
Sejak kehamilan sang istri bertambah, Sean merasa mulai kehilangan waktu quality timenya. Terbukti saat ini justru sang istri lebih sering sendirian ketika di rumah. Bahkan seringkali Sean melihat sang istri ketiduran di depan televisi ketika ia pulang kerja.
"Sepertinya aku terlalu sibuk akhir-akhir ini," ucapnya sambil mengusap kepala Laluna.
Perut yang semula rata itu kini sudah terlihat menyembul. Kedua pipi Laluna semakin chubby dari hari ke hari.
"Apakah aku melewatkan masa-masa indah itu?"
Sean yang semula ingin membersihkan diri menunda hal itu dan lebih memilih memandangi wajah istrinya yang sedang terlelap. Tas kerjanya di letakkan begitu saja di atas meja. Sementara itu, tubuhnya berjongkok menghadap ke arah Laluna.
"Maafkan Papa yang belum bisa menemanimu setiap waktu. Papa masih sibuk mencari cuan untuk masa depan kita," ucap Sean sambil berbisik di atas perut Laluna.
Samar-samar, Laluna mendengar suara Sean, sehingga kedua matanya mulai mengerjap. Bulu-bulu lentik itu bergerak-gerak naik turun mengikuti irama sang pemilik yang sudah mulai terjaga.
"Sean, sejak kapan kamu berada di situ?"
Sean sontak mendongakkan wajahnya ke atas lalu tersenyum.
"Baru saja, Sayang. Apakah aku mengusik tidurmu?"
Laluna menggeleng sambil tersenyum ramah.
__ADS_1
"Tidak, sepertinya aku ketiduran karena terlalu lama menunggumu pulang."
"Maaf," cicit Sean.
"Maaf untuk apa, justru aku yang meminta maaf karena tidak menyambutmu. Beberapa hari ini terlihat melelahkan, sehingga aku sama sekali tidak pernah mempunyai banyak waktu untuk berbincang denganmu."
"Sudahlah, apa yang kamu bicarakan. Cukup aku tahu bagaimana caramu untuk membuatku selalu nyaman dan calon anak kita bahagia di dalam sana. Kebahagiaan kalian adalah sebuah prioritas."
Laluna tersenyum lalu membetulkan posisi duduknya. Sean yang melihat jika istrinya benar-benar letih segera mengajaknya masuk kamar.
"Istirahatlah di kamar, biar aku bersih-bersih terlebih dahulu."
"Hm."
Aroma mint bercampur buah segar, mengusik indera penciuman Laluna. Ia terlihat sangat suka menciumi aroma segar yang menguar dari badan Sean selepas mandi.
Sean yang melihat sikap Laluna seperti itu merasa kegelian. Akan tetapi ia juga merasa jika yang dilakukan olehnya seolah hal wajar bagi seorang ibu hamil.
"Apakah sudah cukup?" tanya Sean perlahan
Laluna mengangguk patuh lalu setelahnya memeluk tubuh suaminya. Melihat istrinya yang sudah tertidur, kini Sean menghubungi Jo untuk meminta tolong sesuatu.
__ADS_1
"Malam Pak Boss, ada apa?"
"Jo, aku membutuhkan bantuanmu untuk memberikan sebuah kejutan kecil yang akan aku berikan pada istriku esok hari."
"Kejutan apa itu Pak Boss."
Sean segera memberi tahukan dengan pasti semua hal yang berkaitan dengan rencananya esok hari.
"Baiklah, akan saya pastikan semuanya beres dan sesuai dengan keinginan Pak Boss."
"Sip, terima kasih banyak Pak Boss."
"Sama-sama."
Memastikan semua hal yang terjadi sesuai dengan rencananya adalah salah satu poin penting, kunci keberhasilan yang diterapkan Sean di setiap tindakannya.
Jo sudah bekerja sama dengan Sean selama bertahun-tahun, sehingga ia bisa mengetahui ritme kerja yang dilakukan oleh Sean. Bahkan semua keberhasilan adalah karena kerja keras keduanya.
"Aku sudah tidak sabar untuk melihat rona kebahagiaan di dalam bola matamu, Sayang. Semoga apa yang akan aku lakukan setelah ini bisa membuatmu bahagia. Aamiin," doa Sean di dalam hatinya.
......................
__ADS_1
Sambil nunggu up jangan lupa mampir ke sini. Di tunggu ya kakak-kakak semuanya 🙏😘