MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)

MY CRAZY LOVE (CEO AMNESIA)
Part 60. SARAPAN PAGI


__ADS_3

"Kenapa kau berteriak? Memalukan sekali!" ucap Sean sambil membenarkan posisi handuknya.


Sean tampak mendekati Laluna yang sudah menutupi matanya karena telah melihat barang berharga milik suaminya. Meskipun ia terlihat menutup, tetapi sesekali merenggangkan jemarinya hingga sudah pasti ia bisa melihatnya dengan jelas.


"Karena kau telah membangunkan Sean juniorku, maka kau harus tanggung jawab!" ucap Sean dengan lembut di salah satu telinga milik Laluna.


"Hu-hukuman apa?" tanya Laluna sambil menelan salivanya dengan susah payah.


Bagaikan singa yang kelaparan, Sean merentangkan tubuh Laluna dan menindihnya di atas tempat tidur. Tanpa meminta persetujuan dari Laluna, Sean ******* bibir merah muda milik istrinya.


Sean menatap Laluna dengan penuh na*su. Lalu kembali melanjutkan pemanasannya. Merasakan betapa nikmatnya saling menyesap dan merasakan bibir kenyal milik keduanya. Sepasang suami istri itu tampak terengah-engah dan sesekali mengambil nafas.


Laluna mendorong tubuh Sean. Rasanya pasokan oksigen terasa cepat habis pagi itu. Hingga Sean yang sudah merasakan hawa panas menyerang seluruh tubuhnya segera merangkul kembali Laluna. Memeluknya dari belakang dan sesekali menyesap leher Laluna yang begitu menggoda.


Merasa jika udaranya ikut memanas, salah satu tangan Sean menekan remote AC di kamar itu. Tidak lupa menekan tombol otomatis untuk mengunci pintu kamar.


Tangan Sean begitu lihai membuka jubah mandi yang masih dikenakan oleh Laluna. Hingga terlihat bahu Laluna. Deru nafas Sean yang memburu membuat Laluna mere-mas ujung kimono mandinya karena terlalu gugup.


"Apakah Sean akan melakukan hal itu?" ucapnya gugup.


Karena merasa gugup, Laluna sampai mengigit bibirnya sendiri ketika Sean memulai aksinya kembali. Tatapan Sean terpaku pada pemandangan indah yang tersaji di hadapannya.


Tanpa Laluna sadari tangan Sean menyusup masuk untuk membuka tiga pengait dari kain yang menutupi gunung kembar milik Laluna. Lalu tangannya beralih maju ke bagian tubuh depan milik Laluna.


Geli dan menggelitik, mungkin itulah sensasi yang dirasakan oleh Laluna.


"Oh ...." lenguh Laluna tatkala merasakan jari telunjuk Sean mulai memainkan puncak bukit milik Laluna yang sudah tegak menantang karena perbuatan Sean.


Bagaimana Laluna bisa menolak sentuhan yang begitu memabukkan itu jika Sean sama sekali tidak memberinya celah sedikitpun kepadanya. Melihat tubuh Laluna yang bergetar, Sean dengan lembut membalikkan tubuh istrinya itu.


Melihat bibir Laluna yang basah, Sean kembali menciumnya. Setelah puas ******* habis bibir milik Laluna, kini Sean mulai menyusuri setiap jengkal tubuh istrinya. Lidahnya mulai asyik bermain-main di leher Laluna hingga meninggalkan jejak kepemilikan di sana.


Tangan Sean kembali membuka pengait kimono mandi milik Laluna hingga tersisa kain penutup berbentuk kaca mata itu. Digigitnya kain itu dengan bibir Sean, lalu sesudahnya dilempar ke samping tempat tidur.


Kedua tangan Laluna menutup wajahnya karena malu. Akan tetapi Sean justru menciumi jemari tangan Laluna hingga pandangannya beralih pada sebuah bukit kembar yang sangat ia impikan.

__ADS_1


Tentu saja Laluna me-le-nguh ketika suaminya mulai mengekspos bagian dadanya yang menantang untuk dinikmati. Laluna terus me-le-nguh tatkala mulai merasakan lidah Sean bermain-main di puncak bukit miliknya.


"Sa-sayang!" Laluna mulai mencengkeram erat bahu Sean dengan erat ketika merasakan gelenyer-gelenyer aneh mulai membakar dirinya.


"Cu-cukup!"


Bukannya menyudahi, Sean dengan rakus menyesap lalu meninggalkan jejak kepemilikan di puncak bukit kembar milik Laluna. Tentu saja Laluna mengge-lin-ja-ng karena kegilaan Sean.


Tanpa Laluna sadari salah satu tangannya justru mer-e-mas rambut Sean hingga wajah suaminya justru semakin tenggelam di antara bukit indah itu.


