MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)

MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)
Part 74. KEJUTAN UNTUK LALUNA


__ADS_3

Merasa jika persiapan yang dilakukan olehnya sudah cukup membuat senyuman Sean tersungging sempurna. Saat ini Sean hanya ingin pergi dari pekerjaannya yang menumpuk dan melanjutkan rencana bersama Jo.


"Aku ingin segera membawamu ke tempat itu, Sayang. Kau pasti merindukan hal itu."


Merasa jika Sean sama sekali tidak menghubungi dirinya selama seharian. Nyatanya hal itu mampu membuat Laluna ketakutan dan berpikir ada sesuatu hal buruk terjadi kepada Sean.


Berapa kali tampak Sean bersin-bersin ketika namanya disebut oleh istrinya di rumah. Padahal saat itu Sean sedang mengisi bahan bakar mobilnya di sebuah pom bensin.


Tentu saja aksinya mampu membuat beberapa orang yang sedang mengantri bensin memandanginya dengan perasaan yang aneh.


"Dari tadi aku melihatnya senyum-senyum sendiri. Apakah anak muda itu masih waras?"


Sebuah opini yang didapatkan oleh Sean saat ini adalah sesuatu yang jarang sekali ia dapatkan ketika bermain bisnis. Maka dari itu ia pun menikmatinya dengan hati yang bahagia.


Sekali lagi Sean tampak menghubungi Jo untuk memastikan semua persiapannya telah selesai dengan sempurna. Baru setelah itu ia akan menjemput Laluna dan membawanya ke tempat kejutan.


Para karyawan yang melihat itu sengaja berkasak-kusuk karena sesuatu gosip baru itu harus dipublikasikan dan disebarkan dengan sangat cepat. Bersikap seolah salah satu telinganya tuli, membuat Sean mengabaikan hal tersebut.


Tidak berapa lama kemudian, mobil Sean sudah sampai di rumah. Saat itu Laluna sudah berada di depan rumah dan melambaikan tangan ke arahnya.

__ADS_1


Sean senyum dan melambaikan tangannya ke arah sang istri. Setelah mobil terhenti, kini Sean segera membukakan salah satu pintu untuk Laluna.


"Terima kasih."


Perjalanan panjang mereka diawali dengan menutup kedua mata Laluna agar tidak mengetahui kemana arah laju mobil yang dikendarai oleh Sean.


"Kenapa harus pakai menutup mata segala?"


"Kalau aku buka penutup matanya sudah pasti ini bukan menjadi kejutan lagi untukmu."


Laluna tampak tersenyum ketika mendapati ucapan dari suaminya tersebut. beruntung perjalanan mereka tidak memakan waktu yang lama. Sehingga hanya membutuhkan waktu sedikit mereka sudah sampai di apartemen Sean.


"Hm, nggak sabar buat nunggu Pak Boss dan Bu Boss datang."


Langkah kaki Sean menuntun istrinya menuju apartemen miliknya. Kerlap-kelip lampu yang mengisi seluruh apartemen milik Sean nyatanya mampu membuat wajah Laluna berseri-seri.


Laluna sampai menutup mulutnya yang menganga karena merasa takjub dengan kejutan yang diberikan oleh suaminya tersebut.


"Semua kejutan ini kamu berikan untukku?"

__ADS_1


Sean berjalan perlahan lalu memeluk tubuh Laluna dari arah belakang.


"Coba kamu lihat ke arah jendela itu, apakah kamu menyukainya?"


Melihat barang yang selama ini diimpikan olehnya, Laluna mengangguk senang. Ia tampak berbalik dan memeluk tubuh suaminya dengan sangat erat.


"Terima kasih sayang dengan semua kejutan yang kamu lakukan hari ini. Aku sungguh merasa bahagia karena mendapatkan hadiah tidak terduga darimu."


Setelah puas memeluk Laluna, kini Sean berlutut dengan posisi tubuh yang menghadap ke arah perut sang istri. Diusapnya perutnya sudah membuncit tersebut.


"Hai anak papa yang hebat, cepatlah tumbuh dan berkembang di dalam perut ibumu. Jangan pernah menyusahkan dia, ya! Papa sangat bahagia karena hal ini. Love you my baby."


Suara Sean yang dimiripkan seperti suara anak bayi membuat Laluna semakin tersentuh dengan semua tindakan Sean hari itu. Di usapnya pucuk kepala sang suami sambil mengucapkan terima kasih karena semua yang telah diberikannya hari ini.


"Jika semua ini adalah mimpi, semoga akan berakhir dengan bahagia."


......................


Sambil menunggu up jangan lupa mampir ke sini, ya. Ditunggu ya, makasih.

__ADS_1



__ADS_2