
Konferensi pers yang diadakan oleh Sean beberapa waktu yang lalu membuat Tuan John melihat hal itu.
"Syukurlah, Nak. Kau benar-benar selamat kali ini."
"Ayah tidak menyangka jika kau bisa selamat dan kembali ke perusahaan. Aku pastikan orang yang merencanakan hal ini akan menyesal!"
Tuan John, benar-benar tidak menyangka jika putranya bisa kembali selamat. Hal ini membuat Tuan John yakin jika ada seseorang yang tidak suka dengan keberadaan Sean.
Terbukti Sean sampai mengalami kecelakaan dua kali dan bisa dipastikan jika hal itu sudah terencana dengan baik. Kecelakaan Sean bukanlah kecelakaan biasa.
Sebuah mobil tidak akan langsung meledak ketika kecelakaan terjadi, kecuali memang kondisi mobil itu tidak terawat. Salah satu sopir keluarga mengatakan jika ia tidak pernah terlambat untuk mengecek kondisi mobil, jadi kemungkinan besar semua ini dilakukan saat ia lengah atau belum masuk kerja.
Tuan John memanggil beberapa teman bisnisnya untuk menyelidiki kasus ini secara diam-diam.
Berkali-kali ada orang yang mencoba mencelakai Sean, Tuan John bersyukur karena nyawa Sean masih selamat sampai saat ini. Ia juga mengucap syukur karena ternyata Laluna adalah wanita yang selalu menyelamatkan Sean.
"Paman tidak menyangka jika kamu adalah jodoh yang dikirim Tuhan untuk Sean. Semoga kalian bisa terus bersama. Hanya itu doa yang bisa aku berikan untuk kalian."
Di luar rumah, lebih tepatnya di depan rumah.
"Kamu serius nggak mau masuk?"
Laluna menggeleng, "Tidak, terima kasih."
"Ya sudah kalau begitu, kamu yang hati-hati, ya. Nanti sore aku jemput kamu di apartemen."
Laluna mengangguk, lalu Sean segera masuk ke dalam rumah, sementara itu Laluna di antar pulang oleh Jo.
Saat Sean diajak kembali ke rumah, Chryst nampak tidak suka. Karena posisi CEO langsung kembali ke tangan Sean. Hanya Leo yang menyambut adik tirinya itu.
"Selamat datang, adikku."
"Terima kasih, Bang. Oh, ya bagaimana keadaan Ayah?"
"Ayah baik-baik saja, Sean."
Tidak begitu lama kemudian, Tuan John muncul ke hadapan Sean. Sebuah senyuman tersungging manis di wajah tua itu, menunjukkan rasa kebahagiaan karena putra yang sangat ia sayangi telah kembali ke dalam rumahnya.
Namun, ekspresi lain ditujukan oleh Chryst yang melihat dari atas. Ia sama sekali tidak menyambut kedatangan Sean karena firasatnya mengatakan jika ia kembali artinya kedudukan CEO akan kembali berada di tangannya. Tangannya terlihat mengepal, ia benar-benar memendam amarah terhadap Sean.
Saat itu ingin rasanya ia segera mendatangi Sean dan mencekiknya pada saat itu. Akan tetapi di bawah banyak sekali orang-orang di dalam keluarganya yang sedang menyambut kedatangan Sean.
__ADS_1
Semoga saja Sean tidak menyadari jika Chryst tidak menyambutnya saat itu.
"Sial, kenapa pula anak haram itu bisa datang kemari! Mereka benar-benar tidak becus!Menjalankan sebuah misi sederhana seperti ini saja tidak beres!" umpat Chryst kesal.
Chryst terus mengomel mencoba meluapkan kekecewaan yang telah menderanya hari itu. Tidak tahan berada di dalam satu atap dengan Sean, ia pergi secara diam-diam.
Memang benar, secara otomatis kedudukannya akan turun kembali dan itu akan mengancam acara pertunangan antara dirinya dengan Angel.
Di saat yang sama, Laluna mencari identitas dirinya. Ada banyak kejanggalan tentang kematian sang Ibu.
Laluna pergi ke Rumah Sakit untuk mengecek data kelahiran dan semua hal yang berkaitan dengan masa lalunya. Laluna dipersulit di sana.
"Bagaimana ini, kenapa semua orang seolah menutupi hal ini?"