Sean sangat tahu jika Laluna sangat menikmatinya dan mulai dikuasai bir-ahi yang besar. Ia sengaja memperlambat pemanasannya agar Laluna merasa kesal.


"Sa-sayang!" rengek Laluna dengan mata sayunya, ia meliuk-liukkan tubuhnya karena menahan gelombang yang mulai muncul dari dalam dirinya.


"Bagaimana rasanya, sangat nikmat bukan?" ucap Laluna sambil menyeringai.


"Ampun Sayang! jangan siksa aku seperti ini!"


Laluna menatap Sean dengan penuh harap.


Ia tidak tahu gelombang apa itu tetapi rasanya kalau dilewatkan akan terasa sangat menyebalkan. Maka dari itu Laluna mengesampingkan rasa malunya dan justru semakin menikmati permainan Sean.


Sean tersenyum penuh kemenangan ketika menatap wajah sang istri. Ia menarik kedua tali yang ada di sisi pinggul Laluna agar bagian bawahnya terekspos dengan lebih indah.


"Oh, Sayang!" pekik Laluna ketika jemari tangan Sean mulai bermain-main di atas kacang almond yang sudah berl*nd*r itu.


Laluna tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Sean setelahnya, tetapi ia tersenyum simpul ketika kedua kakinya terbuka lebar.


"Akankah Sean melakukan hal itu seperti cerita di novel-novel?" tanya Laluna di dalam hati.


Kedua tangan Laluna mulai menopang tubuhnya yang tersentak ke belakang karena merasakan lidah sang suami mulai menyesap dan bermain-main di atas kacang almond yang tertanam di rawa-rawa yang sudah basah.


Len-gu-han Laluna semakin menggema di ruangan tersebut ketika gelombang tsunami pertamanya itu mulai datang. Mengetahui hal itu, Sean segera mempercepat permainan lidahnya agar Laluna segera mencapai puncak kenikmatan pertamanya.


"Sss-sean!" pekik Laluna di sela-sela len-gu-han panjangnya.

__ADS_1


"Oh ...."


Laluna benar-benar menikmati pel*pas*n pertamanya di tempat tidur. Terkulai lemas akibat permainan aneh yang dilakukan oleh Sean.


Sementara itu Sean mengusap bibirnya dari sisa lahar panas yang baru disemburkan dari rawa Laluna. Dia mengusap bibirnya dengan ibu jarinya sambil tersenyum senang.


Sean membiarkan Launa menikmati sisa k*nikm*tan yang baru saja didapatkan olehnya.


Laluna ter-le-ntang di atas tempat tidur bagaikan seolah makanan yang siap untuk dinikmati oleh Sean. Sangat menggiurkan dengan tubuh molek yang tersuguh di atas sana. Menanti sang pemilik untuk menikmatinya.


Tidak menunggu waktu yang lama Sean segera melepas handuk yang melilit pinggulnya hingga terlihat badan Sean yang kotak-kotak.


Pandangan Laluna beralih kepada anaconda yang dimiliki oleh Sean. Laluna semakin gemas dengan bentuk tubuh sang suami dengan bagian bawah yang sudah berdiri tegak, bersiap untuk mengoyak gua garba milik Laluna.


Sean membantu Laluna bangun, lalu memposisikan tubuh istrinya untuk membelakanginya. Sean sedikit membungkukkan tubuh istrinya agar ia lebih leluasa bermain di belakang.


"Oh, Sayang!" pekik Laluna ketika senjata laras panjang milik suaminya berhasil masuk sempurna ke dalam gua garba miliknya.


Hentakan demi hentakan terus dilakukan oleh Laluna dengan keras, nafasnya mulai memburu karena adegan p*n*s yang sudah mereka lakukan saat ini.


Waktu terus berlalu, berbagai gaya sudah mereka coba. Kini Sean mengangkat tubuh Laluna kembali ke tempat tidur bersprei putih itu.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Sean segera menyatukan tubuhnya dengan Laluna. Hentakan demi hentakan terus dirasakan oleh Laluna hingga ia merasakan klim*ks beberapa kali dalam satu kali pemainan.


Laluna mence-ngke-ram sprei berwarna putih itu ketika merasakan tubuh sang suami menegang seiring dengan datangnya gelombang yang mulai menghantam tubuhnya.


"Sss-sean!"


"Aaahh!"


Keduanya sama-sama berteriak ketika merasakan tubuhnya kembali mengeluarkan gelombang tsunami. Sean mengukung tubuh Laluna bagian bawah masih menyatu, ia menghujani wajah Laluna dengan penuh kasih sayang.


......................


Hhh, akhirnya gol kan ya, sambil menunggu gelombang kedua eh update selanjutnya jangan lupa mampir ke sini kak.

__ADS_1



__ADS_2