MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)

MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)
Part 78. TERIMA KASIH


__ADS_3

Akhirnya mau tidak mau Sean harus mengatakan kejujuran ini kepada istrinya.


"Bagaimana kalau kamu tidak mengatakan hal ini sampai nanti, aku sudah pasti akan membencimu Sean."


"Angel memintaku agar merahasiakan hal ini selama beberapa waktu."


Laluna tampak menunduk sedih, tetapi ia bahagia karena ternyata masih banyak orang yang sayang padanya. Kasus kematian ibunya akan diusut tuntas bahkan semua pelakunya akan diadili dengan seadil-adilnya. Bersyukur adalah satu kata yang tepat untuk menggambarkan suasana hati Laluna saat ini.


"Apa kau marah padaku?"


"Marah, sudah pasti tetapi aku akan melakukan hal ini dengan sebaik mungkin. Sama seperti yang dilakukan oleh Mama yang mungkin sudah memaafkan Papa meskipun dia yang membuat kehidupannya jauh menyedihkan."


"Aku semakin mencintaimu, Sayang."


"Terima kasih, Sean."


Kandungan Laluna sudah beranjak enam bulan. Bulan depan mereka akan melakukan sebuah prosesi yang sangat penting yaitu sebuah acara peringatan tujuh bulan kehamilannya.


"Oh, ya bulan depan kita akan melakukan acara tujuh bulanan, apakah kamu mau melakukan upacara yang mewah atau biasa saja."


"Aku ngikut aja, yang penting semuanya tidak terkesan merepotkan, oke ...."

__ADS_1


"Oke."


Pada saat mereka saling bercengkrama ternyata pintu rumah mereka diketuk dari luar. Sesaat kemudian terdengar suara yang sangat familiar.


"Selamat sore Pak Boss?"


"Sore? Kamu mau apa kemari?"


"Ini Boss saya datang kemari untuk mengantarkan makanan spesial yang dimasak oleh ibu saya."


"Sejak kapan ibumu datang ke kota? Bukankah dia berada di desa?"


"Sejak Boss memberikan banyak tunjangan untuk saya, maka kehidupan keluarga kecil di rumah semakin membaik. Ibu saya merasa bingung ketika ingin memberikan sesuatu kepada Boss sebagai ungkapan terima kasihnya karena telah memberikan pekerjaan yang layak kepada saya."


"Baguslah kalau begitu, saya bersyukur karena Pak Boss masih mau menerima semua pemberian sederhana ini."


"Sama-sama."


Harum wangi masakan yang dibawa oleh Jo tercium oleh Laluna yang baru saja kembali dari kamar mandi.


"Hm, aku kok mau masakan enak, ya? Kira-kira siapa yang sedang memasak?"

__ADS_1


"Nggak ada yang masak, tetapi kebetulan Ibu Jo mengirimkan makanan untukku. Kalau kamu berkenan ayo kita makan bersama saja, kasihan Jo Sudah membawa makanan ini jauh-jauh dari rumahnya."


"Wah beneran, alhamdulillah kalau begitu."


Dengan raut wajah bahagia, Laluna mengambil potongan kue yang dibuat oleh Ibunda Jo. Setelah itu Sean meminta asisten rumah tangganya untuk mengambilkan beberapa piring dan sendok untuk makan bersama.


"Kok banyak piringnya, Boss?"


"Kamu sekalian ikut makan sini, nggak usah sungkan."


"Jadi Boss juga mengajak saya makan sekalian? boleh makan di sini juga gitu?"


"Tentu saja boleh memangnya siapa yang melarangmu, Jo. Kamu itu adalah orang yang paling berjasa di sini. Sehingga tidak perlu mengatakan apapun kami sudah menganggap kamu sebagai keluarga."


"Terima kasih banyak, Boss."


Akhirnya mereka bertiga makan bersama makanan yang disajikan oleh Laluna. ditambah beberapa menu yang diberikan oleh Ibunda Jo membuat suasana makan malam mereka sangat berkesan. Suasana kekeluargaan sangat terasa di sana.


"Sampai kapanpun kami akan menganggap kamu sebagai anggota keluarga kami Jo, jadi jangan pernah beranggapan jika kamu hanyalah seorang asisten."


"Kamu adalah teman, sahabat, keluarga dan orang yang paling dekat dengan kami jika tidak ada dirimu mungkin cerita antara Sean dan Laluna tidak akan pernah ada."

__ADS_1


"Terima kasih banyak Boss. Saya juga berterima kasih untuk semua perhatian yang diberikan Bosa selama ini."


Apakah kehidupan Laluna akan baik-baik saja ataukah akan ada orang yang membenci dan menaruh dendam padanya?


__ADS_2