MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)

MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)
Part 77. BUNGA CINTA


__ADS_3

Maklum saat ini Laluna dan Sean jarang sekali melakukan hubungan suami istri karena kandungan Laluna awalnya dikatakan lemah. Akan tetapi setelah beberapa bulan berjalan, Sean justru sudah mendapatkan tugas baru untuk memperkuat hubungan antara dirinya dan sang istri.


"Mas, mau ngapain?"


Laluna memundurkan langkahnya hingga terduduk di atas tempat tidur. Disusul kemudian dengan Sean yang mendekatinya dengan nafas memburu.


"Jangan bilang, Mas mau ...."


"Hu-um, Mas memang mau melakukan hal itu kepadamu, habisnya dah menahan rasa ini terlalu lama. Boleh, ya?"


Meskipun takut dan sedikit grogi, Laluna mulai menerima sentuhan lembut pada bibirnya. Sean memulai aksinya dengan berciuman dengan sang istri.


Hingga suara itu terasa sangat indah memenuhi kamar mereka.


Sembari berciuman, tangan Sean bergerak nakal untuk membuka kancing baju Laluna satu persatu. Lalu membawa sang istri untuk menikmati indahnya dunia pernikahan.


Dengan gerakan lembut, Sean menggerakan juniornya dalam gua garba sang istri. Tentu saja Dinda menikmati setiap gerakan yang dilakukan oleh suaminya.


Hari memang baru saja beranjak siang, udara pagi yang semula dingin kini sudah mulai terasa hangat. Semilir angin dari pepohonan yang berada di pekarangan membuat hawa sejuk sesekali terasa.


Namun, semua itu tidak bisa menghentikan aktivitas panas yang sedang terjadi di atas ranjang king size milik Sean.


"Oh, Sayang ...." lenguh Laluna dengan mata terpejam.

__ADS_1


Tangannya mencengkram bed cover berwarna abu-abu itu dengan erat ketika Sean mempercepat gerakannya. Bagaimana pun Laluna yang sudah lama tidak merasakan itu merasa melayang akan setiap gerakan yang dilakukan oleh Sean.


"Panggil lah namaku, Sayang! Katakanlah jika kamu menginginkan hal yang lebih!" ucap Sean seraya mempercepat gerakannya.


"Sean! Aku milikmu! Lebih cepat lagi, oh ...." suara Laluna memang sangat indah, hampir membuat ia lupa jika istrinya sedang hamil.


Pertarungan sengit di atas ranjang itu mampu membuat kedua pemainnya terkulai lemas di atas ranjang. Apalagi setelah mencapai puncak kenikmatan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata apapun.


"Terima kasih, Sayang!" ucap Sean setelah tubuhnya terbaring di samping tubuh Laluna.


Laluna tampak menyandarkan kepalanya di atas lengan bergelombang milik Sean. Membuatnya seolah-olah menjadi bantal empuk baginya.


Laluna menelusupkan wajahnya di dada bidang Sean sambil mendaratkan bibirnya di sana.


"Sayang, kamu ingin menggodaku, ya?" tanya Sean pada istrinya.


"Siapa juga yang minta nambah, aku kan cuma ingin aja tiduran di atas dada kamu."


"Hm, mulai nakal ya. Sayangnya aku sudah terlalu lelah. Apalagi kamu semakin cantik dan menawan setelah menikah, sehingga aku pun harus memperhatikan keselamatan calon anak kita di dalam sana."


"Iya, begitu pula denganku. Akan tetapi sikap kamu barusan benar-benar membuatku merasa sangat puas dan bahagia."


"Terima kasih, Sayang."

__ADS_1


"Oh, ya. Ngomong-ngomong kenapa kamu


Tadi pulang. Bukankah ada pekerjaan penting di kantor?"


"Enggak terlalu penting. Hanya saja aku begitu malas kerja. Makanya aku lebih memilih untuk memutar kembali arah laju mobil."


"Ingat, akan ada calon anak lagi di dalam rumah tangga kita. Maka dari itu sebaiknya kita nggak boleh malas."


"Baiklah, tetapi ijinkanlah aku istirahat sebentar saja. Kamu sungguh membuatku lemas."


Dinda tergelak karena ekspresi wajah Sean sangat lucu dalam pandangan Laluna. Ia sengaja menggoda Sean agar terpancing karena ulahnya.


"Sayang, jangan sekarang ... aku masih lelah."


"Sayang ...." gumam Laluna setelah puas menggoda suaminya.


"Hmm ...." gumam Sean dengan mata yang masih terpejam.


"Iya, Sayang."


"Love you, Dinda."


"Love you too, Sayang.

__ADS_1


Beberapa saat lalu, Sean melupakan jika ada sesuatu hal yang harus dibahas dengan istrinya.


"Harus memulai dari mana aku bisa mengatakan hal ini?" gumam Sean ragu.


__ADS_2