MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)

MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)
Part 59. SUASANA BARU


__ADS_3

Banyaknya tamu undangan yang menghadiri pesta pernikahan Sean dan Laluna membuat kedua pengantin kelelahan.


"Kapan acaranya ini selesai? Aku begitu kelelahan ...." keluh Laluna sambil memegang gaunnya.


"Kamu capek? pengen istirahat nggak?"


Tentu saja Laluna segera mengangguk karena Sean seolah memberinya angin segar saat ini sehingga ia memanfaatkan keberadaan ayahnya dengan sangat baik.


Sean yang melihat istrinya kelelahan, merasa tidak tega. Akhirnya ia meminta izin kepada ayahnya untuk masuk lebih dahulu. Seorang utusan datang untuk menyampaikan berita penting untuk Tuan Sean."


"Maaf ayah bolehkah aku izin keluar dari ruangan ini?" tanya Sean dengan nada setengah berbisik.


"Memangnya kenapa, acaranya 'kan belum selesai?" balas Tuan John dengan ekspresi yang sangat lucu.


Sean menoleh ke arah Laluna, "Ayah bisa melihat sendiri, jika Laluna saat ini kelelahan aku tidak tega melihatnya seperti itu!"


Tuan John kini melihat ke arah Laluna. "Aku mengerti akan hal itu. Cobalah ajak istrimu untuk istirahat sejenak di kamar hotel yang sudah dipersiapkan."


"Baik, terima kasih banyak, Pak."


"Kalau begitu saya izinkan kalian untuk suruh membawa beberapa bodyguard untuk mengawal Keanu dengan sangat bau, hingga ia tidak menyadari hal itu sampai ke kamar."


"Terima kasih banyak, Ayah!" ucap Sean berbasa-basi dengan ayah kandungannya itu.


Meskipun acaranya belum selesai, tetapi kedua pengantin meminta izin untuk masuk lebih dahulu sebelum para tamu undangan yang lainnya pulang. Kepergian Sean dan Laluna tampak dikawal ketat untuk saudaranya itu.


Meskipun begitu, Laluna sedang berada di dalam kamar bersama suaminya, Sean. Sejatinya acara tersebut berlangsung hingga tengah malam.


Setelah acara selesai, menurut rencana seluruh keluarga besar Tuan John dan juga Tuan Han akan tinggal di hotel tersebut. Beberapa kamar telah dibooking untuk seluruh keluarga besar.


Ada sebuah kamar besar yang dipersiapkan spesial untuk pengantin. Sementara anggota keluarga yang lainnya menginap di kamar yang lain.


Beruntung hotel tersebut dikelola oleh Keluarga Tuan John. Awalnya dipegang langsung oleh Chryst, tetapi setelah kasus korupsi, akhirnya hotel dikelola langsung oleh Alex.


Dari sekian banyaknya keluarga, hanya satu orang yang tidak merasa bahagia saat itu. Tentu saja orang itu adalah Chryst.

__ADS_1


Pada hari bahagia Sean dan Laluna ternyata Chryst tidak jadi dikeluarkan dari tahanan. Kehadirannya dianggap sebagai ancaman bagi seluruh keluarga besar.


"Sial! Beraninya mereka menarik hal ini sebelum aku benar-benar keluar. Mereka benar-benar merebut semua kebahagiaanku!"


Terlihat raut wajah Chryst benar-benar marah akan keputusan yang diberikan Tuan John sehari sebelum ia dikeluarkan.


Banyak pertimbangan yang dilakukan sebelum mengeluarkan Chryst dari dalam jeruji besi. Oleh karena itu Tuan John membatalkan rencananya.


Bersyukur acara tersebut berlangsung dengan meriah meskipun kedua pengantin tidak jadi melakukan malam pertama karena kelelahan. Setidaknya ada momen yang mereka kenang sampai kakek nenek nanti.


Malam harinya mereka semua tertidur lelap di kamar. Setelah melepas gaun pengantin keduanya tertidur dengan posisi saling memeluk satu sama lain.


Pagi harinya suasana kembali heboh di kamar pengantin. Sebab Laluna yang belum terbiasa berada satu tempat satu tidur dengan Sean seketika berteriak karena salah satu tangannya memeluk tubuh Laluna. Belum lagi kepala Laluna bersandar di lengan Sean.