Laluna melihat ke arah ponselnya, merasa ragu jika ia harus melibatkan Sean lagi, akhirnya menelpon Jo. Kebetulan Jo sedang berada di pantry untuk meracik kopi kesukaannya. Tidak berselang lama ponselnya berdering.
Jo merogoh sakunya. Keningnya berkerut ketika mendapati nama yang tertera di ponsel.
"Nona Muda? Ada apa dengan Nona, ya?"
"Hallo, Jo ... apakah kau bisa membantuku untuk mendapatkan informasi tentang riwayat hidup seseorang di Rumah Sakit?"
"Bukan tentang aku, tetapi ini tentang ibuku."
"Oh, lalu apa yang ingin Nona sampaikan padaku?"
Laluna segera menggambarkan semua keinginannya pada Jo. Jo mendengarkan dengan teliti.
"Apakah Pak Bos tahu tentang ini?" gumam Jo.
Seketika Laluna teringat Sean.
"Jo aku mohon jangan kau katakan hal ini pada Sean, aku mohon."
"Iya, Nona."
"Tapi aku tidak berani menyembunyikan hal ini dari Pak Bos."
Setelah mengatakan semuanya, Jo bergegas datang ke Rumah Sakit. Laluna mengulas senyum karena Jo sudah datang. Setidaknya ia merasa bahagia karena ada yang akan menolong.
Namun, rupanya Sean sudah mendapat laporan dari Jo. Secara sembunyi-sembunyi ia
__ADS_1
membantu Laluna. Awalnya Sean mendapatkan kesulitan, berkat kekuatannya Sean berhasil. Ternyata semua akses informasi tentang Laluna disembunyikan oleh seseorang.
"Siapa yang mempersulit Laluna? Kenapa ia seperti seseorang yang berkuasa. Aku harus menyelidiki hal ini secepatnya."
Sementara itu Chryst melakukan pertemuan rahasia dengan Nyonya Han untuk membuat sebuah rencana baru untuk Sean dan Laluna.
"Apa yang kamu lakukan untuk mengatasi hal ini?"
"Aku bisa melakukan apapun sesuai keinginanmu, Nyonya."
"Asalkan kau bisa membuat anakku melupakan Sean, maka akan aku penuhi semua keinginanmu."
"Terima kasih, Nyonya."
Beberapa hari kemudian.
Angel memang patah hati. Ia meminta kepada ibunya untuk memberikan waktu agar bisa memilih antara Sean atau Chryst. Secara sembunyi-sembunyi ia datang ke kantor Sean dan membawakan bekal makan siang untuknya.
"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah mundur untuk mengejarmu, Sean. Kau hanya milikku seorang!"
Sean adalah tipikal lelaki yang tidak bisa menolak seorang wanita. Mengetahui Angel datang, demi menghormatinya ia mempersilakan masuk.
"Selamat siang, Sean. Aku datang kemari untuk meminta maaf untuk sikapku kapan hari. Aku tidak bermaksud untuk membuat kesalahpahaman di antara kita."
"Iya, aku sudah memaafkanmu. Duduklah."
Bukannya duduk, Angel justru mendekati Sean. Ia meletakkan makan siang tepat di hadapan Sean. Secara tidak sengaja Angel terpeleset dan memeluk Sean.
Pada saat yang sama Laluna datang untuk membawakan makan siang. Tentu saja adegan itu terlihat oleh Laluna.
"Sean, apa yang kalian lakukan?" cicit Laluna.
Melihat hal itu Laluna salah paham dan pergi. Jo hendak memberikan laporan pada Sean, tetapi ia justru melihat kepergian Laluna dengan isak tangis.
"Kok Nona Muda menangis, emangnya diapain sama Pak Bos?"
Jiwa kepo Jo menyeruak, seketika ia berlari menuju ruangan CEO, dan di sana ia menemukan Angel sedang berada di pangkuan Sean. Keduanya saling menatap satu sama lain.
"Pak Bos, kenapa kau bermain api? Kalau tau Nona Muda baru saja kemari, apa yang bisa kau lakukan untuk menenangkan hatinya?"
"Pak Bos bengek! Aku nggak bakal bantuin kalau sudah begini!" ucap Jo kesal sambil membanting pintu.
__ADS_1