
Kehamilan adalah sebuah berita bahagia untuk semua orang begitu pula dengan Laluna dan Sean. Oleh karena itu Sean selalu berusaha untuk mengabulkan permintaan-permintaan kecil yang sering disebut ngidam oleh istrinya tersebut.
"Kenapa wanita hamil selalu mengatasnamakan ngidam untuk bisa mengabulkan permintaan-permintaan kecilnya?"
"Nggak semua sih, cuma yang aku takutkan yang terkena dampaknya adalah wanita-wanita yang tidak bersalah seperti aku."
"Oh, ya?"
Sean sedikit tersenyum ketika menyadari bahwa sedari tadi istrinya sama sekali tidak menyadari, jika dirinya sengaja memancing pembicaraan untuk menyudutkan dirinya.
"Padahal aku selalu mengabulkan semua permintaan darimu. Meskipun kamu tidak meminta aku pasti akan mengabulkannya."
Laluna mengetuk-ngetukan jemarinya di salah satu pipinya.
"Benar juga ya? Sepertinya aku menjadi sedikit oon karena hal ini."
Sean merapatkan tubuhnya ke arah sang istri. Tangan Laluna spontan mengusap kepala suaminya dengan penuh kasih sayang.
"Kamu adalah kekasih hatiku, cinta pertamaku dan selalu saja bisa membuat aku terpesona dalam setiap waktu."
"Benarkah?" tanya Sean terlihat meragu.
"Awalnya aku tidak pernah menyangka bisa menjadi kekasihmu."
"Akan tetapi ketika semua yang didapatkan lebih dari ini, aku merasa tidak ada hal yang kutakutkan setelahnya."
"Terima kasih, Sayang ... karena kamu telah membuka mataku tentang arti sebuah cinta."
......................
Saat ini usai kehamilan Laluna adalah dua belas minggu. Tidak terasa perjalanan kehamilan Laluna penuh warna dan cerita. Kebetulan bulan ini adalah musim duren, sehingga di sepanjang perjalanan banyak pedagang buah-buahan yang menjual duren.
Hari ini Laluna sengaja ikut dalam perjalanan ke kantor Sean. Mau tidak mau Laluna mencium aroma buah duren yang sangat menggoda. Air liurnya saja hampir menetes karena hal tersebut.
"Hm, begitu lezatnya rasa duren itu. Apakah aku bisa merasakan kelezatannya?"
__ADS_1
Sean yang peka terhadap perasaan istrinya segera mengambilkan beberapa lembar uang merah dari saku dompetnya untuk membeli buah duren tersebut.
"Nih, yang kamu beli sendiri!"
Sontak Laluna menoleh.
"Siapa yang mau beli duren?"
"Ya, kamu dong sayang."
Laluna yang sedang malas berjalan menoleh ke arah suaminya, "Kok aku ... kamu aja deh, aku lagi males buat jalan, nih!"
Takut jika istrinya tersinggung, maka Sean lebih memilih untuk menyuruh Jo yang membeli duren itu untuk sang istri. Jo yang kebetulan menjadi sopir mereka berdua mau tidak mau harus mengerjakan hal itu demi calon bos kecilnya nanti.
"Jo ...."
"Iya, Tuan."
"Tolong belikan duren yang paling manis di toko kuning itu, kamu mau, 'kan?"
Terdengar helaan nafas berat dari Jo.
"Baik, Tuan dengan senang hati."
Binar kebahagiaan terlihat jelas di dalam bola mata Laluna. Sementara itu Jo yang malas berdebat segera mengambil salah satu buah duren lalu membayarnya.
"Ini uang kembaliannya, Tuan."
"Ambil saja!" ucap Jo seolah menjadi bos.
Padahal uang kembalinya dua kali lipat dibandingkan dengan harga duren. Dengan cepat Jo membawa duren tersebut ke dalam mobil.
"Kok cuma dapat satu Jo?" tanya Laluna heran.
"Memangnya kenapa, Nyonya Muda?"
__ADS_1
"Seharusnya kamu bawa enam biji kalau uangnya segitu!" pekik Laluna kesal.
Tidak mau mendapatkan kemarahan dari Sean, Jo bergegas kembali ke toko tersebut. Tentu saja pemilik toko heran dengan kedatangan Jo yang dianggapnya keberuntungan itu.
"Kenapa kembali, Tuan?"
"Uang saya tadi berapa?"
"Tiga ratus ribu."
"Satu duren harganya berapa?"
"Lima puluh ribu."
"Ya sudah kalau begitu saya ambil lima biji lagi, bye."
Pemilik toko hanya melongo melihat aksi Jo yang mengambil beberapa buah duren dengan harga yang berbeda dari jenis duren yang diambilnya tadi.
"Dasar asisten sialan! Main ambil aja dagangan orang!" pekik pemilik toko dengan kesal.
Sama halnya dengan Laluna dan Sean yang menatap Jo dengan tatapan aneh.
"Kenapa lagi sih, apa ada yang salah?"
"Tuh lihat ke belakang!"
Sontak saja Jo menoleh dan tiba-tiba saja ia mendapatkan lemparan bola kasti dari arah belakang.
"Aargghhhh!'
"Rasain Lo, asisten sialan!"
......................
Makanya jangan suka mencuri ya, guys. Kalau enggak bakal benjol kepalanya seperti Jo.
__ADS_1
Sambil nunggu up jangan lupa mampir ke sini kakak