Semalam ketika melihat Laluna tidak bisa tidur nyenyak, maka dengan senang hati Sean meletakkan kepala Laluna di lengannya. Hingga tidak beberapa lama kemudian Laluna tertidur dengan nyaman hingga pagi.


Kebas karena lengannya digunakan sebagai bantal semalaman, tidak membuat Sean marah. Hanya saja teriakan istrinya tersebut memekakkan telinga hingga telinga Sean terasa sakit.


"Kenapa kamu bisa berada di sini? Bukankah ini kamarku?"


"Sejak kapan kamar hotel ini menjadi milikmu? Bukankah ini kamar pengantin yang digunakan untuk kita berdua?" ucap Sean sambil menunjukkan cincin pernikahannya ke wajah Laluna.


Tentu saja ucapan Sean membuat rona merah di kedua pipi Laluna terlihat sempurna. Ia langsung menarik selimut dan membenamkan dirinya di dalam selimut agar Sean tidak dapat melihat wajahnya lagi.


"Maaf, karena aku tadi hanya terkejut karena tiba-tiba ada kamu di sampingku biasanya kan kita tidur terpisah?"


"Memangnya kalau suami istri harus tertidur terpisah? Lalu bagaimana bisa mereka mempunyai baby?"


Mendengar kata Baby sontak membuat Laluna membuka selimutnya dan memperlihatkan wajahnya ke arah Sean.


"Baby, bagaimana bisa kamu menginginkan seorang baby?"


"Memangnya kamu tidak ingin kita mempunyai baby yang lucu dan menggemaskan?" tangisan sambil mendekatkan wajahnya ke arah Laluna.


Bahkan jarak mereka terlalu dekat, hingga hidung mereka hampir saja menempel kalau saja Laluna tidak membuang muka dengan segera.

__ADS_1


Tidak mau terjebak lebih lama di dalam situasi yang menegangkan itu, Laluna memilih untuk membersihkan diri di kamar mandi.


"Badanku lengket, aku ingin mandi dulu! Kalau kamu lapar kamu bisa meminta pelayan hotel untuk mengantarkan makanan sarapan ke kamar kita, bukan begitu Bapak Sean Alinskie yang terhormat!"


"Baik, Nyonya Sean Alinskie yang terhormat. Permintaanmu akan segera aku kabulkan!" ucap Sean sambil mengedipkan salah satu matanya dengan genit ke arah Laluna.


Menurut rencana, nanti siang mereka akan terbang ke luar negeri demi melakukan honeymoon. Tuan John sengaja mengatur segalanya agar kedua putra-putrinya merasa bahagia dan Sean tidak terbebani lagi dengan urusan perusahaan.


Selama mereka pergi honeymoon, urusan perusahaan akan dihandle oleh Leo dan juga Jo.


Salah satu hal yang tidak bisa dilupakan Sean dan Laluna ketika acara malam pernikahan mereka adalah kedatangan pacar Paijo alias Jo yang berasal dari desa namanya Eneng Iis.


Ternyata pacar Jo lumayan cantik. Namun, ia begitu pendiam. Meksipun begitu Laluna merasa cocok dengan kepribadian Eneng yang baik dan ramah.


......................


Setelah sekian lama mengurung di kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, Laluna keluar.


Tubuh Laluna sudah terasa lebih rileks saat ini. Sambil menunggu sarapan mereka datang, kini giliran Sean untuk mandi.


Awalnya semua berjalan lancar. Lama kelamaan ada saja hal yang membuat sepasang pengantin baru itu saling gemas dengan sikap masing-masing pasangan. Setelah selesai mandi, tidak lupa Sean keluar dengan telan**ng dada. Ia hanya melilitkan handuk sebatas pinggang.


Namun, karena kurang kuatnya ikatan handuk Sean, saat Laluna hampir terjatuh secara tidak sengaja ia menarik handuk Sean hingga akhirnya terlihatlah barang berharga milik suaminya tersebut.


"Arghh! Apa itu!" pekik Laluna kesal.


Begitu terpampang nyata dan membuat rona merah di kedua pipi Laluna menyembul dengan sempurna. Sementara itu Sean justru tergelak karena anaconda milik Sean mulai aktif.


"Kamu sendiri yang membangunkannya, Sayang. Ayo tanggung jawab!"


"Aaaa ....."


......................


Hai hai, sambil menunggu Sean dan Laluna up, boleh mampir ke sini kakak, ditunggu.

__ADS_1



__ADS_2