MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)

MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)
Part 40. JADI KAMU LALUNA


__ADS_3

"Kenapa dia ada di sini?" gumam Laluna di dalam hati.


Laluna mengabaikan keberadaan lelaki yang menurutnya aneh itu. Laluna lebih memilih untuk tetap fokus pada presentasinya kali ini, apalagi hal ini menyangkut tentang masa depannya di dunia kerja.


Sebelum ini Laluna sudah berjanji kepada Sean untuk menunjukkan bakatnya kepada seluruh mahasiswa agar termotivasi seperti dirinya. Tidak ada maksud lain daripada hal ini. Hanya sebuah keinginan kecil agar setidaknya ilmunya bisa bermanfaat untuk orang banyak.


Ucapan dari MC membuat Ale tahu jika seorang mahasiswi cantik yang berada di hadapannya bernama Laluna. Sering bertemu tetapi tidak pernah mempunyai kesempatan untuk berkenalan bahkan untuk sekedar menyapa.


"Ternyata namanya Laluna. Dia juga sangat berprestasi, oke fix Lu target gue selanjutnya!" ucap Ale mantap.


Sejenak ia teringat dengan cerita Bibi Hana yang mengatakan jika Laluna adalah orang yang membuatnya masuk jeruji besi.


"Tunggu dulu, apakah dia Laluna anak angkat Bibi Hana? OMG, rupanya Tuhan sedang berbaik hati padaku."


Ale tetap memperhatikan setiap gerak-gerik dari Laluna. Dari cara dia mempresentasikan, Ale bisa melihat jika Laluna benar-benar mengagumkan dan layak untuk menjadi target selanjutnya.


"Bagaimana caranya agar aku bisa dekat dengan Laluna?"


Sejenak Ale memikirkan bagaimana cara dia agar bisa lebih dekat dengan Laluna. Jika mengingat Laluna sangat sulit untuk ditaklukkan membuat Ale harus berpikir cerdas.


"Aku akan mendekatimu dengan hatiku. Bukan berarti kedekatan ini aku lalukan untuk meminta agar kamu mau mencabut gugatan kepada Bibi Hana. Akan tetapi ini murni dari lubuk hatiku."


Ale akan berjuang kembali demi rasa cinta yang pernah bersemi di dalam hatinya semasa kecil. Kalau bukan karena ia harus sekolah di luar negeri, mungkin saja Laluna bisa jadi pacarnya saat ini.


"Cinta memang membuatku gi-la, Luna. Buktinya aku masih memiliki rasa, meskipun kita telah berpisah selama puluhan tahun," ucap Ale sambil menyeringai.


Setelah berapa saat mempresentasikan prestasinya, Laluna turun dari panggung. Sejenak terbesit sebuah asa untuk meminta tolong pada salah satu panitia untuk mempertemukannya dengan Laluna.


Ale melambaikan tangannya ke arah salah satu panitia.


"Mas, boleh minta tolong?"


"Bisa, Tuan."


Ale memberikan kode pada panitia itu untuk lebih mendekatinya dan kemudian berbisik. Setelah dirasa paham, ia pun pergi ke arah Laluna.


"Maaf, Nona Laluna, ada seorang donatur yang ingin bertemu dengan Anda."


Tentu saja Laluna terkejut, karena salah satu donatur ingin bertemu dengannya secara pribadi.


"Oh, iya, Mas."


"Mari ikut dengan saya!"

__ADS_1


Tanpa rasa curiga, Laluna mengekor di belakang. Ternyata donatur yang memanggil Laluna adalah orang yang ingin dihindari.


"Lelaki itu?"


"Hai, kita ketemu lagi," sapa Ale dengan senyuman ramah.


Sementara itu Laluna hanya mencebikkan bibirnya.


"Kamu tidak mau bertemu denganku?" tanya Ale dengan wajah songongnya.


Meskipun Ale tampan, tetapi sikapnya tidak jauh berbeda dengan Sean ketika pertama kali bertemu.


"Maaf, saya nggak menyangka jika salah satu donatur itu adalah Anda."


"Lah, memangnya kenapa? Masih nggak percaya jika aku adalah salah satu donatur tetap di kampus ini."


"He he he, saya percaya kok, Pak. Akan tetapi ada urusan apa Anda memanggil saya ya?"


Di dalam hati Laluna masih merutuki sikap donatur di hadapannya saat ini. Tentunya karena sikap songongnya membuat muak.


