MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)

MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)
Part 64. KISAH SETELAH NIKAH


__ADS_3

Satu minggu sudah pernikahan Sean dan Laluna berlangsung. Karena masih tahap awal untuk penyesuaian diri, maka ada banyak cerita di dalamnya.


Setiap malam, tangan Sean selalu saja dalam posisi keadaan memeluk Laluna. Rasa sayang yang dimilikinya membuat Sean memanjakan Laluna di setiap waktu. Sean jarang sekali bersikap kasar kepada Laluna.


Justru sikap Sean yang seperti itu membuat Laluna sedikit ngeri dan juga waspada. Sama seperti saat ini, di kala dirinya hendak pergi ke kamar kecil ia harus menunda beberapa menit hanya untuk memindahkan tangan Sean yang kekar itu.


"Huft, gini amat ya derita tidur berdua. Mau ke kamar mandi saja susah sampai seperti ini?" gumam Laluna sambil menikmati wajah Sean dari kejauhan.


Namun, ada rasa menggelitik ketika menatap wajah tampan Sean. Sesekali ia mengusap rahang pria di hadapannya itu dan mencuri cium di area pipinya. Setelah itu Laluna bisa senyam-senyum sendiri karena kelakuan absurb-nya tersebut.


"Aku heran, kenapa aku bisa memilihmu? Padahal jelas-jelas kamu itu arogant dan suka menang sendiri, tetapi bagaimana pun keadaannya aku sangat menyukai jika kamu sedang tertidur."


Bulu mata Sean yang panjang dan lentik seringkali membuat Laluna gemas untuk menyentuhnya. Akan tetapi jika disentuh si empunya akan reflek memegang tangannya. Sama seperti yang dilakukan Sean kali ini.


Grep, tangan Laluna berhasil dipegang oleh Sean karena sedari tadi mempermainkan bulu matanya. Padahal jauh sebelum itu Sean sudah terbangun akibat pergerakan tubuh Laluna yang pergi ke kamar mandi.


Hanya saja Sean membiarkan hal itu dan menunggu Laluna kembali dari kamar mandi. Namun, istrinya itu terlalu suka memainkan jemarinya untuk menyentuh setiap inci bagian tubuh Sean terutama area wajah.


Siapa yang tidak bangun jika Laluna menyentuh area wajahnya. Bahkan dengan polosnya ia meniup-niup bulu matanya.


"Apa yang mau kamu lakukan, Sayang?"

__ADS_1


"Kenapa memangnya, apakah tidak boleh?" tanya Laluna yang mencoba mengalihkan perhatian dari Sean.


"Oh, kalau begitu aku pasrah kamu apain aja. Aku akan telentang biar kamu puas ngapain aja!"


Benar saja sesuai dengan perkataan dari Sean ia terlihat merentangkan kedua tangannya agar Laluna bebas melakukan apapun. Bukannya bergegas, Laluna justru merasa malu dengan sikapnya tadi. Ditambah lagi terlihat jika junior Sean bangun akibat tingkah absurb-nya itu.


"Aku kan cuma menyentuh wajahnya saja, tapi kenapa juniornya Sean ikutan bangun, astaga!" rutuknya penuh sesal.


Tidak melanjutkan aksinya Laluna lebih memilih untuk istirahat saja dan menutupi seluruh wajahnya dengan selimut. Baginya itu akan lebih baik daripada membiarkan Sean bisa melihat wajahnya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Loh, kok justru menutup diri dengan seluruh selimut kayak gitu?" ucap Sean sambil cekikikan.


Dibukanya dengan perlahan selimut yang menutupi wajah cantik sang istri. Baru setelah itu, ia baru mencumbunya dengan penuh cinta.


Awalnya Laluna menolak tetapi setelah semua perlakuan lembut suaminya itu mampu membuatnya semakin melayang akhirnya malam yang penuh cinta dan kasih sayang kembali mereka lalui.


Pasangan halal memang lebih nikmat daripada jajanan yang tersaji di pinggir jalan. Setiap lelaki dan wanita yang sudah menikah harus bisa menjaga pandangannya dan kehormatan rumah tangganya.


Akan ada banyak rintangan dan cobaan yang siap menanti. Maka dari itu bumbu-bumbu cinta harus ditebarkan setiap hari agar semakin mempererat hubungan suami istri.


Terlepas dari semua itu, kini Laluna sudah bisa menyesuaikan dirinya sedikit demi sedikit. Kini Laluna selalu mempersiapkan hidangan makan untuk sarapan pagi. Aneka menu pilihan tersaji di sana.

__ADS_1


Dengan bantuan beberapa pelayan, makanan itu tersaji di depan meja secara tepat waktu. Kini Laluna kembali ke kamar untuk melihat apakah suaminya sudah selesai bersiap atau belum.


"Sa-sayang ...." panggil Laluna dengan wajah ceria.


"Iya, Sayang .... ada apa?"


"Apakah kamu butuh bantuan untuk memasangkan dasi?"


"Tentu dong, tunggulah sebentar Sayang, aku baru memakai celana."


"Hm."


Kini Laluna sudah duduk di atas sofa sambil memilih beberapa dasi untuk Sean. Lagi dan lagi ternyata Sean keluar dari dalam kamar mandi hanya mengunakan handuk yang dililitkan ke pinggangnya.


"Kenapa melihat sampai seperti itu. Apakah aku tidak boleh berpakaian seperti ini? Bukanlah kalau aku mandi selalu begini?"


......................


Sambil nunggu up, silakan mampir ke sini


__ADS_1


__ADS_2