
"Apa Anda melihat Tuan Aslan Nona". Tanya Jo, Matanya nya hanya menangkap sosok wanita cantik yang duduk di sofa, tepat di ruangan. 'Atasan nya'.
"Dia masih ber*cinta dengan Wanita bernama Anna". Ucapan prontal keluar dari mulut wanita itu .
" Benarkah..". Tanya Jo tak percaya.
"Aku punya buktinya". Alicia menepuk sisi sofa sebelahnya, memberikan kode agar Pria tampan yang selalu mengisi relung hatinya itu agar duduk.
Alicia menyodorkan ponsel nya pada Jonathan. "Lihatlah sendiri". Ucap Alicia.
Tampa menunggu lama Jo mengetuk layar ponsel, dan memutar tayangan video yang berdurasi 15 menit itu.
Mata Jo membulat sempurna, di hari pertama Anna bekerja, Aslan sudah meniduri Anna, dia saja yang tinggal 1 rumah selama 3 bulan baru kemarin baru berani memeluk Anna.
"Alicia apa kau merekam kejadian tadi". Suara bariton dari arah belakang membuat keduanya berpaling ke asal suara. "Hapus itu". Aslan merebut ponsel milik Alicia, dan mengahapus video dirinya dan Anna tadi.
" Hapus saja". Ucap Alicia datar. "Toh Aku sudah mengirim video itu ke Mam Dilla".
"Shiiiit..". Umpat Aslan. "Kenapa kamu senang Ha". Aslan menatap Tunangan nya itu, dengan kesal, membanting ponsel keluaran terbaru itu.
" Ck... tentu saja. Jadi Aku tak perlu mempertahan kan pertunangan ini lagi". Alicia beranjak dari sofa. "Kamu pikir, kamu bisa lepas dari ikatan pernikahan, Ha". Alicia melenggangkan kakinya, menubruk bahu Pria yang menjadi tunangan nya itu.
" Ku tunggu undangan Anda Tuan Abraham". Alicia menyeringai. Akhirnya ia bisa lepas dari ikatan yang tak ia inginkan.
_
_
_
Setelah kejadian itu, Anna langsung di pulangkan, menuju Mansion nya, menyembunyikan Gadis itu, di hunian yang selalu ia tempati.
Sudah 1 minggu ia berda di paviliun, dan Jonathan pun baru kembali setelah perjalan bisnis
"Aku melihat kalian". Suara Jo mengandung sebuah kecewa, entah apa yang Pria itu rasakan, rasa nya ada batu besar yang menghantam dadanya.
" Maksud Kakak...!"
"Kau dan Tuan Aslan di ruang pribadi".Mata Anna langsung membulat sempurna. "Seharusnya Aku merasa senang bukan..! saat kamu berhasil menggoda Tuan Aslan".
"Tapi kenapa rasa nya begitu sesak Anna". Jonathan mulai mengikis jarak. "Tak bisa kah kau membuang rasa dendam mu itu, dan memulai membuka lembaran baru bersamaku".
__ADS_1
Anna terus menelisik raut muka Kakak angkatnya, yang begitu sendu seakan mengunci pandangan dirinya agar tak berpaling. "Aku tak paham maksud Kakak..!".
"Berhenti memangilku dengan sebutan Kakak Anna".Ujar Jo bernada tinggi. Pria itu mencengkram bahu Anna. "Kita tak sedarah, Apa kamu tak menganggap ku sebagai laki - laki, Atau hanya sebatas Kakak saja".
Anna menghela nafasnya dengan panjang, ia bingung harus menjawab apa.
"Aku menyukaimu Anna". Akhirnya kata itu terucap dari mulut Jonathan "Sebagai seorang laki - laki tentunya". Imbuhnya kembali.
" Maaf Kak, meskipun Aku juga menyukai Kak Nath, tapi Aku ngga layak untuk Kakak. Aku~~ kotor...".
"Aku tak peduli, selama kau menyukaiku itu sudah lebih dari cukup.". Jo tampak sumringah merasa cinta nya tak bertepuk sebelah tangan. "Aku kau mau memulai kembali kehidupan baru bersamaku Anna..!?".
Anna dan mengatakan apa pun hanya anggukan yang bisa ia berikan, sebuah tarikan pun membawa gadis cantik itu, terjerembab ke dalam pelukan Jonathan dan tentu saja Anna membalas pelukan itu memeluk Prianya dengan sangat erat.
"Anna.". Panggil Jonathan. merasa di panggil kepala gadis itu mendongkak. "Panggil Aku Nathan mulai sekarang". Anna menganguk, seraya mengulas senyum.
