MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)

MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)
Part 9. SISI BAIK SEAN


__ADS_3

Dunia bisnis kembali gempar karena Sean kembali kecelakaan. Mobilnya yang hancur lebur hanya tertinggal kepingan logam baja saja. Pihak kepolisian sedang menyelidiki kasus secara lebih dalam.


Belum lagi Laluna yang juga ikut dalam kecelakaan tersebut semakin menambah beban pikiran Tuan John. Merasa bersalah karena berkali-kali anak angkatnya itu kecelakaan, ia memutuskan mengutus beberapa detektif untuk menyelidiki hal itu.


Kali ini ia tidak begitu percaya ketika Sean dinyatakan. Satu fakta yang dipegang oleh Tuan John adalah ketika jasad Sean tidak terdapat di dalam mobil tersebut.


Di dalam hati kecilnya, Tuan John percaya jika Sean selamat dalam kecelakaan tersebut.


Namun, ia tidak tahu keberadaannya saat ini.


"Semoga kamu selamat kali ini, Nak. Papa berjanji akan menyelidiki kasus ini hingga tuntas."


Satu hal lagi yang membuat Tuan John semakin bersikap waspada adalah setiap mobil yang digunakan Sean seolah sudah dirancang untuk membuat ia kecelakaan.


"Papa akan menyelidiki siapa yang berbuat curang di dalam intern keluarga kita, Papa berjanji padamu, Sean."


Tuan John pun berpura-pura telah mengalami serangan jantung untuk kedua kalinya. Ia ingin melihat siapa yang benar-benar tulus mengusut tuntas kasus kecelakaan Sean.


Tidak lama kemudian Chryst mengetuk pintu kamar Papanya.


"Masuk!"


"Maaf, aku menyela masuk. Aku hanya ingin memastikan keadaan Papa."


"Hm, aku mengerti, kemarilah, Nak."


Sean mendekati ayahnya dengan wajah yang sudah ia rancang sendu. Tuan John melihat wajah putra keduanya itu.


"Apakah kau percaya jika adikmu meninggal di dalam kecelakaan itu?"


"Tentu saja tidak, Pa. Aku justru ingin mencari keberadaan mayat Sean dan Laluna. Ijinkan aku untuk mengusut tuntas kasus ini."


"Aku merestuimu, Nak."


"Terima kasih, Pa. Oh, ya kenapa jam segini Papa belum istirahat. Bukankah kesehatan Papa juga sangat penting."


Chryst memegang tangan ayahnya. "Istirahatlah, Pa. Aku tidak mau Papa sakit karena hal ini."


Tuan John hanya menghela nafasnya saat anaknya berkata seperti itu.


"Mungkin semua ini terjadi karena banyak pesaing bisnis Sean yang kurang suka dengan semua prestasi Sean yang begitu menanjak."

__ADS_1


"Mungkin saja, Nak."


"Kalau begitu, biarkan aku yang mengurus perusahaan selama kasus penyelidikan tentang kecelakaan Sean masih berlangsung."


"Mungkin memang seharusnya begitu, jangan lupa untuk meminta restu kakakmu juga. Aku tidak mau membuatnya salah paham jika aku menaikan jabatanmu sebagai CEO."


Seketika raut wajah Chryst berubah senang. "Jadi papa menerima usulan dariku?"


Tuan John mengangguk. Chryst seketika memeluk ayahnya serta mengucapkan terima kasih.


"Akhirnya Papa percaya pada kemampuanku!"


Sementara itu Leo secara tidak sengaja mendengar percakapan Tuan John dan adiknya Chryst. Tangannya mengepal menahan amarah.


"Gila, kamu benar-benar membuatku kecewa, Chryst."


Padahal Leo merupakan anak sulung dari Tuan John. Leo merasa tidak terima karena posisinya tiba-tiba direbut oleh adik kandungnya sendiri.


"Lebih baik aku menyenangkan diriku sendiri saat ini!"


Kesal dengan semua hal buruk yang terjadi padanya membuat Leo melampiaskan kekesalannya dengan minum-minum di bar.


Secara tidak sengaja ia bertemu dengan teman lama Sean.


"Ck, rupanya kau Frans, ada apa kau mencariku?"


"Tentu saja bertemu denganmu akan mempermudah pertemuanku dengan Sean, si manusia super sibuk itu!"