"Bagaimana bisa ada donatur model begini?"


"Udah songong, belagu, pokoknya nyebelin! Eh, tunggu dulu bukannya aku sering banget ketemu sama orang ini?"


"My name is Ale, teman masa kecil kamu yang selalu suka mengerjaimu setiap waktu."


"Eh ...."


Sontak saja Laluna memundurkan langkahnya.


"A-ale? Ale keponakan Bibi Hana?"


Ale mengangguk setuju.


"Kenapa, apa kau takut kepadaku? Sungguh, aku tidak sama dengan Ale yang dulu Luna, aku sudah bertobat, kok!"


"Tobat dengkulmu! Bisa-bisanya mengatakan tobat tapi masih saja menjebakku dengan cara seperti ini!"


Ale terkekeh dengan ucapan lantang dari Laluna.


"Kamu masih sama dengan yang dulu, bar-bar tapi ngangenin banget, aku suka!"


"Bengek, jauh-jauh dari aku!"

__ADS_1


Laluna mendorong tubuh Ale yang hendak memeluknya.


"Aku bukan barang yang mudah kamu sentuh!"


Sikap kasar Laluna membuat Ale semakin suka untuk menggodanya. Bagi Ale sikap Luna yang bar-bar seperti ini sungguh membuatnya bahagia. Mengobati semua rasa rindu Ale yang tidak bertepi.


Sean yang kebetulan sudah selesai rapat, tidak sengaja masuk ke dalam area kampus.


"Sepertinya memberikan surprise pada Laluna tidak ada salahnya."


Sean menarik tuas hand rem, lalu mematikan mesin mobilnya. Ia melangkah keluar dari mobil. Sebuah kaca mata bertengger manis menghias wajah tampan Sean Alinskie. Membuat siapa saja yang melihatnya menjadi jatuh cinta seketika.


Kedatangan salah satu pebisnis yang paling most wanted itu membuat banyak pasang mata memandangnya dengan penuh kekaguman.


"Tampan banget, aku rela jadi pacarnya ...."


"Eh, bukan hanya kamu, aku juga suka sama dia!"


Ternyata kedatangan Sean benar-benar membuat kegaduhan di dalam area kampus. Terutama pada kaum hawa yang seperti terkena vir-us cinta.


"Jika Luna tahu aku datang kesini dan membuat para gadis histeris bisa-bisa dikeb-iri nanti?" gumam Sean sambil bergidik ngeri.


Bagaimana pun Sean hanyalah manusia biasa yang mempunyai sejuta pesona dan tidak bisa menyembunyikan ketampanan yang ia miliki dari balik kaca mata.


Ale dan Laluna yang mendengar kegaduhan di luar membuat tertarik untuk melihat keluar. Tanpa Laluna sadari Ale berdiri di belakang tubuh Laluna dengan posisi yang sangat dekat seperti seorang lelaki yang memeluk kekasihnya.


Melihat calon istrinya berada dekat dengan lawan jenis membuat amarah di hati Sean meluap. Ia bergegas mendekati ke arah mereka. Sontak Laluna terkejut ketika melihat kekasihnya datang.


"Sean, ada apa kau kemari?"


"Ada apa? Tentu saja untuk menjemputmu pulang!"


Tanpa mau menyapa lelaki di samping Laluna, Sean justru mengabaikan keberadaannya. Laluna sejujurnya bersyukur karena Sean datang di waktu yang tepat.


Namun, ketika melihat api kemarahan di dalam bola mata Sean membuat Laluna ketakutan. Ia hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah Sean menuju tempat parkir.


Para mahasiswi yang semula histeris menjadi diam seribu kata ketika pemuda most wanted tadi menggandeng tangan seorang gadis.


"Ya, ampun ... ternyata dia kekasih narasumber tadi, pantes aja!"


"Yang satu tampan, yang satu cantik dan pintar. Semoga mereka langgeng, Aamiin."


Sementara itu, Ale hanya memandang kepergian Laluna dari kejauhan. Membiarkannya dibawa pergi oleh seorang lelaki sejujurnya membuat hatinya sakit. Namun, untuk saat ini ia tidak bisa berbuat banyak.

__ADS_1


"Sepertinya lelaki Laluna adalah salah satu pebisnis di kota ini. Aku harus menyelidiki hal ini secepatnya."


__ADS_2