_
_
_
Senja berangsur pergi, tergantikan dengan kabut malam yang telah menyelimuti bumi.
"Kamu tau Anna, malam ini sangat berbeda". Jonathan terus mengeratkan rankulan nya pada Gadis yang kini resmi jadi kekasihnya.
" Yaa.. di sini sangat lah dingin Kak".
"Nathan ,,Sayang". Ralat Jonathan. Pria itu membalik tubuh Anna hingga pandangan bersitubruk dengan wajah cantik wanitanya.
"Kamu sangat cantik Anna". Jo menyampingkan anak rambut yang menghalangi wajah Anna, di raup nya dagu gadis itu, dan sedetik kemudian, 2 insan itu, tengah menikmati ciuman mereka.
Dan kini hanya rembulan lah yang menjadi saksi bisu percintaan mereka malam ini.
Jo memangku tubuh Anna tampa melepas ciuman nya, merentangkan tubuh gadis itu di atas ranjang.
Lama mereka menikmati ciumannya, hingga sebuah tangan mulai menelusup kesela pakaian Anna. "Aku akan membersihkan jejak Malik di tubuh mu ini". Perlahan namun pasti, Jo mulai melucuti pakaian Anna dan juga miliknya, hingga keduanya pun polos.
Jo mulai berexplore ria di tubuh Anna, mencium setiap inchi tubuh wanitanya, benar - benar ingin menghapus semua jejak dari sahabatnya itu. "Besok kita akan pergi dari tempat ini, dan memulai kehidupan kita yang baru".
Anna mengangguk, menatap manik indah milik Pria terkasihnya, melanjutkan kembali percintaan mereka.
__ADS_1
"Nath... Aaahkk,.. berhentilah main main aku sudah tidak tahan". Ucap Anna di iringi dengan suara *******.
"Kau tak sabaran Anna". Jo mencubit pelan wanitanya.
Bebepa detik kemudian, sesaat milik Jo akan memasuki sarang penuh nikmat itu, sebuah gedoran di iringi suara bel pintu, memekakan gendang telinga keduanya.
"Kak sepertinya ada Tamu". Ucap Anna.
" Ya tamu tak undang, dan tamu yang datang di waktu yang tidak tepat". Gerutu Jonathan
Anna terkekeh. "Kita bisa lanjutkan lagi nanti".
"Baiklah.." Jo mengecup bibir Anna sekilas, dengan wajah yang di tekuk Jo menyambar semua pakaian nya yang terongok di bawah. "Pakai juga baju mu". Anna pun mengiyakan.
"Siapa sih yang datang". Jo terus menggerutu seraya menuruni tangga.
" Iya sebentar..". Teriak Jo, dengan kesal, tamu tak tahu diri itu terus menggedor dan memencet bel dengan berulang.
Ceklek.
Pintu pun telah terbuka, raut kesal dari wajah tampan Jo, langsung menghilang, Tamu tak tahu diri itu, ternyata salah satu penyelamatnya. "Mam Dilla".
"Mana menantuku..". Mam Dilla mendorong tubuh kekar Jonathan saat pintu sudah terbuka lebar, mencari seorang Wanita yang sudah tidur dengan Putranya itu.
"Nathan cepat katakan, dimana kau menyembunyikan menantuku".
"Menantu..!?".
Dan orang yang di cari yang seharusnya bersembunyi, telah menyembulkan kepalanya, dengan menuruni tangga.
"Nyonya itu wanita yang Anda cari". Ujar sang Bodyguard, mengarah pada Anna yang tengah menuruni tangga.
"Kalian bawa menantuku pulang". Dilla berucap dengan nada perintah.
"Baik Nyonya". para bodyguard yang berjumlah 2 orang langsung menyeret Gadis cantik itu.
"Dan kamu Nath". Tunjuk Mam Dilla pada Jonathan. "Bilang pada Malik, bahwa Mam sudah membawa menantunya pulang".
Kejadian itu berlangsung begitu cepat, Jo yang masih terkeseiap dengan apa yang terjadi, hanya diam mematung saat wanitanya telah di bawa pergi.
Kenapa nasib Pria itu begitu malang, belum sempat ia memiliki tubuh Anna seutuhnya, Gadis tercintanya sudah di pergi, dan lebih parahnya ia tak bisa melakukan apa pun.
__ADS_1
" Ahhhrrghhh." Jo berteriak prustasi.
...~Jangan lupa like dan juga Coment ya~...