"Cari Sean, dia pasti sudah mati saat ini kenapa kau begitu suka dengan manusia model seperti Sean?"


"What's, kau bilang Sean mati, bagaimana bisa!" gertak Frans sambil mencengkeram erat kerah leher Leo.


"Hei, jauhkan tanganmu dari leherku!"


Leo mendorong tubuh Frans agar menjauh. Kedua mata Frans memerah, tangannya mengepal. Ia tidak bisa memaafkan siapa saja yang mencelakai Sean. Baginya Sean adalah sosok penyelamat hidupnya.


"Katakan, bagaimana ia bisa meninggal!"


"Kemarin malam saat ia mengantarkan kekasihnya pulang mobilnya meledak di salah satu tol, dan sampai saat ini pihak kepolisian masih menyelidikinya."


"Aku tidak menyangka akhir hidupnya begitu tragis. Padahal kebaikan hatinya belum sempat aku balas," ucap Frans sambil menunduk.

__ADS_1


Leo meletakkan kembali gelas miliknya ke atas meja. Salah seorang bartender hendak menuangkan kembali minuman untuk Leo, tetapi Frans memberikan kode agar tidak melakukan hal itu.


Terlihat jika Leo sudah dalam keadaan setengah mabuk, tetapi belum kehilangan kesadarannya. Frans secara sadar mengatakan


bagaimana Sean bisa menjadi sesukses seperti saat ini dan hal itu membuka mata Leo agar tidak terlalu membenci Sean.


"Apakah kamu tahu, jika Sean tidak pernah menginginkan posisi CEO?"


Leo menoleh ke arah Frans, sepertinya ia tertarik dengan pembicaraan dari Frans.


"Aku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan!"


Frans tersenyum masam.


"Pasti kamu mengira jika Sean sangat ambisius untuk menduduki posisi CEO, tahukah kamu jika Sean hanya ingin balas Budi terhadap semua hal yang telah dilakukan Papamu padanya."


"Sean hanya ingin berbakti padanya karena ia telah mengangkatnya sebagai anak dan mengambilnya dari panti asuhan."


"Saat pertama kali aku mengenal Sean, aku juga meragukan kemampuannya, akan tetapi saat ia seringkali melakukan acara amal dengan mengatasnamakan GENEVA Company, aku baru menyadarinya jika ia sama sekali tidak gila harta."


"Baginya sudah cukup Tuan John membantunya menjadi orang yang lebih baik saat ini."


Leo membuang nafasnya kesal, sesekali memijat pelipisnya yang terus berdenyut. Frans yang perhatian segera memapahnya keluar dari bar.


"Apakah benar jika Sean tidak pernah menginginkan posisi CEO?" tanya Leo di setengah alam sadarnya.


Bagaimanapun kebencian terlanjur tumbuh di hati Leo dan hal itu tidak akan mudah terhapus oleh waktu. Apalagi Sean hanyalah anak angkat dan bukan anak kandung seperti Chryst.


"Harusnya kamu sadar kedudukanmu seharusnya dimana, jangan ngelunjak!"


Sahabat Sean yang masih berada di sisi Leo hanya bergeleng. "Ternyata tidak semua anggota keluarga bisa sejalan dengan pemikiran kita. Justru kebanyakan antar anggota keluarga banyak tertanam kebencian."


Merasa iba dengan kondisi Leo yang sudah mabuk berat, dengan terpaksa Frans mengantarkan Leo pulang. Ia tidak menyangka jika hari itu harus bertemu dengan saudara Sean dan setidaknya bisa bercerita sedikit tentang kebaikan Sean yang tidak pernah tereskplor.


"Semoga jasadmu segera ditemukan, kawan. Dunia bisnis sungguh kehilangan sosok yang sangat penting kali ini."


Di sisi lain, Sean sedang bercengkrama dengan Laluna dan Jo. Beberapa kali bertemu membuat seidikit keakraban tercipta di sana.


"Love you Laluna," ucap Sean di dalam hati ketika memandang Laluna bisa tertawa lepas ketika di taman.


Jo yang melihat hal itu juga turut merasa bahagia atas kebahagiaan yang sudah ditemukan oleh atasannya itu.

__ADS_1


"Semoga kalian berjodoh, ya Bos. Aamiin. Doaku menyertai kalian."


__ADS_2