MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)

MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)
Part 54. MENGHAJARMU


__ADS_3

Merasa jika ia dipermainkan oleh takdir membuat Sean hilang kendali. Ia sama sekali tidak mempunyai perisapan apapun. Sayang langkahnya kembali terhenti oleh kedatangan Tuan John.


"Jangan halangi aku, Pa!"


Dengan santainya Tuan John tersenyum ke arah putranya.


"Aku tidak menghalangi langkah kakimu. Hanya saja aku ingin kau tahu jika aku mendukung semua langkahmu."


"Aku tidak akan membiarkan dirimu terluka Luna," ucap Sean terlihat berapi-api.


Saat langkah kaki Sean hendak sampai di ujung pintu, Tuan John kembali berbicara.


"Orang yang menculik Laluna berada di gedung X, sementara itu Laluna aku kembalikan ke dalam apartemen."


Seketika Sean menoleh dengan raut wajah bahagia. "Terima kasih, Ayah."


"Sama-sama."


FLASH BACK ON


Selain melapor pada Sean, salah satu orangnya sudah bergerak lebih dulu. "Dengan sengaja orang itu mencari masalah, maka aku tidak akan memberimu, ampun!"


"Cepat bergerak dan lindungi Nona Muda!"

__ADS_1


"Baik, Tuan Besar!"


Bersama dengan hal itu, Ale berusaha untuk menciumi setiap jengkal tubuh Laluna. Seperti dugaan, Ale akan melecehkan Laluna agar Sean membuangnya. Pikiran Ale sudah teracuni dan terkontaminasi oleh budaya luar sehingga ketika ia kembali ke tanah air, ia seperti menghalkan segala cara.


Mengetahui jika calon menantunya dalam bahaya membuat Tuan John dapat dengan mudah menemukan Laluna. Pergerakan Ale yang terlihat mencurigakan tertangkap kamera CCTV.


Dengan langkah cepat dan tanggap mereka berhasil mencuri dokumentasi tersebut dan segera menggerebeknya.


"Menjauh dari Nona Muda! Atau kau kamu tembak!"


Mendengar teriakan dari luar membuat Ale terpaksa menghentikan langkahnya. Senyumannya terlihat menyeringai dan terlihat sangat penuh intrik.


Sialnya, Ale bukan pemilik dari apartemen tersebut sehingga tidak mempunyai kunci duplikat. Mengingat jika Sean adalah pemilik resmi maka dengan mudah Tuan John mendapatkan kunci duplikat dan segera menyelamatkan Laluna.


Ale yang terkejut karena melihat hal itu segera mendekati area dapur untuk mengambil salah satu benda tajam dan ingin melukai mereka. Satu tembakan yang berisi obat bius mampu membuat Ale seketika pingsan di tempat.


"Lapor Tuan, pekerjaaan sudah beres. Dijamin semua aman."


"Bagus, jangan lupa membereskan tempat itu agar tidak terlihat seperti baru dipakaia oleh pasangan suami istri jangan sedang bulan madu."


"Siap, Pak Bos."


FLASH BACK OFF

__ADS_1


Sean memeluk ayahnya, lalu berpamitan menuju ke tempat yang baru saja ditunjukkan olehnya.


"Terima kasih, Ayah. Aku bersyukur Ayah selalu membantuku di setiap kesempatan."


Tuan John menepuk punggung Sean.


"Jangan sungkan untuk meminta pertolongan dari Ayah."


Sean tersenyum, "Tentu saja, Ayah."


Setelah itu Sean bergegas menuju keluar rumah dengan menggunakan sopir pribadi. Selama masa pingitan Sean maupun Laluna jika ingin bepergian maka akan ada satu sopir yang setia mengantar.


Jalanan yang lengang membuat mobil mereka melaju cepat ke lokasi. Cukup dua puluh menit, kini Sean sudah sampai di sana. Dengan dikawal beberapa bodyguard Sean naik ke gedung tertinggi di sana.


"Ingat jangan sampai membuat keributan! Aku hanya ingin memberinya pelajaran lalu sesudahnya kita segera pulang."


"Baik, Tuan Muda."


Langkah kaki yang cepat membuat Sean terlihat seperti seorang pemimpin mafia. Namun, tidak hanya itu saja yang terlihat melainkan aura kepemimpinan Sean sangat menonjol.


......................


Lalu apakah Sean akan terkejut ketika menyadari siapa yang nekad melakukan hal itu. Semoga semuanya segera kembali dan semua orang bisa bahagia.

__ADS_1


Sambil nunggu up jangan lupa mampir ke sini ya bestie.



__ADS_2