MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)

MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)
Part 52. MERASA BERSALAH


__ADS_3

Ale memang seorang lelaki yang tidak tahu malu. Buktinya ketika mendengar kabar jika Sean dan Laluna akan segera menikah, ia tetap saja ingin menghancurkan hubungan di antara keduanya.


"Kenapa aku seolah mengetahui ada yang memperhatikanku sedari tadi ya, Jo?"


"Saya juga merasakan hal yang sama, Nona. Akan tetapi saya diam saja dan tetap memperhatikan di mana orang tersebut duduk."


"Memangnya kamu tahu dimana dia?"


Jo mengangguk perlahan. Sementara itu Laluna sedikit membungkuk agar ia bisa berbisik kepada Jo. Setelah semuanya selesai mereka segera pulang.


"Kita pulang, Jo."


"Siap, Nona."


Langkah keduanya beriringan sampai di mobil. Sedangkan Ale tidak mungkin mengikuti mereka sampai di area parkir. Hal itu tentu akan membuat Jo semakin curiga kepadanya.


"Biarkan saja kali ini mereka pergi, bukankah sebentar lagi aku akan memilikimu?" ucap Ale sambil menyeringai.


Kini Laluna dan Jo sudah menuju ke apartemen milik Sean. Mereka sudah menghabiskan banyak waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja tetapi justru digunakan untuk menemani Laluna.


Sementara itu di dalam kediaman Tuhan John Sean dan juga Leo sudah menyelesaikan tugas mereka. Tidak mau mempengaruhi adiknya lagi Leo segera bergegas meninggalkan ruang kerja Sean.


"Kakak mau pergi ke mana?"


"Tentu saja ingin kembali ke kamarku memangnya mau apa lagi?"


"Tunggu sebentar!"

__ADS_1


Sean tampak mendekati Leo sudah berada di ambang pintu.


"Aku masih penasaran dengan cara apa yang akan Kakak gunakan kepada Laluna saat hubungan kami harus terpisah seperti ini?"


"Sudahlah, tidak perlu kau pikirkan cara itu lagi, karena kau sudah mendengar sendiri bagaimana ayah tidak menyetujui cara tersebut."


"Kakak ternyata cemen juga kenapa tidak berani melawan Ayah?"


"Aku melakukan semua ini demi kebaikanmu, Sean."


"Ya sudah kalau begitu. Sebaiknya aku memang harus bergegas meninggalkan kamarmu!"


Setelah berpamitan terhadap adiknya, kini Leo sudah kembali ke kamarnya. Sementara pikiran Sean masih dipenuhi dengan bagaimana keadaan Laluna saat ini.


Meskipun ia sudah mengutus Jo untuk mengawasi Laluna selama dua puluh empat jam tetapi hatinya masih terasa berat karena biasanya ia sudah menghubungi Laluna beberapa kali melalui sambungan telepon.


Sean tampak memandang langit malam itu. Ada rasa gusar di dalam hatinya karena suasana terasa lain. Meskipun satu hari telah mereka lewati dengan baik. Namun, ia tidak tahu apakah hari berikutnya akan terjadi yal yang sama.


Kediaman Tuan Han.


"Apakah Ayah sudah mengerti jika sebentar lagi Laluna akan menikah?" tanya Angel dari seberang telepon.


"Tentu saja mengerti, Keluarga Sean sudah datang kemari dan melamar Laluna. Jadi mana mungkin aku tidak tahu?"


"Tenang saja hal ini tidak akan luput dari pantauan ku, dan aku pun juga tidak mempersulit pergerakan mereka untuk mengurusi pernikahannya."


"Di dalam hidup seseorang harus ada simbiosis mutualisme, Ayah. Jangan sampai kita memberikan kesan buruk terhadapnya secara terus menerus."

__ADS_1


"Iya, aku paham."


"Namun, aku minta maaf karena sepertinya aku tidak bisa datang ke acara tersebut karena tidak dapat cuti saat ini."


"Tidak apa-apa, Nak. Ayah mengerti."


Anak dan ayah itu akhirnya saling berkomunikasi satu sama lain setelah sebelumnya Angel menutup diri dari keluarga besarnya. namun seiring berjalannya waktu kini hubungan mereka sudah membaik satu sama lain.


"Lalu bagaimana dengan Ibu, apakah Ibu juga diundang ke dalam pernikahan Laluna?"


"Tentu saja ibumu diundang akan tetapi ia tidak mungkin datang kau tahu sendiri jika ibumu tidak menyukai Laluna."


"Aku harap Ibu bisa berdamai dengan keadaan dan memaafkan dirinya sendiri Laluna juga sudah memaafkan semua perbuatan Ibu. Namun, setiap perbuatan pasti ada balasannya."


"Berdoalah untuk kebaikan ibumu agar kita bisa berkumpul kembali seperti dahulu."


"Aamiin."


"Terima kasih Ayah karena kau telah memberi kasih sayang kepada kami sejak kecil."


"Sama-sama, Sayang. Semua ini Ayah lakukan demi kebahagiaan kalian berdua."


......................


Semoga saja keluarga mereka akan segera berkumpul kembali dan kehidupan menjadi lebih baik untuk semuanya.


Oh ya, sambil nunggu up bisa mampir ke sini ya.

__ADS_1



__ADS_2