pawangnya.


"Semoga kalian berbahagia, ya Bos. Aamiin. Aku akan berusaha mengabdi kepada kalian dengan sungguh-sungguh."


Di Kediaman Tuan Han, lebih tepatnya di kamar Angel. Kakak Laluna itu terlihat sangat marah ketika mendapati adik tirinya bahagia. Ia sangat tidak rela melihat kebahagiaan Sean bersanding dengan Laluna.


"Dasar wanita sia-lan, beraninya kamu merebut calon suamiku. Aaargghhh!"


Semua barang yang berada di dalam kamar Angel kini terlihat sangat berantakan. Ia meluapkan kekesalannya dengan menghancurkan semua barang di dalam kamar. Saat melihat sebuah pecahan kaca, Angel memungutnya. Tidak betapa lama kemudian, tangannya terlihat tergores sangat dalam.


Dari luka tersebut cairan kental berwarna merah mengucur deras dari sana dan hampir membuat Angel pingsan. Beruntung Nyonya Hana masuk kamar Angel.

__ADS_1


"Angeeel!" teriak Nyonya Hana mendapati putrinya tergeletak di lantai.


__ADS_2